x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon

Sorajabar.com - Langit Kota Cimahi diselimuti duka mendalam saat kabar pilu menyapa keluarga besar Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar. Pada Senin (30/3/2026) malam, Berita mengejutkan datang dari Lebanon, mengonfirmasi gugurnya seorang putra terbaik bangsa yang sedang mengemban misi perdamaian dunia.

Kabar duka itu bak petir di siang bolong, mengubah suasana santai di kediaman sederhana keluarga Iskandar menjadi lautan pertanyaan dan kekhawatiran. Butuh waktu hingga Selasa (31/3/2026) sore bagi keluarga untuk mendapatkan kepastian pahit tersebut. Kapten Zulmi, di usia yang masih sangat muda, 33 tahun, telah menunaikan tugas terakhirnya sebagai bagian dari Sector East Mobile Reserve (SEMR). Ia gugur saat heroik mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah rawan Lebanon Selatan, meninggalkan jejak pengabdian dan duka yang mendalam.

Menggali Sosok Mulia Kapten Zulmi di Mata Orang Terdekat

Sejak Selasa malam, pelayat tak henti-hentinya berdatangan, memenuhi rumah duka dengan doa dan simpati. Karangan bunga dari berbagai tokoh publik berjejer rapi, menjadi saksi bisu betapa luasnya dampak kepergian Kapten Zulmi. Di tengah kesedihan yang menyelimuti, keluarga masih menanti proses pemulangan jenazah dari Lebanon. Rencananya, almarhum ayah dua anak ini akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, tempat para pahlawan bangsa bersemayam abadi.

Lalu, seperti apakah sosok Kapten Zulmi di mata orang-orang terdekatnya? Risman Efendi, kakak sepupu almarhum, mengenang Kapten Zulmi sebagai pribadi yang saleh, penurut, dan menjadi kebanggaan keluarga. "Dia sosok adik dan anak yang sampai detik terakhirnya sangat jadi kebanggaan kami di keluarga ya. Dia ini memang saleh, selalu bicara soal agama. Makanya kami sangat kehilangan," tutur Risman dengan suara bergetar pada Rabu (1/4/2026).

Perjalanan pendidikan Kapten Zulmi menunjukkan ketekunan dan kecerdasannya. Ia menempuh pendidikan dasar di Kota Bandung, melanjutkan ke SMPN 2 Cimahi, dan menamatkan SMA di SMAN 3 Cimahi. Motivasi untuk mengabdi pada negara sudah tertanam kuat sejak dini, mungkin terinspirasi dari orangtuanya yang seorang TNI dan kakaknya yang berdinas di TNI AU. Tekadnya terbukti saat ia berhasil lolos Akmil pada percobaan pertamanya di tahun 2015, dan sejak awal dinas di Kopassus Grup 2/Para Komando.

Pengabdian Tanpa Batas di Misi Perdamaian Dunia

Selama setahun terakhir, Kapten Zulmi menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda XXIII-S UNIFIL. Risman mengungkapkan bahwa Kapten Zulmi tak pernah absen mengabari keluarga di Tanah Air. "Terakhir kirim foto sama rekannya di sana. Ya kalau komunikasi dia tanya keluarga di sini bagaimana, terus selalu minta didoakan sama keluarga. Dia enggak pernah mengeluh, melaksanakan tugasnya dengan baik," kenang Risman, seraya menduga bahwa Kapten Zulmi mungkin tak pernah menceritakan sepenuhnya kondisi di medan tugas demi menenangkan keluarga.

Keluarga sebetulnya memiliki kekhawatiran besar akan keselamatan Kapten Zulmi. Eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir membuat mereka cemas. Apalagi, Kapten Zulmi seharusnya mengakhiri masa tugasnya sebagai Satgas Perdamaian UNIFIL pada bulan April mendatang. Namun, takdir berkata lain. "Jadi adik saya ini sudah setahun dinas jadi Satgas Perdamaian, bulan depan itu tugasnya selesai. Kami sekeluarga sudah ikhlas, semoga adik kami diterima Allah SWT," kata Risman, menunjukkan kebesaran hati keluarga.

Kenangan manis tentang Kapten Zulmi juga bergema di lingkungan tetangga. Rusmin, Ketua RT di tempat tinggal orang tua almarhum, menggambarkan Kapten Zulmi sebagai sosok yang religius dan berprestasi. "Ya dia terkenal baik di sini, saleh, enggal macem-macem, pinter juga anaknya. Ya kami sebagai tetangga tentunya sangat kehilangan, seingat saya di lingkungan ini yang jadi TNI apalagi sampai jadi Satgas PBB itu cuma dari keluarga Pak Iskandar," ujar Rusmin, memancarkan rasa bangga sekaligus duka mendalam.

Kepergian Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar adalah kehilangan besar bagi bangsa dan negara, khususnya Jawa Barat. Dedikasinya sebagai pasukan perdamaian, integritasnya sebagai pribadi yang saleh, dan pengabdiannya yang tulus akan selalu dikenang sebagai teladan. Semoga semangat juang dan nilai-nilai luhur yang ia tunjukkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia dan kemajuan bangsa.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon
  • Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon
  • Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon
  • Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon
  • Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon
  • Kisah Haru Kapten Zulmi Pahlawan Jabar Gugur di Lebanon

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW