Garut Geger! Oknum Polisi Bersenjata Ngamuk Teror Warga Jabar
Sorajabar.com - Jawa Barat tak pernah sepi dari Berita menarik dan terkadang mengejutkan. Hari ini, warga dihebohkan oleh beragam peristiwa, mulai dari aksi oknum polisi bersenjata yang mengamuk di Garut, terungkapnya kasus pembuangan bayi di Cianjur, hingga persiapan euforia konvoi juara Persib Bandung yang dinanti-nantikan. Dinamika sosial, Kriminalitas, dan olahraga menyatu dalam sorotan publik Jabar.
Skandal Oknum Polisi Bersenjata Bikin Geger Garut
Ketenangan warga Garut terusik dengan insiden mencekam yang melibatkan seorang pria, diduga oknum anggota Polri, yang mengamuk dan menyerang lapak pedagang di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (19/5) sore ini viral di media sosial, menunjukkan seorang pria berkaus abu-abu sempoyongan, membawa senjata tajam jenis samurai dan pistol, sambil melontarkan kata-kata kasar.
Menurut kesaksian Dezan (27), seorang pedagang di lokasi, pria tersebut tiba-tiba datang dan langsung mengamuk sekitar pukul 17.00 WIB. Suasana semakin tegang saat pelaku mencabut samurai dan mengacungkannya kepada warga, bahkan merusak tenda pedagang serta pintu sebuah warung. Wilma (30), pedagang es teler, mengaku kakaknya nyaris menjadi korban bacokan dari pria tersebut. Rekaman video amatir juga memperkuat pernyataan Wilma, di mana sebuah pistol terlihat ditarik dari pinggang pelaku setelah ia berhasil dilumpuhkan dan dihajar massa, sebelum akhirnya diamankan oleh anggota Polsek Tarogong Kaler.
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pelaku sedang dalam penanganan medis karena mengalami luka-luka. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pria tersebut beraksi dalam kondisi mabuk dan sedang mencari keberadaan anggota DPR RI, Ade Ginanjar, yang kebetulan memiliki tempat tinggal di sekitar lokasi kejadian. Pelaku bahkan sempat berupaya masuk ke rumah Ade Ginanjar dan merusak bagian atap menggunakan samurai.
Ade Ginanjar, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, mengidentifikasi pelaku sebagai F, seorang warga Garut Selatan yang dikenal sering membuat onar dan meresahkan masyarakat karena kebiasaan mabuknya. Ade menambahkan bahwa ia tidak berada di lokasi kejadian karena rumah tersebut jarang ditinggalinya. Insiden ini meninggalkan pertanyaan besar mengenai perilaku oknum penegak hukum dan dampaknya terhadap keamanan masyarakat.
Tragis! Kasus Pembuangan Bayi dalam Karung di Cianjur Terungkap
Dari Garut, perhatian beralih ke Cianjur dengan terungkapnya kasus tragis pembuangan bayi dalam karung di sungai Kecamatan Cilaku. Polisi berhasil meringkus RA (20), seorang perempuan muda yang tega membuang darah dagingnya sendiri. Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menjelaskan, RA diamankan di rumahnya setelah identitasnya berhasil dikantongi, sekitar 1 kilometer dari lokasi pembuangan.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa RA melahirkan bayinya sendirian di dapur rumahnya dan segera setelah itu, bayi malang tersebut dimasukkan ke dalam karung lalu dibuang. Motif di balik tindakan keji ini adalah rasa malu dan ketakutan RA jika keluarganya mengetahui bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang pria yang dikenalnya dari media sosial. Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Ameli Putra menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan ada tidaknya peran orang lain dan mencari tahu identitas ayah dari bayi tersebut.
Atas perbuatannya, RA dijerat dengan pasal 305 dan 308 KUHP yang mengatur tentang penelantaran atau pembuangan bayi. Ia terancam hukuman kurungan penjara maksimal 5 tahun 6 bulan. Kasus ini menjadi pengingat pahit akan dampak pergaulan bebas dan pentingnya edukasi serta dukungan sosial.
Konvoi Juara Persib Bandung Siap Meriahkan Kota Kembang
Di tengah hiruk pikuk berita kriminal, semangat juara menyelimuti Bandung. Meskipun Persib Bandung belum secara resmi memastikan gelar juara Super League 2025/2026, manajemen telah menyiapkan secara detail rencana rute konvoi juara. Euforia ini akan terjadi jika Maung Bandung mampu mengalahkan atau setidaknya menahan imbang Persijap Jepara di laga terakhir musim ini.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, membeberkan rute konvoi yang akan dimulai dari area parkir barat Gedung Sate. Rombongan akan melintasi Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, melewati Viaduct, Jalan Lembong, Jalan Veteran, hingga mencapai titik nol Kota Bandung di Jalan Asia Afrika. Puncak perayaan direncanakan berlangsung di depan Gedung Merdeka, di mana para pemain akan turun dan melakukan prosesi pengangkatan trofi di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika yang ikonik.
Setelah pengangkatan trofi, skuad Persib akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter menuju Pendopo Kota Bandung sebagai titik akhir konvoi. Rencana ini menunjukkan betapa besar harapan dan antusiasme Bobotoh serta warga Bandung terhadap potensi juara Persib, sekaligus menjadi agenda positif di tengah beragam isu yang terjadi di Jawa Barat.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar