THR PPPK Bandung Gantung, Harga Pangan Meroket di Tasik
Sorajabar.com - Berita-berita penting dan beragam peristiwa menarik dari seluruh penjuru Jawa Barat kembali menghiasi hari ini. Mulai dari nasib tunjangan hari raya (THR) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Bandung yang masih buram, hingga lonjakan harga komoditas pangan yang membuat pusing warga Tasikmalaya. Tak hanya itu, kabar duka juga datang dari insiden tragis di perairan Indramayu serta kebakaran memilukan di Sukabumi. Mari kita selami lebih dalam rangkuman kejadian-kejadian terkini yang patut Anda ketahui.
Nasib THR PPPK Paruh Waktu Bandung Masih Tanda Tanya
Kabar mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi perhatian utama menjelang hari raya, terutama bagi para pekerja. Di Kota Bandung, ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu harus menelan pil pahit karena kepastian THR mereka masih menjadi tanda tanya besar. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara terang-terangan mengisyaratkan adanya keterbatasan anggaran yang membuat pihaknya belum bisa menjanjikan 'kadeudeuh' tersebut.
Farhan menjelaskan bahwa pemberian THR bagi 7.326 PPPK paruh waktu yang baru dilantik pada Oktober 2025 ini masih terbentur aturan yang ada. Ia berjanji akan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mencari celah dan formulasi anggaran terbaik. “THR, bagaimana pun juga sebetulnya kan secara aturan nggak ada, tinggal masalah kebijakan. Saya akan berbicara dulu dengan Pemprov dan pemerintah pusat mengenai THR,” ungkap Farhan. Meskipun demikian, ia meminta maaf dan enggan memberikan harapan palsu kepada para pegawai. Pihaknya akan terus mengupayakan jalan keluar agar Kesejahteraan PPPK paruh waktu tetap terjaga.
Harga Pangan Meroket di Tasikmalaya, Pedagang Pusing Tujuh Keliling
Di sudut lain Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Tasikmalaya, para ibu rumah tangga dan pedagang pasar tradisional dibuat pusing tujuh keliling dengan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan. Kenaikannya tak main-main, bahkan ada yang menembus angka 100 persen dari harga normal. Pasar Tradisional Singaparna menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Cabai domba, yang semula berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, kini melambung hingga Rp 70 ribu per kilogram. Tidak hanya itu, sayuran lain seperti waluh (labu siam kecil) meroket dari Rp 3.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram. Kol naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 10.000, sementara jamur melonjak drastis dari Rp 14.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram. “Nararaek ayunamah. Sayuran oge naek pisan,” keluh Tini, salah seorang pedagang. Daging ayam pun tak ketinggalan, kini menyentuh Rp 40.000 per kilogram dari harga normal Rp 32.000.
Untuk menyiasati agar dagangan tetap laku, para pedagang terpaksa mengemas sayuran ke dalam porsi-porsi kecil. “Siasati biar laku, kami bungkus kecil sayuran satu ons atau seperempat,” kata Tini. Kenaikan harga ini diduga kuat akibat tingginya permintaan konsumen di tengah minimnya pasokan dari produsen, dan diprediksi akan terus merangkak naik hingga Idulfitri mendatang. Konsumen seperti Engkos mengaku sangat terbebani, “Keberatan lah pak, harganya mahal, maunya murah.”
Dua Tragedi Pilu: Kebakaran Maut di Sukabumi dan Insiden Laut di Indramayu
Jawa Barat juga diwarnai oleh dua tragedi yang menyisakan duka mendalam. Di Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, seorang wanita paruh baya berinisial D ditemukan tewas mengenaskan setelah terjebak dalam kebakaran yang menghanguskan rumah panggungnya. Korban yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut tak sempat menyelamatkan diri saat api melumat habis bangunan kayu. Warga yang panik sempat mencoba memadamkan api, namun cepatnya rambatan api membuat upaya mereka sia-sia. Camat Pabuaran Ali Murtado membenarkan bahwa korban tinggal sendirian dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan.
Sementara itu, di perairan Indramayu, insiden laut yang melibatkan KM Almujib (6 GT) dan kapal tongkang bernomor lambung 3009 menyisakan kisah pilu. Kapal nelayan tersebut karam setelah ditabrak tongkang pada Sabtu (28/2) malam. Dari delapan nelayan di atas kapal, dua berhasil selamat setelah terapung semalaman, dua ditemukan meninggal dunia, dan empat lainnya masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sekitar Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, dengan memperluas area penyisiran ke arah timur. Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan ini. Pihak kepolisian juga tengah menyelidiki keberadaan kapal tongkang yang terlibat untuk mengungkap tanggung jawab atas kecelakaan maut ini.
Duka Nasional: Wafatnya Mantan Wapres Try Sutrisno
Kabar duka juga datang dari ibukota, seiring dengan berpulangnya Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia. Beliau mengembuskan napas terakhir pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto. Kabar ini telah dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang pernah menjabat Panglima ABRI sebelum mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI periode 1993-1998. Kepergian beliau meninggalkan duka bagi bangsa Indonesia.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar