Viral! Gadis 8 Tahun Asal Cianjur Akrab Tidur dengan Ular King Koros
Sorajabar.com - Dunia maya kembali dihebohkan dengan kisah seorang bocah perempuan asal Cianjur, Jawa Barat, yang memiliki 'sahabat' tak biasa. Perkenalkan Caca, siswi kelas 2 SD berusia 8 tahun dari Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, yang sejak kecil sudah akrab dengan Reptil melata, khususnya ular. Kisahnya menjadi viral setelah aksinya membawa ular King Koros kesayangannya ke sekolah tersebar luas, memicu decak kagum sekaligus rasa penasaran.
Bukan sekadar berani memegang, Caca bahkan dikenal sebagai pawang ular cilik di daerahnya. Sebuah predikat yang jarang disandang, apalagi oleh seorang anak perempuan. Keberaniannya ini bukan datang tiba-tiba, melainkan dipupuk sejak ia berusia tiga tahun, berkat sang ayah yang juga seorang penjinak ular.
Sejarah Kedekatan Caca dan Ular King Koros Kesayangan
Meisa Arifa Kartiwa, atau akrab disapa Caca, mulai mengenal dunia reptil sejak usianya masih sangat belia. Sang ayah, Jepi Kartiwa, yang sering mengevakuasi ular liar dari rumah warga, kerap membawa pulang ular-ular tersebut. Dari sinilah ketertarikan Caca tumbuh. Ia mulai memberanikan diri menyentuh dan berinteraksi dengan ular yang tidak berbisa.
Pada tahun 2025, sebuah King Koros sepanjang 1,4 meter ditemukan oleh Jepi. Setelah melalui proses penjinakan, ular tersebut diserahkan kepada Caca untuk dirawat. Dari sekian banyak ular yang pernah singgah di rumahnya, King Koros yang diberi nama Zoro ini menjadi yang paling disayangi oleh Caca. Kini, Zoro telah tumbuh menjadi ular sepanjang lebih dari 2 meter dan menjadi teman setia Caca dalam berbagai aktivitasnya.
Lebih dari Sekadar Peliharaan: Teman Tidur Caca
Kedekatan Caca dengan Zoro memang di luar nalar kebanyakan orang. Ular King Koros yang tidak berbisa itu tidak hanya diajak bermain di siang hari, tetapi juga sering menemani Caca tidur di malam hari. Jepi Kartiwa memastikan bahwa hal ini aman karena Zoro adalah jenis ular yang tidak memiliki bisa mematikan. Ayah Caca selalu mengawasi dan melarang keras anaknya berinteraksi dengan ular berbisa sebelum Caca benar-benar memahami cara penanganan yang aman.
Bukan hanya dengan Zoro, kedekatan Caca dengan dunia reptil membuatnya memiliki kemampuan unik. Ular-ular yang baru dievakuasi dan masih liar, seringkali menjadi tenang dan jinak di tangan Caca. Kemampuannya ini menunjukkan tidak hanya keberanian, tetapi juga pemahaman mendalam tentang karakter dan perilaku ular.
Cita-cita Mulia: Menjadi Pawang Ular Profesional
Kecintaan Caca terhadap ular dan reptil tidak berhenti pada sekadar hobi. Ia memiliki cita-cita mulia untuk menjadi pawang ular atau ahli reptil profesional ketika dewasa nanti. Sebuah cita-cita yang tidak umum, terutama bagi seorang gadis kecil.
Untuk mewujudkan impiannya, Caca tidak hanya mengandalkan keberanian semata. Ia secara aktif belajar tentang berbagai jenis ular, cara menangkap, merawat, hingga memahami ekologi reptil. Sang ayah pun senantiasa mendukung dan membimbing Caca agar ia tidak hanya berani, tetapi juga berbekal pengetahuan yang memadai.
Viral di Media Sosial: Ular dalam Tas Sekolah
Kisah Caca menjadi sorotan publik setelah video dirinya membawa ular King Koros di dalam tas sekolahnya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Caca yang masih mengenakan seragam SD terlihat santai memegang ular kesayangannya, seolah itu adalah mainan biasa. Banyak warganet yang takjub sekaligus terheran-heran melihat keberanian dan kedekatan Caca dengan Zoro. Insiden ini semakin mengukuhkan status Caca sebagai "pawang ular cilik" yang unik dan inspiratif dari Cianjur.
Kisah Caca adalah bukti bahwa rasa cinta dan pemahaman dapat menjembatani perbedaan antara manusia dan hewan, bahkan dengan hewan yang sering ditakuti seperti ular. Keberanian dan semangat belajar Caca patut diacungi jempol, menjadikannya inspirasi bagi banyak orang.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar