x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba

Sorajabar.com - Musim hujan datang, dan bagi warga Rancamanyar, Bandung Selatan, ini bukan hanya tentang sejuknya udara atau rintik yang syahdu. Ini adalah tentang perjuangan harian melawan Kemacetan parah yang menjerat satu-satunya akses utama mereka: Jembatan Citarum. Sebuah jembatan kecil yang kini menjadi urat nadi mobilitas ribuan warga, berubah menjadi titik kemacetan tak berujung, terutama saat wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot dilanda banjir.

Kondisi geografis dan Infrastruktur Rancamanyar yang terbatas memperparah situasi. Jalanan yang sempit dan minimnya jalur alternatif membuat semua kendaraan dari berbagai arah, seolah dipaksa untuk bertemu di satu titik krusial. Akibatnya, penumpukan kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari, menguras waktu, tenaga, dan kesabaran para pengendara.

Kisah Perjuangan Arif Budi Menembus Macet Rancamanyar

Arif Budi, seorang jurnalis televisi di Bandung, adalah salah satu dari ribuan warga yang merasakan langsung dampak parahnya kemacetan ini. Sejak menetap di Rancamanyar pada tahun 2016, ia sudah akrab dengan rutinitas sulit menembus kemacetan demi mengejar waktu liputan. "Memang kalau musim hujan gini kan PR-nya banjir. Nah banyak yang dari Baleendah lewat ke Rancamanyar. Jadi imbas dari banjirnya di Rancamanyar," ujarnya, menggambarkan betapa rumitnya kondisi.

Menurut Arif, masalah semakin kompleks karena tidak adanya jalur lain yang memadai. "Udah mah kecil jalannya, cuma satu gak ada akses lain, jadi macetnya di situ di jembatan itu," keluhnya. Kemacetan ini bukan lagi fenomena sesekali, melainkan rutinitas harian saat musim hujan. Jika pada hari biasa kemacetan terjadi pada jam-jam sibuk seperti pukul 07.00-08.30 pagi dan 17.00-18.30 sore, kini situasi bisa lebih buruk. "Kalau sekarang macetnya makin lama, mulai lengang itu siang, jam 3 udah mulai macet lagi," imbuhnya.

Taruhan Waktu dan Produktivitas

Bagi seorang jurnalis seperti Arif, waktu adalah segalanya. Keterlambatan bisa berarti kehilangan momen penting untuk liputan. Ia harus memutar otak mencari strategi, salah satunya dengan berangkat lebih pagi. "Kalau menghindari macet ya berangkat setengah 7, jadi sekalian antar anak sekolah langsung berangkat. Kalau gak ada agenda tugas pagi, nunggu siangan pas gak begitu macet," tuturnya.

Namun, semua perencanaan bisa buyar begitu saja. Waktu tempuh yang normalnya sekitar 40 menit, bisa melonjak drastis hingga satu jam, bahkan lebih. "Normal mah 40 menitan ya, kalau macet bisa satu jam kadang lebih. Bahkan kemarin sampai 3 jam, stuck banget," kenang Arif. Ia menceritakan pengalaman paling melelahkan saat hujan deras mengguyur Bandung beberapa waktu lalu, membuat jalanan lumpuh total. "Kemarin hari Selasa itu, sore hujan besar, pulangnya semua jalan macet dari Cibaduyut sudah macet, sampai Rancamanyar itu ada lah 2 jam lebih," ujarnya.

Upaya mencari jalur alternatif pun seringkali sia-sia, karena banyak pengendara lain melakukan hal yang sama, menyebabkan kepadatan menyebar ke hampir semua ruas jalan kecil. Kondisi ini jelas sangat mengganggu pekerjaannya, terutama saat ada tugas mendadak yang memerlukan kecepatan. "Ya ganggu sih, kalau ada tugas pagi atau mendadak gitu. Kadang suka ditelpon mendadak ya mau gak mau harus berjuang menerobos macet," katanya.

Dilema Pilihan Hidup: Harga Lebih Murah, Macet Menerpa

Meski terbiasa dengan kemacetan yang luar biasa, Arif dan banyak warga lain memilih untuk tetap bertahan di Rancamanyar. Alasan utamanya adalah harga properti yang relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan wilayah lain di Bandung. "Karena ya harganya yang lebih murah. Karena di sini kan masih terjangkau perumahan itu dibanding di kota walaupun ya harus macet-macetan," jelasnya, menggambarkan dilema yang dihadapi banyak keluarga muda.

Sudah bertahun-tahun menghadapi rutinitas ini, harapan akan perubahan tetap ada dalam benak Arif. Ia menginginkan adanya solusi nyata dari pemerintah untuk mengurai beban kemacetan di Rancamanyar. Apalagi, kondisi jalan yang kini mulai rusak dan terasa semakin sempit menambah derita pengendara. "Ya inginnya ada akses lain, dibuka yang langsung ke arah Kopo biar gak menumpuk semua di jalur Rancamanyar ini," harapnya. "Udah mah jalannya rusak sekarang, tambah sempit, ya udah macet parah," tutup Arif dengan nada pasrah namun penuh harapan.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba
  • Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba
  • Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba
  • Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba
  • Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba
  • Rancamanyar Terjebak Macet Horor Setiap Musim Hujan Tiba

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW