Bintang Baru Jabar Muhammad Albian Raih Juara Bulutangkis
Sorajabar.com - Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai penonton memenuhi GOR Dojo, Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi pada Jumat, 1 Mei 2026. Atmosfer kompetisi memanas ketika dua pasangan Bulutangkis remaja saling beradu skill di partai final ajang Pekan Olahraga Integrasi Siswa dan Masyarakat (Porismas) 2026. Setiap reli disajikan dengan kecepatan kilat, penuh dengan smash keras, drop shot tipis yang mengecoh, dan penyelamatan dramatis yang membuat decak kagum tak henti-hentinya.
Di tengah ketegangan yang memuncak, satu nama muncul sebagai bintang. Pasangan ganda putra dari SMK Nurul Ikhwan berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara. Salah satu pilar kemenangan mereka, Muhammad Rizki Albian, tak bisa menyembunyikan rasa harunya usai pertandingan. "Senang banget, Alhamdulillah. Ini juga pertama kali saya ikut, kemarin sempat nggak ikut," ungkap Albian, dengan napas tersengal namun senyum merekah.
Perjalanan Menuju Podium Juara yang Penuh Tantangan
Perjalanan Albian dan pasangannya, Alfadhli Abdillah, menuju gelar juara tidaklah mudah. Partai final bulutangkis Porismas 2026 ini berjalan sangat ketat, memaksa mereka bermain hingga tiga set penentuan. Mereka menunjukkan dominasi di set pertama dengan skor 21-14. Namun, lawan tak menyerah begitu saja, berhasil merebut set kedua dengan skor 15-21, membuat suasana semakin mendebarkan. Mentalitas juara Albian dan Alfadhli teruji di set ketiga, di mana mereka berhasil mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 21-11.
"Yang paling sulit tadi pas semifinal sama final," kenang siswa kelas 11 itu. Ungkapan ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan di babak-babak krusial. Yang menarik, kemenangan gemilang ini diraih tanpa persiapan panjang sebagai pasangan tetap. Albian dan Alfadhli berasal dari klub yang berbeda dan baru dipasangkan khusus untuk mewakili sekolah mereka di ajang Porismas. "Latihan sih pasti, sama disiplin. Itu saja. Kalau untuk pasangan, ya saling percaya sama partner, saling ngobrol," beber Albian, menekankan pentingnya komunikasi dan kepercayaan antar partner.
Dari Kelas 5 SD Hingga Impian Pelatnas
Meski baru pertama kali membawa nama sekolah di ajang Porismas, Albian bukanlah nama baru di kancah bulutangkis. Ia mengaku sudah menekuni olahraga raket ini sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Berbagai turnamen dengan membawa nama klub telah diikutinya, termasuk di ajang bergengsi seperti di FISIP UI dan Bumi Siliwangi. Pengalaman ini membentuknya menjadi pemain dengan gaya yang agresif di lapangan.
Albian mengungkapkan kekagumannya pada atlet bulutangkis ganda putra Malaysia, Goh V Shem. "Menurut saya gaya mainnya mirip, lebih ke menyerang," katanya, menjelaskan preferensi permainannya yang selalu berusaha mengambil inisiatif menyerang. Dengan semangat membara, Albian menatap masa depan yang lebih cerah. Kemenangan di Porismas ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk mewujudkan impiannya menembus level nasional, bahkan hingga Pelatnas. "Pengennya bisa masuk Pelatnas," ucapnya mantap, menunjukkan ambisi besar seorang atlet muda dari Jawa Barat.
Porismas Sebuah Wadah Positif untuk Generasi Muda Sukabumi
Gelaran Porismas 2026 mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Kepala Setukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Dirin, menilai ajang yang berlangsung selama tiga hari ini berjalan semarak dan sukses. "Porismas ini sudah berlangsung tiga hari dan lumayan ramai. Antusiasnya sangat bagus. Kami berharap ini bisa diambil hikmahnya, terutama sebagai kontribusi untuk kabupaten kota, khususnya dalam kemajuan olahraga generasi muda," ujarnya.
Dirin menegaskan pentingnya ajang olahraga seperti Porismas sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan energi mereka ke arah yang lebih konstruktif. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjauhkan para pemuda dari aktivitas negatif seperti geng motor atau narkoba, dan sebaliknya, mendorong mereka untuk meraih prestasi di bidang olahraga. "Responsnya luar biasa. Saya berharap pemuda-pemuda di sini tidak ke geng motor atau narkoba, tapi membina prestasi olahraga," tegasnya.
Dukungan nyata dari pemerintah daerah juga sangat diharapkan. Brigjen Pol Dirin mendorong adanya program pembinaan atau beasiswa bagi atlet-atlet muda berprestasi agar potensi yang sudah terlihat bisa terus diasah dan berkembang.
Harapan untuk Dukungan yang Lebih Besar dari Pemerintah Daerah
Komandan Resimen Desaka Dhira Pradipha Angkatan ke-55, Berlin Sinaga, menjelaskan bahwa persiapan Porismas 2026 telah dimulai sejak akhir Februari. Meskipun di tengah padatnya aktivitas pendidikan di Setukpa, panitia tetap berkomitmen penuh untuk menyukseskan acara tersebut. "Di tengah kegiatan rutin seperti PBM, olahraga, dan pembinaan fisik, kami tetap fokus mempersiapkan Porismas ini," ungkap Berlin.
Berlin menambahkan bahwa Porismas merupakan kelanjutan dari tradisi lama yang sudah berlangsung sejak era Akademi Kepolisian, sehingga memiliki nilai historis dan pembinaan yang kuat. Meski mengakui ini adalah pengalaman perdana dalam kepanitiaan, Berlin menilai pelaksanaan kegiatan sudah berjalan maksimal. Panitia memberikan apresiasi berupa medali, piagam, dan uang pembinaan kepada para atlet berprestasi. Ke depan, mereka berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat lebih ditingkatkan lagi. "Harapan kami, pemerintah bisa lebih banyak terlibat lagi. Karena ini bukan hanya kegiatan Setukpa, tapi juga membawa nama baik Kota Sukabumi," pungkasnya, menekankan sinergi antara berbagai pihak untuk kemajuan olahraga di Jawa Barat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar