El Clasico Memanas! Ini Strategi Keamanan Jabar Persib Vs Persija
Sorajabar.com - Atmosfer 'El Clasico Indonesia' kembali menyelimuti tanah air. Pertandingan akbar yang selalu dinantikan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dijadwalkan akan tersaji pada Minggu, 10 Mei 2026, di Stadion Segiri, Samarinda. Laga ini bukan hanya soal rivalitas di lapangan hijau, tetapi juga memicu perhatian serius dari aparat Keamanan di berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat, mengingat basis suporter kedua tim yang sangat besar dan loyal. Dua wilayah di Jawa Barat, Cirebon dan Karawang, menunjukkan pendekatan yang berbeda namun sama-sama bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Cirebon Tegas Larang Nobar: Antisipasi Bentrokan Suporter
Di Kota Cirebon, kepolisian setempat mengambil langkah preventif yang cukup tegas. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, secara resmi melarang segala bentuk kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persija melawan Persib. Larangan ini berlaku tanpa terkecuali, baik untuk suporter Persib maupun Persija, demi mengantisipasi potensi keributan antar pendukung.
Keputusan ini bukanlah tanpa alasan. AKBP Eko Iskandar menjelaskan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya insiden yang nyaris memicu bentrokan serius antar kelompok suporter di kawasan flyover Pegambiran. "Yang mana pada saat pertandingan Persib dan Persija sebelumnya ini ada dua kubu, dari suporter Persib dan Persija ini hampir bentrok di flyover," ungkap Eko Iskandar di Kota Cirebon, Jumat (8/5/2026). "Oleh karena pertimbangan tersebut, kita tidak menghendaki adanya kejadian-kejadian seperti itu lagi."
Pihak kepolisian menegaskan bahwa larangan ini bukan berarti anti-bola, melainkan sebuah langkah antisipasi demi menjamin keamanan publik. "Kita tidak anti bola. Namun memang menurut penilaian kita ini ada hal-hal yang harus diantisipasi supaya tidak terjadi bentrokan dua belah suporter," tambahnya. Untuk memastikan larangan ini dipatuhi, polisi telah memberikan imbauan kepada sejumlah kafe dan tempat yang biasa dijadikan lokasi nobar agar tidak memfasilitasi kegiatan tersebut. Masyarakat diimbau untuk menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing dan menghindari konvoi atau arak-arakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. "Mari kita jaga kondusivitas Cirebon ini bersama," pungkas Eko.
Karawang Beri Izin dengan Syarat Ketat: Jaga Ketertiban dan Sportivitas
Berbeda dengan Cirebon, Polres Karawang memilih pendekatan yang lebih lunak namun tetap dengan pengawasan ketat. Aparat kepolisian setempat tidak melarang kegiatan nobar, namun menuntut suporter untuk menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi sportivitas. Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menyatakan, "Pihak kepolisian tidak ada pelarangan nobar pertandingan Persija lawan Persib, hanya kami mengamankan, dan hingga saat ini di Karawang ada beberapa titik lokasi nobar, yang sudah kami data untuk selanjutnya dilakukan pengamanan."
Meskipun diizinkan, sejumlah aturan main yang ketat harus dipatuhi. Suporter dilarang keras membawa atau menyalakan flare, smoke bomb, petasan, senjata tajam, serta mengonsumsi minuman keras di lokasi nobar. Ipda Cep Wildan juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial. "Hindari menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) atau provokasi yang dapat memicu gesekan antar kelompok," tegasnya.
Pengamanan tidak hanya terfokus di lokasi nobar, melainkan juga berlanjut di sejumlah titik jalan raya pasca pertandingan. Hal ini untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kepulangan suporter dengan aman. "Setelah pertandingan usai, tidak perlu konvoi atau aksi turun ke jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan lain," ungkap Wildan. Personel juga disiagakan di berbagai lokasi keramaian seperti stadion, Bundaran Galuh Mas, dan titik-titik rawan lainnya untuk mencegah provokasi antar suporter.
Pihak kepolisian Karawang berharap "El Clasico Indonesia" ini bisa dinikmati sebagai hiburan yang sehat dan mempererat persaudaraan. "Kami mengimbau kepada kedua suporter yang ada di Karawang, mari kita jadikan momentum pertandingan ini sebagai tontonan yang menghibur, bukan ajang perselisihan. Siapa pun yang memenangkan pertandingan, Karawang harus tetap aman dan kondusif," pungkas Ipda Cep Wildan.
Kondusivitas Jawa Barat Jadi Prioritas Utama
Dua pendekatan yang berbeda dari Cirebon dan Karawang ini menunjukkan komitmen aparat keamanan di Jawa Barat dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama saat pertandingan besar yang melibatkan emosi tinggi. Baik dengan larangan total atau dengan izin bersyarat ketat, tujuannya adalah sama: memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga dan semangat sportivitas tidak terkikis oleh rivalitas berlebihan. Tanggung jawab ini tidak hanya berada di tangan polisi, tetapi juga di tangan para suporter untuk menunjukkan kedewasaan dan kecintaan pada sepak bola yang damai.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar