x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu

Sorajabar.com - Musim Mudik Lebaran selalu menghadirkan cerita yang tak lekang oleh waktu. Di tengah riuhnya jutaan kendaraan yang memadati jalanan Jawa Barat, ada kisah-kisah perjuangan personal yang menyentuh hati. Salah satunya adalah perjalanan luar biasa Asep Kumala Seta, seorang pedagang cilok berusia 31 tahun dari Cibaduyut, Kabupaten Bandung. Demi mengobati kerinduan pada sang ibu di kampung halaman, Asep memutuskan untuk menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Kabupaten Ciamis, bukan dengan kendaraan nyaman, melainkan dengan berjalan kaki dan menumpang seadanya.

Kerinduan Tak Terbendung di Balik Keterbatasan Biaya

Kisah Asep adalah gambaran nyata dari pengorbanan seorang anak untuk orang tuanya. Keterbatasan biaya menjadi penghalang baginya untuk membeli tiket pulang. Namun, hal itu tak sedikit pun menyurutkan niatnya. Pada Selasa (17/3/2026) malam, Asep ditemukan sedang beristirahat di depan Pos Pam Cikaledong, Nagreg, dengan raut wajah lelah namun mata penuh harap. Ia memulai perjalanannya dari Cibaduyut sekitar pukul 12 siang. Sebagian perjalanannya ia tempuh dengan menumpang bus Damri dari Leuwi Panjang ke Cibiru, lalu melanjutkan dengan menumpang truk hingga Rancaekek dan Nagreg.

Perjalanan ini semakin terasa berat karena ia jalani dalam kondisi berpuasa di bulan Ramadan. Rasa lapar dan haus menjadi teman setia, namun tekadnya lebih kuat dari segalanya. "Alhamdulillah tadi buka sama air putih aja," ujarnya lirih, menunjukkan betapa sederhana kebutuhannya untuk melanjutkan perjuangan.

Ujian di Jalan: Salah Arah dan Perjuangan Melawan Lelah

Jalan yang ditempuh Asep tidak selalu mulus. Ia sempat mendapat tumpangan truk yang seharusnya membawanya ke arah Ciamis, namun justru berbelok ke Kadungora, Garut. Tanpa pilihan, ia turun dan kembali berjalan kaki, menambah jarak tempuh yang sudah sangat panjang. Dari titik di Cikaledong, ia memperkirakan masih ada sekitar 70 kilometer lagi yang harus ia tempuh dengan berjalan kaki, dengan harapan bisa tiba di rumah sekitar pukul 9 pagi keesokan harinya.

Di dalam tas ranselnya, Asep membawa bekal seadanya: pakaian, sepatu, perlengkapan camping, bahkan kompor kecil. Bekal Lebaran dari bosnya pun unik: 50 biji cilok dan sebotol sirup Marjan. "Ini juga ciloknya dibawa ada di dalem tas, jadi kalau laper ya saya masak aja," katanya, menunjukkan kreativitasnya dalam bertahan hidup.

Kehidupan Seorang Pedagang Cilok dan Asa Baru

Asep telah dua tahun bergelut sebagai pedagang cilok keliling. Pola hidupnya berulang: bekerja keras di Bandung, lalu mudik ke kampung halaman dengan cara yang sama. Ia bercerita tentang pasang surut pendapatannya. "Kalau ciloknya habis, setoran itu harus Rp700 ribu. Kalau kejual segitu mah batinya alhamdulillah besar," jelasnya. Namun, kondisi saat itu berbeda. Penjualan merosot drastis, hanya mendapatkan sekitar Rp100 ribu sehari dengan setoran Rp70 ribu, menyisakan Rp30 ribu untuk dirinya.

Dengan kondisi ini, Asep memiliki rencana lain. Ia berencana kembali ke kampung halaman dan mencoba peruntungan sebagai nelayan, profesi yang pernah ia tekuni di Indramayu dan Jakarta. "Kayanya ini juga mau melaut lagi lah, tapi kalau engga ada kerjaan, ya balik lagi aja jualan Cilok," tambahnya, menggambarkan kegigihan dan semangatnya untuk terus mencari nafkah.

Uluran Tangan di Tengah Keterbatasan

Meskipun kerap tidur di tempat sepi menggunakan flysheet yang dibawanya, dan tidak selalu mendapatkan perlakuan baik, perjalanan Asep akhirnya menemukan titik terang. Di Cikaledong, beberapa warga yang mengetahui kisahnya tergerak hatinya. Mereka membantu meringankan beban Asep, bahkan menghentikan sebuah bus untuknya. Tanpa ragu, Asep naik ke dalam bus, melanjutkan perjalanannya yang mendekatkan ia pada pelukan sang ibu di Ciamis.

Kisah Asep ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk Lebaran, ada banyak cerita tentang perjuangan, ketulusan, dan kekuatan cinta keluarga yang tak mengenal batas. Ini adalah potret nyata semangat mudik, bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang penuh harap.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu
  • Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu
  • Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu
  • Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu
  • Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu
  • Perjuangan Pedagang Cilok Mudik Jalan Kaki Demi Ibu

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW