Gaji Ribuan Guru Honorer Bandung Tertunda Pemkot Bertindak Cepat
Sorajabar.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari Kota Bandung. Ribuan Guru Honorer di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung harus menelan pil pahit karena gaji mereka belum terbayarkan sejak Januari lalu. Penundaan ini bukan tanpa alasan, melainkan dampak dari aturan baru, yakni Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Situasi ini tentu menimbulkan keresahan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa yang selama ini berdedikasi mencerdaskan anak bangsa.
Mengapa Gaji Guru Honorer Tersendat di Bandung?
Keterlambatan pembayaran gaji bagi para guru honorer di Kota Bandung bermula dari terbenturnya Pemkot Bandung dengan regulasi terbaru, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Undang-undang ini menciptakan hambatan administratif dalam proses pencairan gaji bagi tenaga honorer yang selama ini mengandalkan honor penguatan mutu (HPM). Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi ini. Beliau menjelaskan bahwa Pemkot harus membuat kajian dan regulasi baru, berupa Peraturan Walikota (Perwal), yang kemudian akan diikuti dengan Keputusan Walikota (Kepwal), untuk bisa mencairkan dana tersebut secara legal.
Data Guru Honorer Terdampak di Kota Bandung
Penundaan gaji ini berdampak pada sejumlah besar tenaga pendidik. Berdasarkan data dari Disdik Kota Bandung, terdapat 3.144 guru honorer yang terdampak. Rinciannya adalah:
- 814 guru honorer
- 33 guru tutor
- 2.133 guru PAUD
Mereka semua adalah garda terdepan pendidikan yang kini harus bersabar menunggu hak mereka terpenuhi. Jumlah yang tidak sedikit ini menunjukkan betapa krusialnya peran mereka dalam sistem pendidikan di Kota Bandung, sekaligus betapa mendesaknya penyelesaian masalah ini.
Anggaran Sudah Tersedia, Kendala Regulasi Menghadang
Kabar baiknya, dana untuk gaji para guru honorer ini sebenarnya sudah disiapkan. Asep Gufron memastikan bahwa Disdik Kota Bandung telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp 51 miliar. Anggaran ini bersumber dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan BOS daerah. Nominal gaji yang seharusnya diterima adalah Rp 3,2 juta untuk guru honorer dan Rp 1 juta untuk guru PAUD. Namun, meskipun dana sudah tersedia, proses pencairannya terhambat oleh belum rampungnya payung hukum yang baru. "Anggarannya mah ada, tapi pencairannya itu memang kita harus menunggu persetujuan banyak pihak," terang Walikota Bandung, Muhammad Farhan.
Permohonan Maaf dan Komitmen Walikota Bandung
Walikota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan guru honorer atas keterlambatan ini. Beliau menekankan bahwa Pemkot Bandung tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari jalan keluar. Farhan menjelaskan bahwa proses administrasi dan dasar hukum yang kuat sangat diperlukan untuk pengelolaan keuangan yang baik dan akuntabel. "Karena bagaimanapun juga kita harus melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Jadi, saya mohon maaf sekali ada keterlambatan untuk honorer," ucap Farhan, menunjukkan empati terhadap kondisi para guru.
Harapan dan Janji Penyelesaian Cepat
Meskipun prosesnya cukup berbelit, ada secercah harapan. Kadisdik Asep Gufron menargetkan regulasi penggajian guru honorer, mulai dari Perwal hingga Kepwal, bisa rampung pada bulan Mei mendatang. Setelah itu, Disdik bisa mencairkan anggaran yang sudah tersedia dengan sistem rapel, yaitu gaji selama empat bulan akan dibayarkan sekaligus. Walikota Farhan bahkan lebih optimis, berharap masalah ini bisa diselesaikan dalam pekan ini juga, menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan. "Mudah-mudahan minggu ini surat rekomendasi sudah keluar, saya bisa langsung membuat kepwalnya dan langsung cair," ujar Farhan penuh harap. Komitmen ini memberikan angin segar bagi para guru honorer untuk segera mendapatkan hak mereka.
Kelambatan ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap dampak regulasi baru, terutama yang menyangkut kesejahteraan para pekerja. Semoga saja janji penyelesaian cepat dapat segera terealisasi, sehingga ribuan guru honorer di Kota Bandung bisa kembali fokus mencerdaskan generasi tanpa dibayangi kekhawatiran finansial.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar