Polda Jabar Selamatkan Petani Jagung Sumedang Lewat KUR Tanpa Agunan
Sorajabar.com - Pertanian adalah tulang punggung perekonomian, namun tak jarang para petaninya terjerat lingkaran setan utang dengan tengkulak. Kabar baik datang dari Polda Jawa Barat yang kini hadir sebagai pahlawan bagi ribuan petani jagung. Melalui terobosan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan, Polda Jabar bertekad memutus mata rantai ketergantungan petani pada lintah darat.
Solusi Revolusioner untuk Petani Jagung
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menegaskan komitmennya dalam upaya memajukan sektor pertanian sekaligus menyejahterakan para petani. Dalam momen penanaman jagung serentak Kuartal I/2026 di Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (7/3/2026), Kapolda Jabar menyampaikan inisiatif strategis ini. Program pembiayaan ini dirancang khusus untuk kelompok tani jagung, memastikan mereka mendapatkan akses modal tanpa beban jaminan.
Kolaborasi apik antara Polda Jabar dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kunci sukses program ini. Para petani kini bisa bernapas lega karena plafon pinjaman KUR yang ditawarkan mencapai Rp100 juta tanpa memerlukan agunan sedikit pun. Ini adalah angin segar bagi petani yang selama ini kesulitan mengakses permodalan dari lembaga keuangan formal karena keterbatasan aset.
"Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini dapat diakses kelompok tani tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp100 juta untuk mendukung kegiatan penanaman jagung," ujar Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan detail fasilitas yang diberikan kepada awak media.
Skema Penyaluran Dana yang Tepat Sasaran
Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan lebih lanjut bahwa penerima akses KUR tanpa agunan ini adalah kelompok tani binaan Polda Jabar yang aktif terlibat dalam program penanaman jagung. Skema penyaluran dananya pun dibuat sangat cermat. Dana pinjaman tidak diserahkan dalam bentuk tunai langsung kepada petani, melainkan disalurkan kepada distributor penyedia bibit unggul, pupuk berkualitas, hingga alat mesin pertanian (alsintan) modern.
- Bibit: Memastikan petani mendapatkan varietas jagung terbaik untuk hasil maksimal.
- Pupuk: Pasokan nutrisi yang cukup dan tepat untuk pertumbuhan tanaman.
- Alsintan: Memodernisasi proses pertanian, meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
"Skema ini dibuat agar dana yang disalurkan benar-benar digunakan untuk kegiatan pertanian dan tidak disalahgunakan," tegas Rudi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar produktif dan berkontribusi langsung pada peningkatan hasil panen petani.
Jangkauan Luas dan Dampak Positif
Program pembiayaan ini sudah bergulir di berbagai wilayah, menunjukkan dampak positif yang signifikan. Di Kabupaten Sumedang, tercatat ada 440 kelompok tani yang telah bergabung dan menerima manfaat dari KUR ini, dengan penyaluran mencapai sekitar Rp 440 miliar. Sementara itu, di Nagreg, Kabupaten Bandung, sebanyak 55 kelompok tani juga telah menikmati fasilitas serupa dengan total penyaluran sekitar Rp 55 miliar.
Inisiatif ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pencapaian swasembada pangan nasional. Polda Jabar tidak hanya memfasilitasi modal, tetapi juga mengatasi persoalan klasik ketersediaan lahan pertanian. Melalui kolaborasi strategis dengan PTPN dan Perum Perhutani, Polda Jabar berhasil mengamankan sekitar 1.200 hektare lahan tidur. Lahan-lahan ini kemudian dikelola oleh kelompok tani binaan, membuka peluang baru bagi peningkatan produksi jagung di Jawa Barat.
Kepastian Pasar untuk Hasil Panen
Hingga saat ini, penanaman jagung serentak Kuartal I/2026 di seluruh polres jajaran Polda Jabar telah mencakup area seluas 433 hektare. Yang lebih menggembirakan lagi, para petani tidak perlu khawatir akan pemasaran hasil panen mereka. Perum Bulog dan sejumlah perusahaan pakan ternak telah menyatakan komitmennya untuk menyerap langsung seluruh hasil panen jagung.
"Tentunya (target) kita upayakan selalu lebih meningkat sebagaimana tadi oleh Bulog disampaikan. Dan tadi kita akan rencanakan dengan semakin meluasnya areal tanam tentunya akan tercapai hasil yang lebih meningkat," pungkas Irjen Pol Rudi Setiawan. Kepastian pasar ini memberikan jaminan dan motivasi tambahan bagi petani untuk terus berproduksi dengan optimal.
Langkah progresif Polda Jabar ini tidak hanya sekadar memberikan pinjaman, tetapi membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata komitmen aparat keamanan dalam mendukung kesejahteraan rakyat dan ketahanan pangan nasional.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar