x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger

Sorajabar.com - Dunia Reptil seringkali identik dengan hobi yang digandrungi orang dewasa, khususnya kaum pria. Namun, sebuah kisah dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini berhasil membalikkan pandangan tersebut. Seorang siswi sekolah dasar mendadak viral dan mencuri perhatian jagat maya berkat kedekatannya yang luar biasa dengan seekor ular King Koros berukuran besar.

Meisa Arifa Kartiwa, atau akrab disapa Caca, adalah sosok di balik fenomena unik ini. Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, siswi kelas 2 SD ini menunjukkan keberanian yang tak biasa, menjadikan ular sebagai sahabat karibnya. Bahkan, dalam sebuah video yang beredar luas, Caca terlihat santai memegang dan mengajak bermain ular kesayangannya, Zoro, yang memiliki panjang mencapai 2 meter, tanpa sedikitpun raut wajah takut.

Siapa Sebenarnya Ular King Koros?

Ular yang menjadi sahabat Caca ini adalah jenis King Koros (Ptyas carinata), spesies dari keluarga Colubridae yang banyak tersebar di Asia Tenggara. Penting untuk diketahui, meskipun memiliki ukuran yang cukup besar dan sering disalahpahami, King Koros sebenarnya tidak memiliki bisa. Ini berbeda jauh dengan King Kobra yang dikenal mematikan.

Caca sendiri mengaku sudah akrab dengan ular sejak usia dini. "Dari sebelum sekolah memang suka main sama ular. Yang di video itu namanya Zoro ular King Koros. Tapi masih banyak yang lain di rumah," kata Caca pada 27 April 2026, membagikan rutinitasnya yang tak biasa.

Bukan Sekadar Hobi, Ini Soal Didikan Ayah

Keberanian Caca tentu bukan tanpa alasan. Rata-rata ular yang ia ajak bermain telah melalui proses domestikasi atau penjinakan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, Jepi Kartiwa, yang memang seorang ahli reptil. "Nggak takut, kan sudah dibuat jinak sama ayah. Makanya sampai tidur juga sama Zoro atau ular yang lain," ungkap Caca polos.

Darah pecinta reptil ini memang mengalir dari sang ayah. Jepi Kartiwa menceritakan bahwa putri keduanya itu sudah akrab dengan hewan melata sejak usia 3 tahun. Ketertarikan Caca muncul karena sering melihat aktivitas ayahnya dalam menangani ular hasil evakuasi. Jepi sendiri dulunya sering berkumpul dan belajar soal penanganan ular bersama komunitas Sahabat Alam, termasuk dengan konten kreator seperti Dede Inoen. Hal ini membuat rumah mereka memiliki koleksi ular hasil rescue, yang kemudian dirawat dan dimainkan oleh Caca.

Uniknya, sebelum jatuh cinta pada ular, Caca kecil ternyata sudah berani berinteraksi dengan hewan ekstrem lainnya. Jepi menceritakan bagaimana anaknya itu kerap menangkap kalajengking dengan tangan kosong saat masih balita. "Awalnya malah yang ditangkap itu kalajengking. Kemudian baru main ular," ujarnya.

Ikatan Batin Caca dan Zoro yang Mengharukan

Ikatan batin antara Caca dan ular kesayangannya, Zoro, terbilang sangat kuat. Jepi mengisahkan sebuah momen emosional ketika Caca melakukan aksi mogok makan hanya karena Zoro tidak ada di rumah. "Pernah sekali saya coba sembunyiin ularnya, bilang dipinjam teman saya untuk ngonten. Langsung nangis saat pulang sekolah. Kemudian tidak mau makan sampai besoknya," kenang Jepi.

Meskipun membebaskan anaknya bermain dengan reptil, Jepi tetap menerapkan aturan keselamatan yang sangat ketat. Caca hanya diizinkan menyentuh ular yang tidak berbisa atau yang memiliki tingkat bisa rendah. "Saya sekaligus edukasi juga, mana saja ular yang berbisa atau bisanya mematikan. Itu jangankan dipelihara, ditangkap atau dimainkan tidak boleh karena berbahaya. Untungnya anak saya ini penurut, dan cepat pahamnya. Makanya hanya koleksi King Koros, sanca, serta ular tidak berbisa ataupun yang bisanya kategori ringan," terang Jepi.

Mimpi Caca dan Pesan Panji Petualang

Caca kini memiliki cita-cita yang tak biasa bagi anak perempuan seusianya, yakni menjadi pawang ular profesional. Jepi mendukung penuh impian tersebut, namun tetap menekankan bahwa menjadi pawang membutuhkan pengetahuan mendalam, bukan sekadar nyali.

Keahlian Caca dalam menenangkan reptil pun seringkali membuat takjub. Ular yang baru saja dievakuasi dari pemukiman warga dan masih dalam kondisi stres pun bisa mendadak tenang saat berada di tangan bocah kelas 2 SD ini. "Pernah dapat ular baru evakuasi dari rumah warga. Begitu dipegang sama Caca langsung nurut ularnya, jadi tenang. Mungkin karena sudah lama dengan ular, jadi bisa memahami karakter ular," pungkas Jepi.

Fenomena Caca ini pun turut dikomentari oleh Panji Petualang, konten kreator sekaligus ahli reptil ternama. Panji menyambut baik aksi Caca yang dapat memberikan nilai positif untuk tidak memusuhi alam. Namun, ia juga berpesan agar kisah ini tidak memicu tren 'fear of missing out' (FOMO) pada anak-anak lain yang bisa berujung fatal.

  • Panji menekankan pentingnya peran orang tua dan profesional dalam mencegah FOMO.
  • Ia menegaskan bahwa aksi Caca aman karena dilakukan di bawah pemantauan orang tua yang paham tentang ular.
  • Panji juga berharap aksi Caca dapat mengedukasi masyarakat agar tidak langsung membunuh ular yang ditemui dan tidak mengaitkannya dengan hal mistis.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger
  • Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger
  • Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger
  • Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger
  • Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger
  • Bocah SD Cianjur Bersahabat dengan Ular King Koros Bikin Geger

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW