Ternyata Enak! Konten Kreator Bandung Cicipi Cicak Goreng
Sorajabar.com - Dunia Kuliner memang penuh kejutan. Dari hidangan mewah hingga makanan jalanan, selalu ada saja yang mampu memancing rasa penasaran. Namun, bagaimana jika tantangan kuliner yang muncul adalah mencicipi sesuatu yang sangat tidak lazim, seperti cicak goreng? Pertanyaan ini mungkin membuat sebagian besar dari kita mengernyitkan dahi. Namun, bagi beberapa kreator konten di Indonesia, Sensasi Rasa dari reptil kecil ini justru disebut-sebut tidak seburuk yang dibayangkan, bahkan ada yang menyamakannya dengan cita rasa ikan asin yang gurih dan renyah.
Pengalaman unik dan berani ini dibagikan secara gamblang oleh kreator Instagram terkenal, @dindinns10, bersama rekan-rekan petualang kulinernya, @angelinngel.hc dan @japmei. Melalui sebuah video yang viral, mereka menunjukkan momen-momen saat pertama kali mencicipi cicak goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan. Visual cicak yang masih berminyak, disajikan di atas piring beralaskan tisu dapur, sukses memancing rasa penasaran sekaligus kengerian dari ribuan pasang mata warganet.
Meskipun di hadapan mereka terhidang cicak goreng yang mengepul, tidak semua dari mereka langsung berani mencicipi. Dini dan Meimei tampak ragu, dengan ekspresi wajah yang jelas menunjukkan keengganan. Namun, Angel, yang mengaku sudah pernah merasakan sensasi cicak goreng sebelumnya, mencoba meyakinkan kedua rekannya. Menurut Angel, aroma cicak goreng ini memiliki kemiripan dengan bau ikan asin yang sering kita jumpai. Sebuah klaim yang cukup mengejutkan dan membuat mereka sedikit tergoda untuk membuktikan kebenarannya.
Dengan sedikit dorongan dan keberanian, Dini akhirnya memberanikan diri menggigit bagian tubuh cicak goreng tersebut. Ada jeda sesaat, ekspresi wajahnya sulit diterka, seolah sedang memproses sensasi rasa yang tak terduga. Kemudian, dengan nada terkejut, Dini berseru, "Kok enak?" Pernyataan singkat itu sontak memecah ketegangan dan membuat Meimei semakin penasaran. Sebuah pengakuan yang benar-benar di luar dugaan, mengubah persepsi awal tentang Makanan Ekstrem ini.
Giliran Meimei yang semula paling enggan, kini tak bisa menahan diri untuk ikut mencicipi. Meskipun sempat mengeluhkan aroma yang menurutnya agak "langu" atau "bau kaos kaki"—sebuah indikasi yang diduga Angel karena bagian dalam cicak belum dibersihkan secara maksimal sebelum dimasak—Meimei tetap melanjutkan petualangan rasanya. Dan pada akhirnya, ia pun setuju: cicak goreng ini memang enak! Bahkan, Meimei secara spesifik menyebutkan bahwa bagian kaki cicak terasa paling renyah dan nikmat, memberikan tekstur yang memuaskan saat dikunyah.
Bukan Sekadar Tantangan: Adakah Manfaat atau Bahaya?
Di balik kehebohan sensasi rasanya, perlu diingat bahwa konsumsi cicak bukanlah praktik kuliner yang umum, apalagi direkomendasikan secara luas. Reptil kecil ini dikenal sebagai predator serangga seperti nyamuk, lalat, dan kecoak, yang berarti mereka berpotensi membawa berbagai bakteri berbahaya. Bakteri seperti Salmonella atau E. coli adalah beberapa contoh patogen yang bisa saja ditemukan pada cicak dan dapat menyebabkan keracunan makanan serius jika cicak tidak diolah dengan sangat bersih dan dimasak hingga matang sempurna. Kebersihan menjadi kunci mutlak jika seseorang nekat mencoba hidangan ekstrem ini.
Reaksi Netizen: Antara Ngeri dan Penasaran
Video yang diunggah oleh para Konten Kreator ini tentu saja memicu beragam reaksi dari warganet. Mayoritas netizen mengaku merasa ngeri dan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya mengonsumsi cicak. "Takut banget," tulis seorang warganet, menggambarkan perasaan jijik dan takut mereka. Ada pula yang berkomentar, "Aku yang phobia cicak, tokek, lihat ini langsung merinding," menunjukkan tingkat ketidaknyamanan yang tinggi bahkan hanya dengan melihatnya. Beberapa bahkan mengaku tidak sanggup hanya untuk memegang cicak, apalagi sampai memakannya.
Namun, di tengah gelombang reaksi negatif, ada sebagian kecil netizen yang justru menyebutkan bahwa cicak, dalam beberapa kepercayaan atau pengobatan tradisional, dipercaya memiliki khasiat tertentu. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa klaim-klaim mengenai khasiat obat ini belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dan valid. Sehingga, konsumsi cicak sebagai obat tetap merupakan praktik yang dipertanyakan keamanannya dari sudut pandang medis modern.
Pengalaman para konten kreator ini menunjukkan betapa beragamnya petualangan rasa yang bisa dijelajahi, bahkan hingga ke batas-batas yang tidak terduga. Meski menuai pro dan kontra, mereka berhasil menyajikan sebuah konten yang unik dan memancing diskusi. Ini adalah bukti bahwa di era digital, eksplorasi kuliner tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pengalaman dan cerita yang bisa dibagikan.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar