x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan

Sorajabar.com - Era digital membawa kemudahan berbagi informasi, termasuk momen berharga anak-anak di Media Sosial. Namun, kebiasaan mengunggah foto, video, atau aktivitas si kecil, yang dikenal sebagai 'sharenting', ternyata menyimpan risiko serius terhadap keamanan dan privasi digital mereka. Apa saja bahayanya dan bagaimana cara menghindarinya?

Mengenal Lebih Dekat Ancaman Sharenting

Riset terbaru dari Kaspersky bekerja sama dengan Singapore Institute of Technology (SIT) menyoroti bagaimana unggahan yang terlihat sederhana di internet dapat dimanfaatkan untuk berbagai penyalahgunaan data pribadi anak. Bayangkan, dari sekadar foto senyum ceria, data tersebut bisa digunakan untuk pelacakan lokasi, pembuatan profil digital yang mendalam, bahkan hingga potensi pencurian identitas di masa depan. Riset bertajuk “Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children's Data” ini melibatkan 152 responden dari sembilan negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, dan Mesir.

Studi ini tidak hanya mengungkap potensi ancaman, tetapi juga meneliti bagaimana orang tua di berbagai negara memandang risiko saat membagikan kehidupan anak di ranah digital, serta langkah-langkah perlindungan yang mereka ambil untuk menjaga privasi keluarga. Trisha Octaviano, Senior Manager Cyber Safety Education Asia Pasifik Kaspersky, menjelaskan bahwa di balik manfaat media sosial sebagai sarana berbagi pengalaman dan membangun koneksi, terdapat ancaman siber yang sering luput dari perhatian. Ia menambahkan, seiring bertambahnya usia orang tua, kesadaran terhadap ancaman digital dan risiko dunia nyata umumnya meningkat, mendorong mereka untuk lebih aktif melindungi anak-anaknya.

Kesadaran Orang Tua dan Peran Ibu yang Lebih Protektif

Kabar baiknya, hasil penelitian menunjukkan mayoritas orang tua mulai memahami pentingnya menjaga jejak digital anak. Sebanyak 85 persen responden mengaku tidak mengunggah informasi sensitif seperti tanggal lahir, alamat rumah, atau identitas sekolah anak. Ini adalah langkah awal yang positif! Selain itu, sekitar 84 persen responden membatasi akses unggahan hanya untuk keluarga atau kerabat dekat, sementara 80 persen lainnya menonaktifkan fitur berbagi ulang agar konten tidak mudah disebarkan pihak lain. Hal yang tak kalah penting, sekitar 78 persen orang tua memilih mematikan fitur metadata dan geotagging pada foto, langkah cerdas untuk mencegah kebocoran informasi lokasi anak secara tidak sengaja.

Temuan menarik lainnya dari penelitian ini adalah bagaimana ibu cenderung lebih berhati-hati dibandingkan ayah dalam aktivitas berbagi konten anak di media sosial. Riset ini menyebutkan bahwa naluri protektif ibu di dunia nyata juga terbawa ke ruang digital. Para ibu dinilai lebih percaya diri dalam menerapkan langkah-langkah keamanan privasi dan lebih yakin terhadap pentingnya perlindungan data anak-anak mereka. Jiow Hee Jhee, Wakil Direktur Academy of Learning and Teaching SIT, menekankan bahwa banyak orang tua belum menyadari bahwa unggahan sederhana sekalipun dapat meninggalkan jejak digital jangka panjang bagi anak-anak. “Berbagi momen keluarga secara daring memang dapat menciptakan koneksi dan dukungan, tetapi juga dapat mengekspos anak-anak pada risiko yang sering kali tidak terlihat seperti profiling, pelacakan yang tidak diinginkan, dan penyalahgunaan informasi pribadi,” jelasnya.

Langkah Praktis Melindungi Jejak Digital Anak Anda

Perlindungan jejak digital anak dimulai dari keputusan kecil sehari-hari yang dilakukan orang tua saat menggunakan media sosial. Untuk meminimalisir risiko sharenting, para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan berikut:

  • Atur Akun Media Sosial ke Mode Privat: Pastikan hanya orang-orang yang Anda kenal dan percayai yang dapat melihat unggahan Anda.
  • Hapus Metadata dan Lokasi pada Foto: Sebelum mengunggah, periksa pengaturan kamera ponsel atau aplikasi pengedit foto Anda untuk memastikan fitur geotagging dan metadata lainnya sudah dinonaktifkan.
  • Batasi Informasi Pribadi Anak: Hindari mengunggah detail seperti tanggal lahir lengkap, nama sekolah, atau alamat rumah yang spesifik.
  • Rutin Cek Pengaturan Privasi: Media sosial sering memperbarui kebijakannya. Luangkan waktu untuk secara berkala meninjau dan menyesuaikan pengaturan privasi akun Anda.
  • Hindari Unggahan Lokasi Rutin Anak: Jangan membagikan foto atau video yang jelas menunjukkan lokasi rutin anak seperti gerbang sekolah, tempat les, atau klub olahraga. Informasi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Edukasi dan Pengawasan Digital: Berikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya privasi digital seiring bertambahnya usia mereka, dan awasi aktivitas digital anak secara bijak.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kita sebagai orang tua dapat terus berbagi kebahagiaan anak di media sosial tanpa mengorbankan keamanan dan privasi masa depan mereka. Keputusan kecil hari ini adalah investasi besar untuk Keamanan Digital anak di kemudian hari.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan
  • Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan
  • Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan
  • Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan
  • Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan
  • Bahaya Sharenting Mengintai Anak, Jangan Unggah Sembarangan

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW