x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi

Sorajabar.com - Sebuah kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat, khususnya di Jawa Barat dan Cilacap, akhirnya mulai menemui titik terang. Kasus ini melibatkan seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura berusia 80 tahun yang ditemukan tewas dengan kondisi sangat mengenaskan: jasadnya dicor dalam beton dan dibuang ke sungai. Penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian mengungkap fakta mengejutkan, bahwa aksi keji tersebut berawal di Sukabumi, Jawa Barat, sebelum jasad korban ditemukan jauh di aliran Sungai Citanduy, Kabupaten Cilacap.

Misteri mengerikan ini bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, ketika warga dan petugas dikejutkan oleh penemuan sebuah jasad yang telah dicor di Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, sekitar pukul 14.30 WIB. Penemuan ini segera memicu kekhawatiran dan memobilisasi Polresta Cilacap untuk memulai penyelidikan mendalam. Tim forensik dan kepolisian bekerja keras untuk mengidentifikasi korban dan mencari petunjuk, menghadapi tantangan besar karena kondisi jasad yang sulit dikenali.

Terungkapnya Identitas Korban dan Pelaku

Setelah serangkaian penyelidikan yang cermat, teka-teki identitas korban mulai terkuak. Korban diidentifikasi sebagai S, seorang WNA asal Singapura berusia 80 tahun. Tak hanya itu, aparat kepolisian juga berhasil mengendus jejak para pelaku di balik kejahatan keji ini. Berkat kerja keras, dua orang tersangka berinisial H dan K, yang diketahui merupakan warga Pangandaran, berhasil diamankan pada Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Patimuan, Cilacap.

Penangkapan ini menjadi kunci pembuka tabir gelap kasus pembunuhan tersebut. Dari hasil interogasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua tersangka, sebuah fakta yang paling mengejutkan pun terungkap: tempat kejadian perkara (TKP) utama pembunuhan bukanlah di Cilacap, melainkan di sebuah perumahan di Sukabumi, Jawa Barat. Hal ini mengubah total arah penyelidikan dan menunjukkan betapa kompleksnya kasus ini.

Sukabumi, Lokasi Eksekusi yang Mencekam

Kapolresta Cilacap Kombes Budi Adhy Buono dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026), menjelaskan bahwa korban S dieksekusi secara brutal di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi, pada Minggu, 16 Februari 2026. Ini berarti, empat hari sebelum jasadnya ditemukan di Cilacap, korban telah lebih dulu meregang nyawa di tanah Jawa Barat bagian barat. Fakta ini sekaligus menjelaskan mengapa jasad korban ditemukan begitu jauh dari lokasi pembunuhan.

Setelah nyawa korban direnggut, kedua pelaku tidak langsung membuang jasadnya. Mereka dengan keji sempat membawa tubuh korban berkeliling selama kurang lebih 30 menit, seolah mencari lokasi yang paling terpencil dan sulit dijangkau untuk menghilangkan jejak. "Setelah dieksekusi, korban sempat dibawa berputar sekitar 30 menit, lalu kembali ke lokasi. Setelah itu, pelaku berdiskusi dan akhirnya membawa korban untuk dibuang ke bendung di wilayah Cilacap," terang Kombes Budi Adhy Buono.

Perjalanan jasad yang dicor dari Sukabumi hingga ke Bendung Menganti di Cilacap ini menunjukkan tingkat perencanaan dan kekejaman para pelaku dalam upaya menutupi kejahatan mereka. Adanya TKP utama di Sukabumi ini juga membuat penanganan kasus dilimpahkan sepenuhnya kepada kepolisian di wilayah Jawa Barat, dalam hal ini Polres Sukabumi, untuk proses hukum lebih lanjut. Ini menegaskan koordinasi antarwilayah dalam penanganan kasus kejahatan.

Detil Kronologi dan Peran Pelaku

Polisi juga berhasil mengungkap kronologi rinci serta peran masing-masing pelaku dalam aksi pembunuhan sadis ini:

  • Pelaku H: Berperan sebagai eksekutor utama. Dengan tega, ia menghabisi nyawa korban S dengan memukul bagian leher korban sebanyak dua kali menggunakan bambu. Setelah korban tak berdaya, pelaku H melanjutkan aksinya dengan melakban tubuh korban untuk memastikan tidak ada perlawanan atau suara.
  • Pelaku K: Memiliki peran tidak kalah penting dalam memfasilitasi aksi keji tersebut. Ia menyekap mulut korban agar tidak bisa berteriak atau meminta pertolongan saat eksekusi berlangsung. Selain itu, K juga membantu H dalam proses pengikatan dan pembungkusan tubuh korban yang tak bernyawa dengan sprei dan plastik.

Setelah eksekusi dan pembungkusan selesai, kedua pelaku melanjutkan upaya penghilangan jejak yang lebih ekstrem. Mereka mencor jasad korban menggunakan adonan semen, sebuah tindakan yang menunjukkan niat kuat untuk menyembunyikan identitas dan keberadaan jasad. Jasad yang telah dicor itu kemudian dibungkus lagi dengan sprei dan plastik sebelum akhirnya dibuang ke aliran sungai Citanduy di wilayah Cilacap, berharap jasad tersebut tidak akan pernah ditemukan. Namun, berkat ketelitian warga dan kerja keras polisi, kejahatan ini berhasil terkuak.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya kejahatan terencana dan betapa pentingnya kewaspadaan. Pihak berwenang terus berupaya mengungkap motif di balik pembunuhan ini dan memastikan semua pihak yang terlibat mendapatkan hukuman setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi
  • Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi
  • Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi
  • Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi
  • Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi
  • Terungkap! Pembunuhan Sadis WNA Singapura di Sukabumi

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW