x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang

Sorajabar.com - Perairan Indramayu kembali diselimuti duka. Sebuah insiden tragis menimpa kapal Nelayan KM Almujib, yang berakibat fatal bagi sebagian awaknya. Sebuah kapal tongkang tanpa identitas jelas diduga menabrak kapal nelayan tersebut di sekitaran Pulau Biawak pada Sabtu (28/2) malam, menyebabkan dua anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan empat lainnya masih dinyatakan hilang hingga kini. Kisah pilu para nelayan yang berjuang hidup di tengah gelapnya laut malam itu menjadi sorotan utama.

Detik-detik Mencekam di Tengah Laut

Kisah ini bermula saat KM Almujib, yang dinakhodai Jupri Priyanto, berangkat dari Pelabuhan Karangsong pada Sabtu siang pukul 13.00 WIB. Kapal yang membawa delapan ABK ini memiliki satu tujuan: menjaring ikan di sekitar Pulau Biawak. Setelah seharian bekerja keras menebar jaring, para ABK memutuskan untuk beristirahat. Mesin kapal dimatikan, dan suasana laut malam pun mulai menyelimuti.

Namun, ketenangan itu tiba-tiba berubah menjadi horor sekitar pukul 22.00 WIB. Salah seorang ABK terbangun dan terkejut melihat sebuah kapal tongkang bernomor lambung 3009 sudah sangat dekat, tak terhindarkan. Dalam hitungan detik, benturan keras terjadi. Lambung kiri KM Almujib dihantam telak. Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, menjelaskan bahwa benturan tersebut menyebabkan KM Almujib terseret selama sekitar 10 menit. Kekuatan tabrakan yang dahsyat membuat lambung kapal bocor, air laut dengan cepat membanjiri badan kapal, dan akhirnya, KM Almujib tenggelam.

Perjuangan Hidup dan Ditemukannya Korban

Dalam kegelapan dan kepanikan, delapan nelayan berjuang untuk menyelamatkan diri. Mereka berpegangan pada apa pun yang bisa mengapung—jeriken bekas solar, potongan gabus—berharap bisa bertahan di tengah amukan ombak dan dinginnya laut. Sebuah perjuangan yang mengerikan, terombang-ambing tanpa tahu kapan bantuan akan datang.

Beruntung, di tengah musibah, ada secercah harapan. Dua ABK berhasil selamat dari maut. Mereka adalah Carudin (48) dari Desa Brondong, yang bertahan dengan berpegangan pada jeriken, dan Alfianto Agus Sulistiyo (20) dari Kelurahan Paoman, yang mengandalkan gabus. Keduanya ditemukan oleh KM Sri Mulya pada Minggu sekitar pukul 04.30 WIB, setelah melewati malam yang panjang dan menegangkan di lautan luas. Penemuan mereka menjadi bukti kekuatan manusia dalam menghadapi cobaan berat.

Namun, duka mendalam menyelimuti. Dua nyawa tak tertolong dalam insiden ini. Jupri alias Kempot (35), sang nakhoda dari Desa Pabean Udik, dan Wandi (39) dari Desa Karangsong, ditemukan tak bernyawa. Mereka sempat berpegangan pada tali tongkang, namun takdir berkata lain, pegangan mereka terlepas dan mereka pun hanyut. Jenazah keduanya dievakuasi oleh KM Cahaya Langgeng dan dibawa kembali ke Karangsong untuk diserahkan kepada pihak kepolisian dan keluarga.

Empat Nelayan Masih Hilang, Operasi SAR Terus Berlanjut

Tragedi ini belum berakhir. Empat nelayan lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24) dari Desa Penganjang, Mas'ud (38) dari Kelurahan Paoman, dan Ono (50) dari Desa Tambak. Keluarga mereka menanti dengan cemas kabar dari operasi pencarian yang sedang berlangsung.

Pihak kepolisian dari Satpolairud Polres Indramayu segera bertindak. AKP Asep Suryana menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari saksi, berkoordinasi erat dengan keluarga korban, dan tentu saja, melancarkan operasi SAR besar-besaran untuk menemukan keempat korban yang masih belum diketahui keberadaannya. Selain itu, bangkai KM Almujib telah ditemukan dalam kondisi terbalik dan mengapung di sekitar lokasi kejadian, menjadi saksi bisu atas insiden memilukan ini.

Polisi juga gencar menyelidiki identitas serta keberadaan kapal tongkang bernomor lambung 3009 yang diduga kuat menjadi penyebab tenggelamnya KM Almujib. Penegakan hukum dan keadilan bagi para korban serta keluarga menjadi prioritas utama. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan risiko yang selalu mengintai para nelayan, pahlawan pangan kita, yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi mencari nafkah di lautan luas.

  • Dua ABK meninggal dunia.
  • Dua ABK selamat setelah berjuang di laut.
  • Empat ABK masih dalam pencarian.
  • Polisi terus menyelidiki kapal tongkang penabrak.
  • Bangkai KM Almujib telah ditemukan terbalik.

Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait, terutama dalam hal keselamatan pelayaran dan pentingnya identifikasi serta tanggung jawab bagi setiap kapal yang berlayar di perairan Indonesia. Keselamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang
  • Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang
  • Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang
  • Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang
  • Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang
  • Tragedi Laut Indramayu Dua ABK Tewas dan Empat Hilang

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW