x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja

Sorajabar.com - Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tengah dihadapkan pada tantangan serius terkait tingginya angka pengangguran. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor gencar dilakukan demi menciptakan lapangan kerja yang signifikan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara tegas mengidentifikasi akar permasalahan utama: adanya diskoneksi antara kompetensi lulusan dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri. "Persoalan utama kita saat ini adalah adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Ini yang harus kita benahi bersama agar peluang kerja yang ada bisa benar-benar diisi oleh putra-putri daerah," tegas Dian.

Menjembatani Kesenjangan: Pendidikan dan Industri Harus Selaras

Problem Ketenagakerjaan bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari ekosistem yang belum sepenuhnya terintegrasi. Dian menekankan bahwa penyelesaian isu ini memerlukan kolaborasi komprehensif dari pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku usaha. Kunci utamanya adalah penyamaan persepsi untuk mewujudkan 'link and match' yang berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang menghasilkan lulusan, tetapi lulusan yang siap kerja dan relevan dengan pasar.

Membuka Pintu Investasi: Peran Penting RTRW dan Kawasan Industri

Salah satu langkah konkret yang ditempuh Pemkab Kuningan adalah percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dokumen ini krusial sebagai landasan hukum yang kuat untuk menarik investasi. Tanpa RTRW yang jelas, investor akan ragu menanamkan modalnya. Untuk mendukung hal ini, Pemkab Kuningan telah memproyeksikan kawasan industri di wilayah Kuningan Timur. Kawasan ini diharapkan menjadi magnet bagi investor dan secara masif menyerap tenaga kerja lokal.

  • RTRW: Fondasi legal untuk menarik investasi dan menciptakan kepastian.
  • Kawasan Industri Kuningan Timur: Zona khusus yang dirancang untuk menarik pabrik dan bisnis, sekaligus menjadi pusat penyerapan tenaga kerja.
  • Minat Investor: Beberapa investor telah menunjukkan ketertarikan, menjanjikan puluhan ribu lapangan kerja baru.

“Beberapa investor sudah menunjukkan ketertarikan, dengan kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan siap kerja,” ujar Dian, optimistis.

Meningkatkan Daya Saing Melalui Pemagangan dan Pelatihan Vokasi

Dalam menghadapi persaingan global, Pemkab Kuningan juga mendorong program pemagangan bagi putra-putri daerah. Program ini dianggap strategis karena tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga mengasah karakter dan etos kerja (soft skill) para peserta, yang seringkali menjadi penentu keberhasilan di dunia kerja.

Proyeksi kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang mencapai puluhan ribu orang. Data ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan angkatan kerja, namun tingkat pengangguran tetap menjadi prioritas yang harus ditanggulangi. Oleh karena itu, persiapan SDM menjadi sangat vital.

Kolaborasi Kemenaker: Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Senada dengan upaya Pemkab Kuningan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Sesditjen Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Memey Meirita Handayani, menegaskan bahwa pengelolaan sektor tenaga kerja adalah tanggung jawab kolektif. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri; peran sektor industri sangat sentral dalam menciptakan lapangan kerja.

Kemenaker menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Pemkab Kuningan, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi yang terintegrasi. Pelatihan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan investor serta potensi unggulan daerah, seperti pariwisata, pertanian, dan kehutanan. Target Kemenaker cukup ambisius: tingkat penempatan peserta pelatihan mencapai 80 persen.

“Yang menciptakan lapangan kerja adalah industri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah hadir untuk menyiapkan SDM melalui pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” pungkas Memey.

Waspada Penipuan: Imbauan Terhadap Tawaran Kerja Ilegal di Luar Negeri

Di tengah semangat menciptakan peluang kerja, Bupati Dian juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat. Ia meminta warga untuk senantiasa waspada terhadap iming-iming program kerja di luar negeri yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang tidak menempuh prosedur resmi. Ini merupakan upaya preventif untuk mencegah kasus pekerja migran ilegal yang berpotensi mengarah pada praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Saya minta masyarakat untuk tidak mudah tergiur. Pastikan semua melalui jalur resmi dan konsultasikan dengan Disnakertrans agar tidak menjadi korban,” tegasnya, mengingatkan pentingnya jalur legal dan aman.

Melalui sinergi kuat antara Pemkab Kuningan, Kemenaker, dunia pendidikan, dan sektor industri, diharapkan Kabupaten Kuningan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif, menyerap SDM lokal, dan mengurangi angka pengangguran secara signifikan.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja
  • Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja
  • Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja
  • Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja
  • Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja
  • Strategi Kuningan Tekan Pengangguran Tembus Ribuan Peluang Kerja

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW