Sampah Plastik Jadi Solar Murah di Cimahi Inovasi Anak Bangsa
Sorajabar.com - Masalah sampah plastik bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan Lingkungan kita. Timbulan sampah yang terus meningkat, terutama plastik sekali pakai, seringkali berakhir di TPA atau dibakar, menimbulkan polusi yang merugikan. Namun, di tengah tantangan ini, sebuah Inovasi revolusioner muncul dari Kota Cimahi, Jawa Barat, memberikan harapan baru. Lewat tangan-tangan kreatif anak bangsa, sampah plastik kini tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan diubah menjadi sumber energi berharga: Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar terbarukan bernama Petasol.
Petasol: Solusi Cerdas dari Sampah Plastik Low Value
Terletak di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Bank Sumberdaya Sampah Induk - Melong 26 menjadi garda terdepan dalam upaya inovatif ini. Digagas oleh Lionardi Sutandi dan Wahyu Dharmawan, proyek ini adalah pelebaran sayap dari Bank Sampah Banjarnegara (BSB) di Jawa Tengah, yang telah sukses mengolah sampah plastik menjadi BBM solar sejak tahun 2014. Di Cimahi, inisiatif ini baru bergerak sejak Februari 2025, namun dampaknya sudah sangat terasa. Mereka memfokuskan diri pada pengolahan sampah plastik bernilai rendah (low value) yang selama ini sulit didaur ulang dan seringkali hanya berakhir dibakar.
Lionardi Sutandi mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari kegelisahan terhadap nasib sampah plastik low value. "Awalnya kami di bank sampah selalu bingung mau diapakan sampah plastik low value ini, akhirnya dibakar. Kami gelisah, kemudian coba cari solusi, ternyata bisa diubah menjadi BBM," jelasnya. Proses pengubahan ini menggunakan mesin pirolisis, sebuah teknologi canggih yang secara prinsip mengembalikan plastik ke bentuk asalnya. Plastik yang merupakan rantai karbon panjang, dipecah menjadi rantai karbon pendek (5-20 rantai karbon) yang merupakan karakteristik solar. Ini adalah bentuk inovasi cerdas yang memanfaatkan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap tak bernilai.
Kualitas Petasol Setara BBM Premium dengan Harga Terjangkau
Tentu muncul pertanyaan besar mengenai kualitas Petasol, BBM yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah. Wahyu Dharmawan menegaskan bahwa kualitas Petasol tidak main-main. "Cetane number dari produk kami ini antara 54 sampai 56," ujarnya. Angka ini jauh melampaui solar subsidi (cetane number 48) dan bahkan lebih tinggi dari solar non-subsidi di pasaran yang berkisar antara 51-53. Ini menunjukkan bahwa secara kualitas, Petasol setara dengan solar premium lainnya. Produk ini juga telah melalui 17 parameter uji produk BBM dan lolos uji performa sejauh 50.000 km, membuktikan keandalannya.
Dukungan terhadap inovasi ini datang dari berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian ESDM. Posisi Petasol semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang secara spesifik mendukung alat pengolahan sampah plastik menjadi minyak terbarukan. Saat ini, Petasol sedang dalam proses mendapatkan sertifikat niaga agar legalitasnya semakin kokoh. Pembatasan awal diberlakukan, di mana konsumen Petasol adalah mereka yang telah menyetor sampah plastik low value, serta masyarakat seperti petani dan nelayan.
Petasol untuk Siapa Saja? Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Petasol, yang merupakan singkatan dari Polyethylene to Alternatif Solar, diproduksi menggunakan mesin pirolisis generasi keenam dengan kapasitas mengolah 75 kilogram sampah plastik setiap hari. Dari jumlah tersebut, bisa dihasilkan sekitar 60 hingga 70 liter BBM solar. Jenis sampah plastik yang bisa diolah pun beragam, kecuali yang berbahan dasar PVC.
Lalu, siapa saja yang diuntungkan dari kehadiran Petasol? Lionardi menjelaskan bahwa target utamanya adalah masyarakat kecil yang sering kesulitan mengakses BBM, seperti petani yang tidak boleh membawa jerigen ke SPBU, serta nelayan. Selain itu, para pemborong alat berat juga menjadi konsumen utama. Bahkan, dengan kualitas premiumnya, Petasol juga bisa digunakan untuk mobil premium. Di tengah harga solar non-subsidi yang hampir menyentuh Rp24.000 per liter dan solar industri Rp33.000 per liter, Petasol hadir dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp15.000 per liter. Ini adalah angin segar yang sangat membantu perekonomian masyarakat.
Inisiatif Bank Sumberdaya Sampah Induk - Melong 26 di Cimahi ini bukan hanya sekadar upaya mengelola sampah, tetapi juga sebuah langkah maju dalam menciptakan kemandirian energi dan mendorong ekonomi kerakyatan. Dengan mengubah limbah menjadi berkah, Petasol membuktikan bahwa inovasi lokal memiliki potensi besar untuk menyelesaikan masalah global dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan banyak orang di Jawa Barat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar