Perjuangan Sopir Sampah Sarimukti Kurban Lebaran Demi Bandung Bersih
Sorajabar.com - Momen kebersamaan keluarga di hari raya Idul Fitri adalah dambaan setiap orang. Namun, bagi para pahlawan kebersihan di Bandung Raya, mimpi itu harus sedikit tergeser oleh tumpukan sampah yang tak pernah usai. Antrean panjang truk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini menjadi pemandangan pilu yang menguras waktu dan tenaga para sopir, bahkan memaksa mereka untuk menginap di tengah tumpukan sampah demi memastikan kota tetap bersih.
Salah satu dari mereka adalah Raffi, sopir truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung yang masih berusia 24 tahun. Raffi sudah berkali-kali terpaksa menjadikan kabin truknya sebagai 'hotel' sementara di bulan Ramadan ini. Bayangkan, datang pada Senin dini hari pukul 01.00 WIB, ia harus menanti hingga siang hari bahkan berganti hari untuk bisa menurunkan muatannya. "Masih harus antre, padahal datang tengah malam. Sudah lumayan lama, lebih dari seminggu sepertinya," keluhnya pada Selasa (17/3/2026), menunjukkan betapa sistem antrean ini telah berlangsung lama dan menjadi beban.
Bagi Raffi, pengorbanan ini adalah risiko pekerjaan yang harus diemban. "Jadi rata-rata saya itu berangkat malam, jadi biar besoknya bisa masuk. Kalau pagi, enggak mungkin karena kan sorenya tutup. Jadi bakal lebih lama lagi antrenya bisa sampai besok," jelasnya. Sebuah strategi yang menguras fisik dan mental, apalagi di tengah ibadah puasa. Harapan terbesarnya sederhana: bisa salat Id bersama keluarga di rumah sebelum kembali bekerja setelah Lebaran. Kisah Raffi mencerminkan dedikasi luar biasa para pekerja kebersihan yang sering luput dari perhatian.
Mengapa Antrean di TPA Sarimukti Kian Mengular?
Antrean mengular di TPA Sarimukti bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan indikasi dari volume sampah yang terus meningkat, terutama menjelang hari raya. Peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat kerap berbanding lurus dengan peningkatan produksi sampah, yang akhirnya membebani kapasitas TPA. Ditambah lagi, TPA Sarimukti adalah tumpuan bagi beberapa wilayah di Bandung Raya, membuatnya rentan terhadap kepadatan dan membutuhkan manajemen yang lebih efisien.
Solusi Jangka Pendek Menjelang Idul Fitri
Menyikapi kondisi ini, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, mengumumkan langkah antisipasi. Pada H-1 Idul Fitri 1447 Hijriah, operasional TPA Sarimukti akan diperpanjang menjadi 24 jam penuh. "Jadi H-1 lebaran itu buka 24 jam karena biasanya sampah kota kabupaten itu meningkat di malam takbiran dan lebaran, sehingga kita berupaya mengurai antrean," terang Arief. Ini adalah upaya taktis untuk menekan penumpukan sampah yang biasanya memuncak di malam takbiran dan hari H.
Namun, para pekerja di TPA juga berhak merayakan hari kemenangan. TPA Sarimukti akan diliburkan satu hari penuh tepat pada Hari Raya Idul Fitri untuk memberikan kesempatan bagi para petugas untuk berkumpul dengan keluarga. Kemudian, operasional akan kembali dibuka pada H+1 Idul Fitri mulai pukul 08.00 WIB, dan pelayanan akan kembali normal sepenuhnya pada H+2 Lebaran. Jadwal ini diharapkan bisa menyeimbangkan kebutuhan pengelolaan sampah dengan hak para pahlawan kebersihan untuk merayakan Lebaran.
Masa Depan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat
Situasi di TPA Sarimukti ini kembali mengingatkan kita akan tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Jawa Barat. Perlu adanya solusi jangka panjang yang komprehensif, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya, optimalisasi fasilitas daur ulang, hingga pencarian TPA alternatif yang lebih modern dan berkelanjutan. Peran serta pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta sangat krusial dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Kisah Raffi dan antrean panjang di TPA Sarimukti adalah cerminan dari kompleksitas masalah sampah yang kita hadapi. Di balik kenyamanan kota yang bersih, ada perjuangan tak kenal lelah para sopir dan petugas kebersihan yang rela mengorbankan waktu berharga mereka. Dukungan dan apresiasi kita kepada mereka, serta komitmen untuk mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab, adalah kunci menuju Jawa Barat yang lebih bersih dan lestari.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar