x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!

Sorajabar.com - Setelah sebulan penuh menahan diri dari santapan lezat dan jadwal makan yang teratur, momen Lebaran seringkali menjadi ajang 'balas dendam' bagi banyak orang. Beragam hidangan mulai dari opor ayam, rendang, kue kering, hingga makanan pedas nan menggoda tersaji melimpah, dan tak jarang disantap tanpa batasan. Namun, euforia kuliner ini kerap berujung pada keluhan Kesehatan, salah satunya diare. Mengapa fenomena diare pasca-Lebaran ini begitu umum terjadi? Mari kita ulas lebih dalam.

Mengapa Diare Jadi Langganan Setelah Lebaran?

Pakar penyakit Pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa banyaknya keluhan diare saat Lebaran disebabkan oleh tubuh yang masih beradaptasi setelah satu bulan berpuasa. Sistem pencernaan kita telah terbiasa dengan pola makan dan jenis makanan tertentu selama Ramadan. Perubahan drastis ini bisa menjadi kejutan bagi lambung dan usus.

Selama puasa, produksi enzim pencernaan mungkin sedikit berbeda, dan usus pun beradaptasi dengan ritme yang lebih lambat. Ketika Lebaran tiba, tiba-tiba kita membanjiri sistem pencernaan dengan berbagai makanan yang kaya rempah, pedas, bersantan, dan manis. Perubahan mendadak ini membuat tubuh 'kaget' dan kesulitan memproses makanan secepat biasanya, sehingga memicu gangguan pencernaan seperti diare.

Peran Makanan Pedas dan Adaptasi Tubuh

Salah satu pemicu utama yang disoroti Prof. Ari adalah konsumsi makanan pedas. “Pertama adalah diare, terutama setelah mengonsumsi makanan yang pedas-pedas. Kita tahu dalam satu bulan terakhir ini, kita mengurangi makanan yang pedas-pedas,” kata Prof Ari.

Senyawa capsaicin dalam cabai memang dapat merangsang usus. Setelah sebulan tidak terbiasa, tiba-tiba menyantap hidangan pedas dalam jumlah banyak dapat mempercepat pergerakan usus, yang berujung pada diare. Prof. Ari menambahkan, “Dalam beberapa hari pertama di Bulan Syawal ini mulailah kita mengonsumsi makanan yang pedas-pedas dan ini akan merangsang terjadinya diare.” Oleh karena itu, jika Anda penggemar makanan pedas, disarankan untuk mengonsumsinya secara bertahap dan tidak langsung dalam porsi besar.

Waspada Sindrom Iritasi Usus (IBS)

Prof. Ari juga mengingatkan tentang kondisi yang kerap disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus. Ini adalah gangguan fungsional kronis pada usus besar yang ditandai dengan nyeri perut berulang, kembung, dan perubahan pola buang air besar. Meskipun bukan kondisi yang serius atau mengancam jiwa, IBS dapat sangat mengganggu kualitas hidup.

Pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pemicu (seperti pedas, berlemak, kafein), dan stres setelah Lebaran bisa menjadi pemicu atau memperburuk gejala IBS pada individu yang rentan. Penting untuk mengenali pemicu pribadi dan menghindari makanan atau kebiasaan yang memicu masalah pencernaan.

Tips Agar Pencernaan Tetap Sehat Selama dan Setelah Lebaran

Agar momen Lebaran Anda tidak terganggu masalah pencernaan, berikut beberapa tips dari para ahli:

  • Makan Secara Bertahap dan Tidak Berlebihan: Mulailah dengan porsi kecil dan secara bertahap tingkatkan asupan. Hindari langsung menyantap semua hidangan dalam jumlah besar.
  • Batasi Makanan Pedas dan Berlemak: Beri kesempatan usus Anda beradaptasi. Kurangi makanan pedas, bersantan, dan berlemak tinggi yang bisa memicu iritasi.
  • Perbanyak Konsumsi Serat: Sertakan buah dan sayuran dalam menu Lebaran Anda. Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit atau diare.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan membantu proses pencernaan.
  • Hindari Minuman Manis Berlebihan: Gula tambahan dapat memicu gas dan kembung, serta memperburuk diare pada beberapa orang.
  • Istirahat Cukup: Tidur yang berkualitas membantu tubuh meregenerasi diri, termasuk sistem pencernaan.
  • Kenali Batas Tubuh: Jika diare atau gangguan pencernaan lain tetap terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu, sangat bijak untuk segera menghentikan konsumsi makanan tersebut. “Kita mesti setop, jangan dilanjutkan,” tegas Prof. Ari. Apabila kondisi tidak membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dengan menerapkan tips ini, diharapkan Anda bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus khawatir dengan gangguan pencernaan. Ingat, kesehatan adalah kunci untuk menikmati setiap momen indah bersama keluarga.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!
  • Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!
  • Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!
  • Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!
  • Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!
  • Perut Melilit Setelah Lebaran? Waspada Biang Keroknya!

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW