x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026

Sorajabar.com - Semangat kebersamaan dan ibadah kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 telah memicu geliat ekonomi yang luar biasa di sektor peternakan Jawa Barat. Dari Kabupaten Bandung hingga Kota Sukabumi, permintaan akan Hewan Kurban seperti sapi dan domba melonjak tajam, bahkan melampaui ekspektasi para pengusaha. Fenomena ini menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap kuat, meskipun dihadapkan pada beberapa tantangan seperti kenaikan harga dan dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menghantui.

Geliat Bisnis Kurban di Kabupaten Bandung: Permintaan Melejit

Peternakan "Rumah Kurban" yang berlokasi di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu saksi bisu lonjakan permintaan yang signifikan. Heru Sasongko (47), pengelola Rumah Kurban, mengaku kewalahan menghadapi antusiasme konsumen. "Penjualan tahun sekarang lebih menjanjikan daripada tahun kemarin," ungkap Heru. Ia bahkan masih harus mencari pasokan tambahan untuk memenuhi pesanan sekitar 50 konsumen yang belum mendapatkan jatah sapi.

Rumah Kurban mengelola total 200 ekor sapi yang tersebar di Cilengkrang, Majalaya, dan Arjasari. Sementara 60 ekor sapi dikelola langsung di peternakan Cilengkrang. Pasokan sapi didatangkan dari berbagai daerah, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. Mengenai harga, sapi dari Bali ditawarkan sekitar Rp24,5 juta per ekor, sedangkan sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sedikit lebih tinggi, yakni Rp25 juta per ekor. Perbedaan harga ini disesuaikan dengan karakteristik fisik dan asal hewan.

Menariknya, terdapat perbedaan segmen pasar. Jika konsumen umum atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mencari sapi dengan bobot standar, para pejabat justru memiliki preferensi khusus. "Biasanya kalau pejabat mah seleranya yang berat sapi 300 kilogram ke atas, sampai 1 ton. Harganya bisa di antara Rp100 juta sampai Rp150 juta lebih," beber Heru, menambahkan bahwa pesanan dari kalangan pejabat seringkali datang mepet dengan hari-H kurban.

Demi menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban, Heru rutin memberikan jamu dan vitamin untuk meningkatkan imunitas sapi. Ini penting untuk memastikan sapi tidak mudah stres, terutama menjelang pengiriman yang mayoritas ditujukan ke wilayah Jabodetabek. Setiap hewan kurban yang dijual telah melalui pemeriksaan ketat dan dilengkapi surat kesehatan, memastikan kelayakan dan keamanan untuk dikurbankan.

Dampak PMK dan Kenaikan Harga di Kota Sukabumi: Penjualan Tetap Moncer

Situasi serupa juga terpantau di Kota Sukabumi, di mana harga sapi kurban mengalami kenaikan signifikan menjelang Idul Adha 2026. Namun, lonjakan harga ini tidak menyurutkan daya beli masyarakat. Lapak penjualan hewan kurban "Sukabumi Kurban" di Jalan Cemerlang, Warudoyong, misalnya, tetap ramai dikunjungi pembeli.

Muhammad Ilham, pemilik Sukabumi Kurban, menjelaskan bahwa lapaknya menyediakan puluhan sapi dari berbagai jenis, termasuk Simental, Limousin, Pegon, hingga PO. Sapi terberat berjenis Simental dengan bobot 800 kilogram dijual seharga Rp55 juta. Pasokan sapi masih banyak didominasi dari luar daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Magetan. Hal ini disebabkan oleh dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menyebar di sejumlah wilayah peternak lokal.

"Kalau dulu bobot 500 kilogram itu paling Rp37 juta sampai Rp40 juta. Sekarang bisa Rp50 juta," jelas Ilham, menyoroti kenaikan harga mencapai sekitar 15 persen. Meskipun demikian, daya beli masyarakat Sukabumi disebutnya belum terlalu terdampak, bahkan banyak pembeli yang langsung melakukan transaksi tanpa banyak menawar. Dari sekitar 50 ekor sapi yang disediakan, 40 ekor di antaranya telah terjual, mayoritas kepada pembeli dari Sukabumi.

Ilham memperkirakan puncak penjualan hewan kurban biasanya terjadi lima hari menjelang Idul Adha. Pada periode krusial ini, aktivitas transaksi akan semakin meningkat, meskipun ia mengakui adanya tantangan tersendiri bagi penjual karena harga beli dari pemasok juga tinggi, membuat margin keuntungan menjadi tipis.

Memastikan Kualitas dan Keamanan Hewan Kurban untuk Ibadah Terbaik

Baik di Kabupaten Bandung maupun Kota Sukabumi, para pengelola peternakan kurban menempatkan prioritas tinggi pada kesehatan dan kelayakan hewan. Pemeriksaan rutin, pemberian vitamin, hingga surat kesehatan hewan menjadi standar wajib sebelum hewan-hewan ini dipasarkan kepada konsumen. Upaya ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah kurban. Memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat adalah langkah awal menuju ibadah yang sempurna.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026
  • Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026
  • Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026
  • Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026
  • Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026
  • Bisnis Kurban Melejit di Jabar Jelang Idul Adha 2026

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW