Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan

Sorajabar.com - Kisruh antara penulis Ahmad Bahar dan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, memasuki babak baru yang semakin memanas. Setelah putrinya melaporkan dugaan penyekapan, kini Bahar berencana membuat laporan baru terkait insiden masuk rumah tanpa izin yang diduga dilakukan oleh anggota GRIB Jaya. Konflik ini semakin dalam dengan adanya tudingan peretasan akun WhatsApp yang disebut sebagai pemicu kesalahpahaman.

Perselisihan ini pertama kali mencuat saat Ilma Sani Fitriana, putri Ahmad Bahar, melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan. Namun, Ahmad Bahar menegaskan bahwa laporannya tidak berhenti di situ. Ia berencana melaporkan insiden yang lebih spesifik, yaitu dugaan masuk rumah tanpa izin oleh sejumlah orang yang disebutnya terkait dengan GRIB Jaya.

Kronologi Versi Ahmad Bahar dan Putrinya

Menurut Ahmad Bahar, insiden masuk rumah tanpa izin terjadi ketika putrinya sudah menjelaskan bahwa ayahnya tidak berada di rumah. Namun, salah satu anggota yang disebutnya memaksa masuk hingga ke lantai atas dan bahkan menggeledah kamar-kamar. Beruntungnya, kejadian ini sempat direkam video, yang kini menjadi salah satu bukti kuat bagi Bahar dalam laporannya.

"Anak saya memberitahu bahwa ayahnya enggak ada di rumah, tapi salah satu anggota itu memaksa masuk sampai ke lantai atas, sampai ke kamar-kamar," ujar Bahar. Ia juga menambahkan, "Beruntungnya divideokan."

Bahar menjelaskan bahwa akar persoalan ini bermula dari peretasan nomor WhatsApp miliknya. Akun tersebut diduga digunakan untuk mengirim video ke nomor Hercules, istrinya, dan petinggi GRIB. Ia mengaku sempat meminta maaf, namun bukan karena membuat video, melainkan karena nomornya dikloning oleh orang tak dikenal.

"Saya menyatakan permintaan maaf itu bukan dalam rangka membuat video, tetapi meminta maaf karena nomor saya dikloning orang, yang saya juga tidak tahu, dan akhirnya mengirim video ke nomornya Hercules, istrinya, dan petinggi di GRIB. Jadi, saya kira ini awalnya kesalahpahaman," jelas Bahar.

Yang membuat Bahar merasa heran dan prihatin adalah bagaimana persoalan ini melebar hingga menyeret putrinya. Ia menegaskan bahwa keluarganya adalah orang biasa yang tidak pernah memiliki hubungan pribadi atau organisasi dengan Hercules maupun GRIB. Akibat insiden ini, putrinya mengalami trauma dan kondisi mentalnya sempat terpuruk. "Besoknya anak saya murung," tutur Bahar.

Kesaksian Ilma Sani Fitriana dan Laporan Polisi

Laporan polisi yang dibuat oleh Ilma Sani Fitriana melalui pengacaranya, Gufroni, menggambarkan kronologi yang mengerikan. Ilma melaporkan dugaan penyekapan, penculikan, ancaman verbal, hingga penggunaan senjata api. Gufroni menyebut kliennya mengalami "tindak pidana" serius.

"Tentu ini membuat klien kami terguncang jiwanya. Ada ketakutan yang luar biasa, di mana pada saat hari Minggu, tanggal 17 Mei, Saudari Ilma dibawa paksa oleh sekelompok orang menuju markas GRIB Jaya Pusat," terang Gufroni. Di sana, Ilma diduga diinterogasi selama beberapa jam sebelum akhirnya dipulangkan. Selain itu, Ilma juga melaporkan peretasan akun pesan singkat atau WhatsApp-nya, yang memang sudah "operasi" sebelum hari kejadian.

Tanggapan Pihak Hercules dan GRIB Jaya

Menanggapi pelaporan tersebut, Ormas GRIB Jaya melalui juru bicaranya, Macelinus, membantah keras tuduhan penyekapan dan penculikan. Menurutnya, narasi tersebut "sangat mengada-ada dan tidak masuk akal." Marcel menegaskan bahwa Hercules adalah sosok yang humanis, sosial, dan dekat dengan anak-anak yatim piatu, sehingga mustahil melakukan tindakan keji seperti yang dituduhkan.

"Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," ungkap Marcel.

Marcel berdalih bahwa Hercules sebenarnya hanya memberi nasihat kepada Ilma, layaknya orang tua kepada anaknya, agar sang ayah bisa bersikap gentleman dan bertanggung jawab. Pihak GRIB Jaya juga mendesak semua pihak untuk melihat duduk perkara yang sebenarnya.

  • Tudingan Provokasi: Marcel menyebut handphone milik anak Ahmad Bahar digunakan untuk mengirim video provokasi dan ancaman langsung ke nomor pribadi istri Hercules.
  • Merusak Ranah Domestik: "Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain," tambahnya.
  • Playing Victim: Pihak Hercules menuduh Bahar dan putrinya "sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati publik, padahal rekam jejak digitalnya jelas menunjukkan siapa yang memulai teror ini."

Langkah Hukum dan Respon Polisi

Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari Ilma Sani Fitriana dan memastikan akan memproses setiap laporan masyarakat tanpa terkecuali. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kepolisian akan melakukan penyelidikan menyeluruh.

"Kepolisian pasti akan melakukan penyelidikan dengan mengklarifikasi dari pelapor, menganalisa barang bukti, olah TKP. Apabila dalam proses penyelidikan ini dilakukan gelar perkara, maka ada pengalihan status dari lidik menjadi sidik, penyidikan," jelas Kombes Budi.

Laporan ini terkait dugaan perampasan kemerdekaan seseorang yang terjadi pada 17 Mei 2026. Dengan adanya dua versi cerita yang sangat bertolak belakang, pihak kepolisian kini bertugas untuk mengklarifikasi fakta dan menegakkan keadilan dalam kasus yang menyita perhatian publik ini.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan
  • Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan
  • Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan
  • Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan
  • Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan
  • Drama Panas Hercules-Ahmad Bahar Makin Panas Dugaan Penyekapan

Posting Komentar