Kisah Haru Nenek 86 Tahun Asal Cimahi Naik Haji Berkat Anak
Sorajabar.com - Suara roda besi menghantam sambungan rel menjadi melodi pengiring mimpi Suhaenah Ekanata, seorang nenek berusia 86 tahun dari Cimahi, yang sebentar lagi akan menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah. Di usia senja yang penuh berkah, impiannya untuk menyempurnakan rukun Islam akhirnya terwujud berkat kado istimewa dari sembilan buah hatinya. Tiket haji itu menjadi hadiah ulang tahun ke-86 yang tak terlupakan, bukti bakti tulus dari anak-anaknya.
Meskipun sudah dua kali menunaikan ibadah umrah, hati Suhaenah Ekanata tetap menyimpan kerinduan mendalam untuk berhaji. Keinginan sucinya ini kemudian ia sampaikan kepada sembilan anaknya. Tak disangka, keinginan itu disambut dengan penuh semangat dan keikhlasan. Mereka bahu-membahu mengumpulkan biaya, memastikan sang ibu bisa mewujudkan impiannya sebelum menghadap Sang Pencipta.
Tahun ini, Nenek Suhaenah menjadi calon jemaah haji tertua asal Kota Cimahi. Keberangkatannya pun dipercepat karena masuk dalam kuota lanjut usia (lansia), sebuah kebijakan yang sangat membantu para lansia mewujudkan ibadah suci mereka. Ia akan didampingi oleh salah satu putrinya, Siti Nuryati (55), yang juga mendapatkan kesempatan berhaji sebagai pendamping ibu. Pemberitahuan keberangkatan yang dinanti-nanti datang pada Oktober 2025, setelah adanya penyesuaian kuota berdasarkan urutan provinsi.
Persiapan Matang Menuju Tanah Suci
Menjelang hari keberangkatan pada Minggu (26/4/2026), Nenek Suhaenah telah mempersiapkan diri dengan sangat baik, baik secara fisik maupun psikis. 'Alhamdulillah bisa berangkat tahun ini, kemarin dikasih tahu bulan Oktober. Waktu daftar tahun 2021, masuk kuota lansia,' ujarnya dengan senyum bahagia saat ditemui di kediamannya di Kampung Cilember, Cigugur Tengah, Cimahi.
Berbagai persiapan fisik dilakukan, seperti rutin jalan kaki selama 30 menit setiap pagi, menjaga pola makan sehat, dan memperbanyak ibadah sunah serta zikir untuk ketenangan jiwa. Koper-koper berisi perbekalan untuk 40 hari sudah diantarkan ke KBIH. Pada hari H, Nenek Suhaenah hanya akan membawa satu koper kecil, tas ransel, dan tas paspor. Rombongan akan berkumpul di Pusdikpom Cimahi pada pukul 03.00 WIB, kemudian bertolak ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sekitar pukul 06.30 WIB.
Pengorbanan Tulus Sembilan Anak
Kisah di balik keberangkatan Nenek Suhaenah ini begitu menyentuh. Sebagai seorang janda, sembilan anaknya telah menunjukkan bakti yang luar biasa. Siti Nuryati, sang putri, bercerita, 'Awalnya cerita ke kami anak-anaknya, mau haji. Akhirnya kami semua sepakat patungan buat biaya hajinya. Daftar lah kami semua, tapi yang tahun ini dipanggil baru saya sama ibu, yang lainnya belum.' Ini adalah wujud cinta dan pengorbanan anak-anak untuk mewujudkan impian ibunda tercinta.
Biaya haji Nenek Suhaenah, termasuk biaya Siti sebagai pendamping, telah lunas ditanggung bersama. Siti juga mengungkapkan bahwa sang ibu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan karena mengidap darah tinggi dan gula. Semua obat-obatan penting telah disiapkan agar ibadah haji berjalan lancar. Meski sempat ada kekhawatiran terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, keluarga tetap optimis.
'Obat semua sudah disiapkan. Ya kita berdoa ibadahnya lancar, haji itu kan undangan dari Allah SWT, pokoknya kondisinya seperti apa kita serahkan pada Allah, yang penting kita khusyuk ibadahnya,' tutur Siti penuh harap. Kisah Nenek Suhaenah menjadi inspirasi tentang kekuatan doa, bakti anak, dan tekad yang tak lekang oleh usia, membuktikan bahwa impian bisa terwujud dengan dukungan keluarga dan keyakinan teguh.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar