x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya

Sorajabar.com - Pemerintah tengah serius mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram yang selama ini akrab di dapur masyarakat. Uji coba intensif pada tabung CNG ukuran Rumah Tangga sedang berlangsung, menandakan langkah besar menuju perubahan Energi domestik yang signifikan. Rencana konversi ini sontak menyedot perhatian publik, mengingat klaim efisiensi, dampak lingkungan yang lebih baik, dan potensi untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia pada impor LPG yang membengkak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa uji coba ini adalah bagian dari strategi jangka panjang. “CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya,” ujar Bahlil. Ini bukan sekadar pergantian tabung, melainkan sebuah lompatan menuju kemandirian energi yang lebih berkelanjutan. Lantas, apa sebenarnya CNG itu, dan bagaimana perbandingannya dengan LPG yang selama ini kita gunakan?

Menjelajahi CNG: Apa Bedanya dengan LPG yang Kita Kenal?

Compressed Natural Gas (CNG) adalah bahan bakar gas yang mayoritas (lebih dari 95%) tersusun dari metana (CH4). Gas ini kemudian dimampatkan pada tekanan yang sangat tinggi, umumnya di atas 200 bar, dan disimpan dalam tabung khusus untuk mempermudah distribusi dan penggunaannya. Sebagai bahan bakar berbasis gas alam, CNG dikenal jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lain karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah. Ini sejalan dengan upaya transisi energi bersih di tingkat nasional.

Selain keunggulannya dalam aspek lingkungan, harga CNG juga cenderung lebih stabil. Ini karena pasokannya bersumber dari gas domestik, mengurangi fluktuasi harga yang sering terjadi pada komoditas impor. Potensi efisiensi biaya inilah yang membuat CNG mulai dilirik tak hanya sebagai bahan bakar kendaraan, tetapi juga solusi energi rumah tangga.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2012, CNG didefinisikan sebagai bahan bakar gas dari gas bumi dengan unsur utama metana, dimampatkan dan disimpan dalam bejana khusus. Sementara itu, LPG, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019, adalah gas hidrokarbon yang dicairkan melalui tekanan, dengan komponen utama propana, butana, atau campuran keduanya.

Meski sama-sama berasal dari gas alam, seperti yang dijelaskan oleh data PT PGN, perbedaan fundamental antara CNG dan LPG terletak pada bentuk fisik dan tekanannya:

  • CNG: Disimpan dalam bentuk gas pada tekanan sangat tinggi.
  • LPG: Disimpan dalam bentuk cair pada tekanan moderat.
  • LNG (Liquefied Natural Gas): Juga dari gas alam, namun disimpan dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah (kriogenik).

Secara Ekonomi, penggunaan CNG diklaim mampu memberikan penghematan biaya energi sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan LPG. Angka ini menjadi daya tarik utama pemerintah untuk mendorong adopsi CNG secara lebih luas, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

Mengapa Pemerintah Begitu Gencar Beralih ke CNG? Ada Apa Dibalik Efisiensi Ini?

Pemerintah memandang pengembangan CNG sebagai pengganti LPG 3 kg sebagai langkah strategis untuk mencapai efisiensi energi nasional. Sebenarnya, penggunaan CNG sudah tidak asing, karena telah lebih dulu diterapkan untuk tabung berukuran 12 kg dan 20 kg. Keputusan untuk memperluas penggunaannya ini tidak lepas dari beban berat yang ditimbulkan oleh volume impor LPG yang sangat tinggi.

Menteri Bahlil menjelaskan, “Bayangkan kita impor per tahun itu 8,6 juta ton untuk konsumsi. Di saat bersamaan, devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja, sekitar Rp 130 sampai Rp 140 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia seperti sekarang, itu pasti lebih besar lagi. Subsidi kita, itu Rp 80 sampai Rp 87 triliun.” Angka-angka ini menunjukkan betapa krusialnya mencari alternatif energi domestik guna mengurangi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta meningkatkan ketahanan energi.

“Nah, tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi adalah kita mencari akal agar bahan baku yang ada di negara kita itu bisa dikonversi untuk mengganti LPG. Kira-kira gitu,” lanjut Bahlil, menegaskan bahwa konversi bahan baku gas dalam negeri menjadi substitusi LPG adalah solusi jangka panjang yang paling masuk akal.

Harga CNG: Akankah Tetap Terjangkau Seperti LPG Subsidi?

Salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat adalah terkait harga. Pemerintah menyadari hal ini dan memastikan bahwa skema subsidi tetap akan diberlakukan untuk CNG. Kebijakan ini adalah komitmen untuk menjaga harga jual CNG tetap terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini sangat bergantung pada LPG subsidi.

“Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat ya,” tegas Bahlil. Ini memberikan jaminan bahwa peralihan ke CNG tidak akan membebani masyarakat, melainkan justru memberikan pilihan yang lebih efisien.

Sebagai perbandingan, harga isi ulang gas melon 3 kg saat ini berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp25.000 per tabung di tingkat pangkalan atau eceran. Melalui skema subsidi yang akan diterapkan, harga CNG yang nantinya diterima masyarakat diharapkan setidaknya setara dengan harga LPG subsidi saat ini. “Doakan seperti itu ya. Minimal sama (harganya dengan LPG). Minimal sama,” pungkas Bahlil, memberikan harapan akan harga yang kompetitif dan terjangkau.

Peralihan ke CNG bukan hanya tentang perubahan jenis bahan bakar, tetapi juga tentang visi Indonesia yang lebih mandiri energi, lebih ramah lingkungan, dan lebih efisien dalam penggunaan sumber daya alamnya. Ini adalah langkah maju yang patut kita cermati bersama.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya
  • Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya
  • Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya
  • Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya
  • Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya
  • Gantikan LPG 3 Kg! Ini Beda CNG dan Potensi Hematnya

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW