x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!

Sorajabar.com - Musim kemarau seringkali menjadi momok menakutkan bagi sektor Pertanian. Namun, di Kabupaten Cirebon, semangat juang para petani berpadu dengan langkah antisipasi sigap dari Dinas Pertanian (Distan) siap menghadapi tantangan ini. Dengan berbagai strategi inovatif, Cirebon berupaya menjaga Ketahanan Pangan dan memastikan panen tetap melimpah, bahkan saat cuaca ekstrem menghadang. Mari kita selami lebih dalam upaya konkret yang dilakukan untuk melindungi lumbung padi Jawa Barat ini.

Strategi Jitu Distan Cirebon Hadapi Kekeringan

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon tidak tinggal diam melihat ancaman kekeringan. Sub Koordinator Produksi Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon, Iwan Mulyawan, menjelaskan bahwa serangkaian upaya preventif telah disiapkan untuk memastikan produktivitas petani tidak terganggu. Langkah awal yang krusial adalah koordinasi lintas instansi. Distan bekerja sama erat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertanian (PSDAP).

“Antisipasi pertama kami lakukan melalui koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas PUTR, BBWS, dan PSDAP, terutama dalam hal distribusi dan ketersediaan air,” ujar Iwan. Sinergi ini menjadi kunci utama untuk menjaga suplai air irigasi tetap stabil, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan kekeringan saat puncak kemarau tiba. Selain itu, Distan juga telah menyiapkan berbagai pompa air alat mesin pertanian (alsintan), baik yang merupakan bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat. Kesiapan pompa-pompa ini vital sebagai respons cepat untuk membantu petani memastikan pasokan air saat debit irigasi mulai menurun drastis.

Tak berhenti di situ, Distan juga proaktif mengarahkan petani untuk mempercepat masa tanam. Strategi ini bertujuan agar tanaman padi sudah memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat dan matang sebelum puncak musim kemarau tiba. Dengan demikian, tanaman akan lebih tahan terhadap kondisi kering dan risiko gagal panen dapat ditekan secara signifikan. Inovasi juga diterapkan dalam pemilihan varietas padi. Petani diimbau untuk menggunakan varietas yang lebih adaptif terhadap kondisi kering, seperti Situ Bagendit, serta padi gogo varietas Inpago 1 hingga Inpago 13, yang dikenal tangguh di lahan tadah hujan.

Potensi Pertanian Cirebon yang Tangguh

Kabupaten Cirebon dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Barat. Data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menunjukkan luas baku sawah di Cirebon mencapai sekitar 50.466 hektare, sementara pendataan Distan mencatat sekitar 49.690 hektare lahan pertanian. Dari total tersebut, kurang lebih 45 ribu hektare aktif digunakan untuk budidaya padi, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan sayuran.

Produktivitas pertanian di Cirebon tergolong stabil dan membanggakan. Rata-rata produksi beras mencapai 350 ribu hingga 360 ribu ton per tahun. Setelah memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, Cirebon masih memiliki surplus sekitar 90 ribu ton beras. Meskipun surplus ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2014-2015 yang sempat mencapai 110 ribu ton, angka 90 ribu ton per tahun tetap menunjukkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah ini.

Dukungan Pusat dan Suara dari Petani

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) juga tak luput memberikan dukungan. Berbagai bantuan disiapkan untuk petani jika terjadi gagal panen akibat kekeringan atau bencana lain. Bantuan tersebut meliputi benih dari Cadangan Benih Nasional (CBN) serta pupuk organik cair non-subsidi. “Ada juga dukungan lain seperti perbaikan irigasi dan program pompanisasi untuk membantu petani tetap berproduksi,” tambah Iwan, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Dari sudut pandang petani, Rouf (59), seorang petani asal Kecamatan Gegesik, mengungkapkan kekhawatirannya akan musim kemarau. “Air kalau udah kemarau susah banget sampe harus ngedadak bor sumur,” paparnya. Namun, pengalaman bertahun-tahun telah mengajarkannya sejumlah strategi untuk menghadapi musim sulit ini. Ia menjelaskan bahwa mempercepat masa tanam dan memilih varietas padi yang tepat adalah kunci. “Paling cara saya buat hadapi kemarau ya nyepetin masa tanam sama pilih varietas padinya,” tegas Rouf, menunjukkan kearifan lokal yang berpadu dengan arahan dari Distan.

Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan inovasi dalam teknik pertanian, Kabupaten Cirebon menunjukkan kesiapan yang matang dalam menghadapi ancaman kemarau. Upaya ini bukan hanya untuk menjaga produktivitas, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat Jawa Barat tetap terjaga. Harapan akan panen yang melimpah selalu menyala, bahkan di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!
  • Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!
  • Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!
  • Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!
  • Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!
  • Petani Cirebon Siap Hadapi Kemarau Panjang Ini Strateginya!

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW