Anggaran Majalengka Turun Drastis Bupati Eman Pastikan Pelayanan Tetap Gaspol
Sorajabar.com - Kabupaten Majalengka, salah satu wilayah di Jawa Barat, kini tengah dihadapkan pada tantangan fiskal yang tidak ringan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penyusutan signifikan, memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, Bupati Majalengka, Eman Suherman, dengan tegas menyatakan bahwa kondisi ini tidak akan menyurutkan semangat pemerintah daerah untuk terus memberikan pelayanan dan melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan warga. Lantas, bagaimana strategi Pemkab Majalengka menghadapi keterbatasan ini?
Realita Anggaran Majalengka Menyusut Drastis
Bupati Eman Suherman menjelaskan bahwa kondisi fiskal Majalengka saat ini memang berbeda jauh dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ia menyoroti masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020, di mana total anggaran daerah Majalengka sempat menyentuh angka fantastis Rp 3,5 triliun. Namun, proyeksi APBD untuk tahun 2026 menunjukkan angka yang jauh lebih rendah, yakni sekitar Rp 2,9 triliun. Ini berarti ada penyusutan anggaran kurang lebih Rp 600 miliar, sebuah angka yang cukup signifikan.
Penurunan drastis ini, menurut Eman, bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utamanya adalah adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi anggaran, baik di tingkat APBN maupun APBD. Selain itu, Majalengka juga tidak lagi menerima Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang sebelumnya menjadi salah satu penopang penting bagi keuangan daerah. Kombinasi kedua faktor inilah yang menyebabkan APBD Majalengka "terpangkas" cukup besar.
Komitmen Pemkab Majalengka Tetap "Gas Pol"
Meski dihadapkan pada situasi yang menantang ini, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan patah semangat. Filosofi "gas pol" dalam melayani masyarakat tetap menjadi pegangan utama. "Kita tidak boleh patah semangat. Tetap harus gas pol dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya, memberikan suntikan optimisme.
Dalam kondisi anggaran yang terbatas, Pemkab Majalengka dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat harus diseimbangkan dengan kemampuan fiskal daerah yang ada. Sektor-sektor vital seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta pelayanan dasar masyarakat lainnya tetap menjadi fokus utama. Anggaran yang tersedia akan dimaksimalkan penggunaannya agar benar-benar memberikan dampak langsung dan signifikan bagi kehidupan warga Majalengka.
Eman juga menekankan bahwa proses pembangunan memerlukan tahapan dan waktu. Tidak semua program bisa diselesaikan secara instan. Ini adalah bagian dari upaya realistis pemerintah untuk memastikan setiap rupiah anggaran dialokasikan secara efektif dan tepat sasaran. Prioritasi program jangka pendek dan menengah yang paling mendesak akan menjadi kunci dalam menjaga roda pembangunan tetap berputar.
Kolaborasi dan Dukungan Masyarakat Jadi Kunci
Membangun daerah bukanlah tugas pemerintah sendirian. Bupati Eman Suherman sangat berharap adanya dukungan dan kepercayaan penuh dari masyarakat. Ia menyadari bahwa harapan dan aspirasi warga sangat besar, dan pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik, meskipun belum semuanya dapat direalisasikan dalam waktu singkat.
Untuk jangka panjang, Pemkab Majalengka juga tidak berdiam diri. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Salah satunya adalah dengan membuka peluang investasi seluas-luasnya, yang diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja. Selain itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi-potensi yang ada juga menjadi agenda penting. Dengan demikian, diharapkan ketergantungan terhadap anggaran pusat dan provinsi dapat berkurang, dan Majalengka bisa lebih mandiri secara finansial.
Pemerintah Majalengka ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil transparan dan akuntabel. Keterbatasan anggaran justru menjadi momentum untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber daya dan mengelola program pembangunan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Majalengka optimis dapat melewati masa sulit ini dan terus melaju menuju masa depan yang lebih baik.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar