x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA

Sorajabar.com - Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dengan ancaman serius dari militer Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara terang-terangan menargetkan pusat data raksasa milik OpenAI, Stargate, yang berlokasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ancaman ini bukan hanya gertakan biasa, melainkan menunjukkan eskalasi konflik ke ranah infrastruktur Teknologi paling mutakhir di dunia.

Juru bicara IRGC, Ebrahim Zolfaghari, dalam sebuah pernyataan yang menggetarkan, menyatakan kesiapan Iran untuk melancarkan pemusnahan total terhadap fasilitas milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut. Video yang beredar luas di media sosial menyoroti Stargate, proyek pusat data OpenAI senilai USD 30 miliar (sekitar Rp480 triliun), sebagai target potensial yang akan menjadi balasan jika AS terus melancarkan ancaman terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran.

Target Ambisius Iran: Pusat Data Stargate OpenAI

Pusat data Stargate adalah inti dari proyek infrastruktur kecerdasan buatan global yang melibatkan kolaborasi sejumlah raksasa teknologi, termasuk Oracle, Nvidia, SoftBank, dan Cisco. Proyek ambisius ini dirancang untuk menjadi tulang punggung pengembangan AI masa depan, dengan kapasitas daya komputasi yang masif mencapai 1 gigawatt. Di dalam fasilitas ini, akan digunakan sistem canggih Nvidia Grace Blackwell GB300, menandakan peran vitalnya dalam kemajuan teknologi AI.

Fasilitas Stargate di Uni Emirat Arab, khususnya, direncanakan untuk memulai operasi klaster AI pertamanya dengan kapasitas 200 MW pada tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa target Iran bukan sembarang fasilitas, melainkan pusat saraf digital yang krusial bagi inovasi global dan ekonomi masa depan. Ancaman terhadap fasilitas semacam ini memiliki implikasi yang sangat luas, tidak hanya bagi perusahaan teknologi terkait, tetapi juga bagi stabilitas regional dan global.

Ancaman Balasan Iran dan Bukti Visual yang Mengerikan

Ancaman dari Zolfaghari ini datang sebagai respons terhadap apa yang Iran anggap sebagai provokasi dan ancaman dari Amerika Serikat. Dalam pernyataannya yang dikutip, Zolfaghari secara eksplisit menyebutkan, “Jika AS melanjutkan ancamannya terkait fasilitas pembangkit listrik Iran, tindakan balasan berikut ini akan segera diberlakukan.” Ia melanjutkan dengan ancaman yang lebih spesifik dan luas, “Seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energi, serta teknologi informasi dan komunikasi rezim Zionis, serta perusahaan serupa di kawasan ini yang dimiliki pemegang saham Amerika akan menghadapi pemusnahan total.”

Video ancaman yang beredar juga menampilkan pidato Zolfaghari yang kemudian beralih ke citra satelit Abu Dhabi dari Google Maps. Dalam tayangan tersebut, terlihat sebuah area gurun yang sengaja diburamkan, diduga kuat sebagai lokasi fasilitas Stargate. Namun, dengan klaim 'tidak ada yang dapat disembunyikan dari pandangan kita', tampilan kemudian berubah ke mode malam yang memperlihatkan keseluruhan area pusat data Stargate secara lebih jelas, memberikan kesan bahwa Iran memiliki intelijen yang cukup mengenai targetnya.

Ancaman ini bukan yang pertama kali dilontarkan Iran. Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah menyerang fasilitas komputasi awan milik Amazon di Bahrain serta pusat data Oracle di Dubai. Langkah-langkah ini disebut sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat. Bahkan, IRGC pernah merilis daftar target melalui Telegram yang mencantumkan 18 perusahaan teknologi asal AS, termasuk nama-nama besar seperti Microsoft, Apple, dan Google, menegaskan jangkauan ancaman mereka terhadap infrastruktur digital global.

Implikasi Global dan Ketahanan Infrastruktur Digital

Eskalasi ancaman terhadap infrastruktur digital global, khususnya pusat data AI seperti Stargate, menyoroti kerentanan baru dalam konflik geopolitik. Jika ancaman ini benar-benar terwujud, dampaknya bisa sangat besar, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kini menjadi pilar inovasi. Gangguan pada fasilitas sebesar Stargate dapat menghambat riset, pengembangan, dan penerapan AI di berbagai sektor, dari kesehatan hingga pertahanan.

Peristiwa ini juga memicu pertanyaan serius tentang ketahanan infrastruktur digital yang vital di tengah meningkatnya ketegangan global. Negara-negara dan perusahaan teknologi perlu mempertimbangkan ulang strategi perlindungan aset digital mereka dari ancaman siber maupun fisik dalam konflik bersenjata. Dunia menyaksikan pergeseran medan perang ke domain siber dan infrastruktur teknologi, di mana data dan daya komputasi menjadi target strategis baru.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA
  • Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA
  • Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA
  • Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA
  • Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA
  • Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Rp480 T di UEA

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW