x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa

Sorajabar.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, banyak dari kita mencari pelarian. Pilihan pertama seringkali adalah hotel mewah dengan fasilitas lengkap untuk memanjakan diri. Namun, bagaimana jika ada sebuah hotel yang justru menawarkan pengalaman sebaliknya? Sebuah tempat yang sengaja dirancang tanpa kasur empuk, televisi, atau pendingin ruangan, melainkan sebuah sel minimalis yang menyerupai penjara. Konsep unik inilah yang ditawarkan oleh 'The Prison Inside Me', sebuah hotel di Korea Selatan yang belakangan menjadi buah bibir.

Berlokasi di negeri ginseng, The Prison Inside Me bukanlah sembarang penginapan. Alih-alih menyuguhkan kenyamanan ala bintang lima, hotel ini justru menghadirkan suasana yang jauh dari kemewahan. Bayangkan sebuah kamar dengan interior super sederhana: hanya ada tikar, meja kecil, dan fasilitas toilet seadanya. Tidak ada kasur empuk, sofa, televisi, pendingin ruangan, apalagi lemari pakaian. Sebuah konsep yang kontras dengan ekspektasi umum tentang sebuah hotel.

Lebih dari Sekadar Menginap: Sebuah Ruang Refleksi Diri

Konsep "penjara" yang diusung oleh The Prison Inside Me bukanlah sekadar gimmick untuk menarik perhatian, melainkan memiliki tujuan yang mendalam. Pemiliknya, Kwon Yong-Seok, seorang mantan pengacara yang kemudian beralih ke bisnis properti, bersama sang istri, merancang tempat ini sebagai oasis bagi jiwa yang lelah. Tujuan utamanya adalah mengajak para tamu untuk tidak hanya beristirahat secara fisik, tetapi juga untuk melakukan refleksi diri secara intens.

Kwon Yong-Seok sendiri mengalami titik balik dalam hidupnya. Ia menghabiskan sekitar 2 miliar won Korea (sekitar Rp 23 miliar) untuk membangun tempat ini pada tahun 2013. "Saat itu saya tidak tahu bagaimana caranya berhenti bekerja. Aku merasa seperti terseret arus tanpa kehendakku dan sepertinya aku tidak bisa mengendalikan hidupku sendiri," ungkapnya. Pengalaman pribadi inilah yang melatarbelakangi idenya untuk menciptakan ruang di mana orang bisa 'berhenti sejenak', menilik kembali perjalanan hidup, dan mengevaluasi diri.

Aturan Ketat Demi Ketenangan Batin

Untuk mencapai tujuan refleksi diri, The Prison Inside Me menerapkan aturan yang cukup ketat. Begitu masuk, ponsel, jam tangan, cermin, dan perlengkapan rias harus disimpan. Setiap kamar hanya ditempati oleh satu orang, memastikan privasi dan keheningan maksimal. Selama menginap, tamu diarahkan untuk menjalani aktivitas introspektif seperti meditasi, menulis jurnal, berdiam diri, hingga melakukan gerakan yoga ringan. Dalam keheningan, mereka diajak menatap dinding atau jendela, seolah menjalani pengalaman isolasi yang disengaja, namun dengan tujuan mulia: menemukan ketenangan batin.

Bahkan, pengalaman makan di sini pun unik. Saat waktu makan malam tiba, hidangan akan diantar ke kamar melalui lubang di pintu, persis seperti makanan yang disajikan di sel penjara. Jangan berharap menu bintang lima; makanannya pun disesuaikan dengan konsep sel, sederhana namun bergizi. Suasana hotel nyaris sunyi setiap harinya, bahkan ketika kamar terisi penuh, karena percakapan antar tamu sangat dibatasi. Kebanyakan tamu datang memang dengan niat untuk menjauh dari gangguan perangkat elektronik dan keramaian dunia luar.

Manfaat Tak Terduga dari Pengasingan Singkat

Banyak tamu yang telah merasakan manfaat dari konsep unik ini. Beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa The Prison Inside Me menawarkan kesempatan berharga untuk melepaskan perasaan tertekan yang sering muncul akibat tekanan pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. Dalam kesendirian dan keheningan, mereka menemukan ruang untuk memproses emosi, mengevaluasi prioritas, dan merencanakan langkah selanjutnya dengan pikiran yang lebih jernih.

Kwon Yong-Seok berharap, tempat ini bisa menjadi pengingat bagi setiap orang. "Saya hanya berharap tempat ini menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk merenungkan diri mereka sendiri. Terkadang saya berjalan mundur agar bisa melihat jalan yang telah saya lalui. Orang jarang melakukan itu dan hanya memikirkan jalan di depan. Saya rasa kita perlu mencoba untuk melihat ke belakang," tuturnya. Ini adalah sebuah ajakan untuk berani berhenti, melihat ke belakang, dan menemukan kembali arah hidup di tengah derasnya arus zaman.

Bagi Anda yang sedang mencari pengalaman menginap yang berbeda, jauh dari hingar bingar dunia modern, mungkin The Prison Inside Me bisa menjadi pilihan. Sebuah pengasingan singkat yang justru menawarkan kebebasan terbesar: kebebasan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa
  • Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa
  • Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa
  • Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa
  • Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa
  • Sensasi Menginap di Penjara Korea Demi Ketenangan Jiwa

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW