x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat

Sorajabar.com - Pemandangan memilukan berupa gunungan sampah yang menyerupai 'lautan' telah menyelimuti area vital di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, selama berbulan-bulan. Kondisi darurat ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, Lingkungan, dan bahkan roda perekonomian lokal. Menanggapi situasi krusial ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam. Dengan gerak cepat, upaya penanganan masif pun langsung dilancarkan, menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi warganya.

Bukan Tumpukan, Tapi Lautan Sampah!

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, tak bisa menyembunyikan kekagetannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Baleendah. "Kita bahu-membahu untuk menyelesaikan sampah di Pasar Baleendah yang tadi kita saksikan ini mah bukan tumpukan sampah, bukan timbulan sampah, ini lautan sampah. Karena jalan hampir tertutup," ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan betapa parahnya kondisi yang ada, di mana sampah telah menutupi akses jalan, mengganggu lalu lintas, dan menjadi pemandangan sehari-hari yang menyedihkan.

Penumpukan sampah yang mencapai ketinggian hingga satu meter ini bukan hanya mengganggu pemandangan. Bau busuk yang menyengat, drainase yang tertutup, dan ancaman banjir menjadi dampak langsung yang dirasakan warga dan pedagang. Lebih jauh lagi, masalah sampah ini mengganggu berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan, hingga terhambatnya aktivitas ekonomi di pasar yang seharusnya menjadi pusat denyut nadi perdagangan.

Gerak Cepat Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung

Instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi pemicu utama bagi respon cepat ini. Sekda Herman Suryatman segera turun tangan, disusul oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang langsung mengerahkan personel dan alat berat. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ekskavator bekerja keras mengeruk gunungan sampah, memindahkannya ke truk-truk besar yang siap mengangkut. Total, tiga armada truk dari Pemprov Jabar dan sebelas truk tronton dari Pemkab Bandung dikerahkan untuk operasi pembersihan skala besar ini.

"Karena ini darurat, maka kami bahu-membahu turun langsung saat ini. Kami mulai angkut dan insyaallah 2-3 hari selesai. Pokoknya ini harus selesai. Kita akan bawa ke Sarimukti," tegas Herman. Ini menunjukkan prioritas utama adalah membersihkan area pasar secepat mungkin untuk mengembalikan fungsi dan kenyamanan bagi masyarakat.

Strategi Pengelolaan Sampah Mandiri dan Tantangan Sarimukti

Meskipun upaya pengangkutan ke TPPAS Sarimukti menjadi solusi jangka pendek, Sekda Herman Suryatman menekankan pentingnya solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bandung dan pengelola Pasar Baleendah untuk mengelola sampah secara mandiri. Hal ini krusial mengingat kapasitas Sarimukti yang terbatas dan harus melayani seluruh wilayah Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, membenarkan bahwa sampah di TPS Pasar Baleendah tidak hanya berasal dari pedagang pasar, melainkan juga dari warga sekitar yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut. "Nah, ini sampah dari luar (pasar) ini ya yang perlu kita evaluasi termasuk layanan pengelolaannya. Saya harapkan nanti ke depan kita ini selesai, ayo kita evaluasi ya," kata Ruli. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Menuju Zero Waste: Peran Komunitas dan 5R

Mayoritas sampah yang menumpuk di Pasar Baleendah adalah sampah organik, khususnya sisa makanan. Potensi ini bisa dimanfaatkan untuk dikelola menjadi maggot atau kompos. Herman Suryatman berharap ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk menerapkan konsep zero food waste atau nol limbah makanan.

Lebih lanjut, Ruli Hadiana menekankan pentingnya Penanganan Sampah dari sumbernya dengan menerapkan prinsip 5R: Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (membusukkan/mengomposkan). "Mudah saja Pak Camat, kemudian Pak Lurah ya bisa juga menggerakkan RW-nya untuk melakukan tadi bagaimana sampah ini betul zero waste," tegasnya. Edukasi dan partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari rumah tangga, warung, hingga restoran, menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPPAS. Dengan demikian, beban TPPAS Sarimukti dapat dikurangi, dan lingkungan yang lebih bersih serta sehat dapat terwujud di Jawa Barat.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat
  • Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat
  • Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat
  • Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat
  • Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat
  • Lautan Sampah di Pasar Baleendah Ditangani Tuntas Jabar Gerak Cepat

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW