Viral! Kisah Pilu Bocah Pemulung Sumedang Berakhir Haru di Jabar
Sorajabar.com - Jagat maya beberapa waktu terakhir dibuat heboh sekaligus terenyuh dengan sebuah video viral yang menampilkan seorang bocah laki-laki tengah memulung di jalanan ibu kota. Di tengah hiruk pikuk Jakarta, bocah bernama Fikri, yang baru berusia enam tahun, harus berjuang mengais rezeki demi bertahan hidup, jauh dari gemerlap masa kanak-kanak.
Kisah Pilu di Balik Karung Botol Bekas
Video berdurasi singkat itu dengan cepat menyebar dan menyentuh hati banyak orang. Dalam rekaman tersebut, Fikri terlihat mengenakan baju lusuh, memanggul karung penuh botol bekas, berbincang dengan seorang pria di dalam truk. Lokasinya disebut berada di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Percakapan singkat itu mengungkap fakta-fakta yang memilukan.
- "Dek, bapak kamu kemana?" tanya pria tersebut.
- "Bapakku ke penjara," jawab Fikri dengan polos.
- "Kamu cari botol?"
- "Kalau mamah nikah lagi," Fikri menambahkan.
- "Mamah nikah lagi? Kalau kamu tinggal sama siapa?"
- "Nenek," jawab Fikri.
- Ketika ditanya apakah sudah sekolah, Fikri menjawab singkat, "Belum."
Di akhir video, pria dermawan itu memberikan sejumlah uang kepada Fikri, yang diterima dengan ucapan "Terima kasih" tulus. Momen ini tak hanya menjadi viral, tetapi juga memicu keprihatinan mendalam dan gerakan nyata dari berbagai pihak.
Gerak Cepat Petugas dan Kepulangan yang Mengharukan
Tak butuh waktu lama, setelah video Fikri viral, jajaran Polres Metro Jakarta Timur dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta langsung bergerak cepat mencari keberadaan bocah malang tersebut. Pencarian intensif akhirnya membuahkan hasil. Fikri berhasil ditemukan. Fakta mengejutkan lainnya terungkap, Fikri tidak sendirian; adiknya, Noval yang baru berusia tiga tahun, juga ikut serta dalam kegiatan memulung barang bekas.
Kedua bocah ini, yang berasal dari Dusun Cisetra, Desa Sukaraja, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, akhirnya diputuskan untuk dipulangkan ke kampung halaman. Keputusan ini diambil sesuai keinginan sang ibu yang sangat merindukan kehadiran buah hatinya. Koordinasi antara Polres Metro Jakarta Timur, Dinsos DKI Jakarta, dan Polres Sumedang memfasilitasi kepulangan mereka.
Suasana haru menyelimuti Mapolres Sumedang pada Kamis malam (12/3/2024), saat Fikri dan Noval tiba di tanah kelahiran. Ibu mereka, Sri Listiawati, tak kuasa menahan tangis bahagia dan haru melihat kedua anaknya kembali dalam keadaan selamat. Senyum tipis terlihat di wajah kedua bocah itu, seolah melupakan sejenak kerasnya jalanan ibu kota yang sempat mereka jalani.
Curahan Hati Sang Ibu dan Harapan Pendidikan
Sri Listiawati mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas kepulangan Fikri dan Noval. "Ya, alhamdulillah lama juga itu mau ketemu juga susah juga, tapi sekarang alhamdulillah sudah ketemu alhamdulillah terima kasih buat semuanya," ujarnya. Sri mengaku terkejut dan tidak mengetahui sama sekali aktivitas kedua anaknya di Jakarta. Ia bahkan baru tahu setelah video tersebut viral. Pasalnya, Sri telah bercerai dari ayah anak-anaknya dan putus komunikasi, sehingga Fikri dan Noval tinggal bersama kakek dan nenek dari pihak ayah di Jakarta.
"Awalnya (tinggal) di Jakarta. Ya, saya berpikir, saya kan anak-anaknya ada empat, bagi-bagi 2 itu sama saya, 2 itu sama bapaknya, siapa tahu gitu diurus, eh tahu-tahunya udah viral gitu. Sebenarnya saya juga pengen ke sana juga ya, namun keadaan faktor ekonomi juga gitu," jelas Sri, menggambarkan dilema dan keterbatasan ekonominya. Kini, dengan komitmen dari Polres Sumedang untuk menyekolahkan Fikri dan Noval, harapan baru pun tumbuh. "Terkait mau di sekolahkan oleh polisi ya senang-senang aja gitu biar dia punya pendidikan juga, biar punya masa depannya yang terbaiklah," tambahnya.
Komitmen Polisi: Memastikan Masa Depan Cerah
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, yang menyambut langsung kedatangan Fikri dan Noval, memastikan kondisi kedua anak tersebut sehat dan ceria. Sandityo juga mengapresiasi inisiatif tinggi Fikri, yang tanpa disuruh, ikut memulung demi membantu neneknya. "Kondisi anak, alhamdulillah, sehat. Kemudian ceria, karena memang anak ini anak yang pintar, yang tanpa diajari ya, melihat neneknya di Jakarta setiap harinya memulung botol, memulung kardus, anaknya dengan inisiatif sendiri ikut memulung. Jadi, tidak ada yang mengajari," terang Sandityo.
Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya indikasi eksploitasi anak. Ini murni niat tulus Fikri untuk membantu keluarga. Ayah kedua anak ini memang tengah menjalani hukuman di penjara, sehingga pengawasan langsung orang tua tidak ada. "Kebetulan ayahnya di penjara sehingga anak ini tinggal bersama dengan nenek dan kakeknya, tanpa pengawasan orang tua. Sehingga dikembalikan ke Sumedang untuk dipertemukan dengan ibunya supaya bertemu dengan ibunya kembali," kata Sandityo.
Kedepan, Fikri dan Noval akan mendapatkan bantuan dalam pengurusan administrasi kependudukan dan akan dimasukkan ke program Sekolah Rakyat. Program ini memang diperuntukkan bagi Anak-anak dari keluarga kurang mampu, memastikan mereka mendapatkan hak pendidikan yang layak. Ini adalah langkah konkret untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi Fikri dan Noval, jauh dari kerasnya jalanan ibu kota.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar