Di Balik Lezatnya Siomay Budi Doa Istri Jadi Senjata Rahasia
Sorajabar.com - Di tengah hiruk pikuk jalanan Jenderal Sudirman, Indramayu, sebuah kisah inspiratif terukir dari gerobak sederhana. Adalah Budi (42), seorang perantau yang gigih menjajakan siomay dan batagor buatannya. Lebih dari sekadar lezatnya cita rasa, ada rahasia besar di balik setiap suapan dagangannya: kekuatan doa tulus dari sang istri yang setia mendampingi dari jauh.
Perjalanan Berliku Sang Perantau dari Majalengka
Sejak tahun 2021, Budi telah memilih 'Bumi Wiralodra', Indramayu, sebagai ladang perjuangan. Bukan warga asli Indramayu, pria asal Majalengka ini merantau, meninggalkan anak dan istri di kampung halaman demi mencari nafkah. Sebuah kamar kos sederhana di sekitar Bundaran Mangga menjadi tempatnya beristirahat setelah seharian berkeliling mendorong gerobaknya.
Ia hanya bisa pulang kampung setiap tiga minggu sekali, melepas rindu dengan keluarga tercinta. Hidup sebagai pedagang keliling tak selalu mulus. Penghasilan yang tak menentu menjadi tantangan sehari-hari. Jika beruntung dan dagangannya ludes, Budi bisa membawa pulang hingga Rp 400 ribu. Namun, di hari-hari sepi, angka seratus ribu pun sulit tercapai. Cuaca seringkali menjadi penentu nasib. Hujan deras seharian bisa membuat gerobaknya sepi pembeli, menyisakan kekecewaan.
"Yang ramai itu biasanya kalau Minggu pagi pas car free day, malamnya car free night, atau kalau ada acara seperti konser," ujar Budi, menjelaskan momen-momen emas bagi dagangannya. Meski demikian, semangat Budi tak pernah padam. Ia menjalani setiap hari dengan rasa syukur, meyakini bahwa setiap rupiah yang didapat adalah anugerah dan hasil jerih payah yang patut disyukuri demi masa depan keluarga kecilnya.
Kualitas Terjaga, Doa Istri yang Tak Terhingga
Bukan hanya semangat, Budi juga dikenal menjaga kualitas dagangannya. Setiap hari, ia membutuhkan setidaknya satu kilogram daging ayam bagian dada untuk adonan siomaynya. Baginya, kesegaran adalah kunci utama. "Harus adonan yang baru jadi, langsung diproses, dan langsung dimakan, itu pasti enak," tegasnya.
Prinsip lainnya adalah tidak menyisakan adonan. Ia selalu memperkirakan jumlah adonan agar habis terjual dalam sehari. "Pokoknya gimana caranya adonan siomay saya di hari ini habis, jangan ada sisa, bikinnya dikira-kira aja jangan sampai sisa," jelasnya.
Namun, di balik semua resep dan teknik yang ia terapkan, Budi percaya ada satu 'bumbu' rahasia yang membuat siomay dan batagornya terasa istimewa, jauh melampaui resep pada umumnya. "Kalau resep siomay, sama saja seperti yang lain. Tapi yang dahsyat itu doa istri," ungkap Budi dengan mata berbinar.
Setiap pagi sebelum mulai membuat adonan, ia tak lupa mengucap basmallah. Dan sebelum berangkat berjualan, sebuah pesan singkat via WhatsApp selalu terkirim kepada sang istri. "Saya bilang, 'Bu, ayah mau berangkat jualan dulu, doain, ya'. Makanya saya selalu didoakan setiap hari," tuturnya, menunjukkan betapa besar ia meyakini kekuatan doa istrinya.
Semangat Ayah Demi Dua Buah Hati
Budi adalah seorang ayah dari dua anak, seorang putra yang kini duduk di kelas 8 SMP dan seorang putri kelas 3 SD. Jarak yang memisahkan tak pernah mengurangi perhatian dan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Ia bekerja keras, banting tulang di tanah rantau agar kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak-anaknya tetap terpenuhi.
Kisah Budi adalah potret nyata perjuangan seorang kepala keluarga, Inspirasi bagi kita semua bahwa di tengah ketidakpastian hidup, dengan kerja keras, integritas, dan keyakinan akan kekuatan doa, rezeki akan selalu menemukan jalannya. Gerobak sederhana Budi bukan hanya menjual siomay dan batagor, tetapi juga menyajikan secangkir semangat dan pelajaran berharga tentang arti sebuah perjuangan.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar