Citarum Kembali Berduka Dua Pelajar SMP Tewas Tenggelam
Sorajabar.com - Tragedi memilukan kembali menyelimuti aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung. Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang diidentifikasi sebagai Wildan (13) dan Daarul (14), ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam saat berenang di sungai tersebut pada Jumat sore, 29 Mei 2026. Peristiwa nahas ini terjadi ketika mereka bersama dua teman lainnya nekat berenang di salah satu titik sungai yang dikenal memiliki kedalaman berbahaya.
Detik-detik Hilangnya Dua Nyawa di Citarum
Keceriaan sore hari di tepian Sungai Citarum, yang membatasi Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, dengan Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, tiba-tiba berubah menjadi duka mendalam. Keempat remaja tersebut, termasuk Wildan dan Daarul, memilih untuk menghabiskan waktu dengan berenang. Padahal, area sungai di lokasi tersebut memiliki kedalaman bervariasi antara empat hingga delapan meter, sebuah kedalaman yang tentu saja sangat berisiko, terutama bagi anak-anak.
Laporan mengenai insiden tenggelam ini pertama kali diterima oleh anggota penyelamatan (Rescue) Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, Wawan Gunawan, sekitar pukul 16.12 WIB. Tanpa menunda, tim penyelamat segera meluncur ke lokasi kejadian. "Setibanya kami di TKP, suasana sudah ramai oleh warga dan aparat setempat yang berupaya keras melakukan pencarian," ungkap Wawan, seraya menambahkan bahwa pencarian awal dilakukan secara manual menggunakan perahu seadanya oleh masyarakat.
Upaya Pencarian Heroik Petugas Gabungan
Melihat kondisi yang mendesak, proses pencarian segera ditingkatkan dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi. Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, TNI, Polri, serta pemerintah setempat bahu-membahu menyisir derasnya aliran Citarum. Harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat terus membara di tengah kegelapan yang mulai menyelimuti.
Sekitar satu jam setelah laporan diterima, kabar duka pertama datang. "Korban pertama atas nama Wildan berhasil ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB," jelas Wawan. Tidak berselang lama, hanya sekitar 20 menit kemudian, korban kedua, Daarul, juga ditemukan. Keduanya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Setelah dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Tegalluar untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dikebumikan.
Peringatan dan Pelajaran dari Tragedi
Kapolsek Ciparay, AKP Sugiharto Rudi Hartono, turut mengonfirmasi penemuan kedua korban meninggal dunia. "Kedua korban tenggelam ditemukan perkiraan sekitar jam 17.00 WIB," ujarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari RSUD Bedas Tegalluar, penyebab kematian kedua anak tersebut dipastikan karena tenggelam.
Menurut keterangan saksi dan teman-teman korban, peristiwa tragis ini terjadi ketika Wildan dan Daarul, yang kemungkinan besar kehabisan tenaga, tidak mampu menepi ke pinggir sungai. Ironisnya, kedua korban dan teman-temannya memang dikenal sering berenang di lokasi tersebut. "Anak-anaknya memang bisa berenang dan mereka itu teman sekolah. Suka berenang di situ juga," tambah Wawan Gunawan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang mengintai di perairan terbuka, terutama bagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan kadang meremehkan risiko. Sungai Citarum, dengan arusnya yang kuat dan kedalamannya yang bervariasi, bukanlah tempat yang aman untuk aktivitas berenang tanpa pengawasan ketat dan perlengkapan keselamatan yang memadai. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama saat berada di dekat area perairan.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar