Ngeri Pengemudi Mengantuk Picu Tabrakan di Sukabumi
Sorajabar.com - Kecelakaan Lalu Lintas kembali mengguncang ruas jalan Palabuhanratu-Cisolok, tepatnya di Tanjakan Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (19/3/2026). Peristiwa nahas ini melibatkan sebuah mobil Toyota Calya putih yang oleng dan menabrak seorang pengendara motor serta anaknya. Insiden ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kewaspadaan di jalan, terutama saat berkendara jarak jauh.
Detik-detik Mencekam di Tanjakan Sukawayana
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, mobil Toyota Calya dengan nomor polisi F 1237 VN terlihat terperosok ke parit jalan setelah menabrak pemotor. Kondisi mobil mengalami kerusakan parah di bagian depan kanan; bumper ringsek, lampu utama hancur, dan fender penyok. Untungnya, sebuah pohon di pinggir parit menahan laju kendaraan, mencegahnya masuk lebih dalam ke area hutan. Pemandangan ini cukup mengerikan, menunjukkan betapa dahsyatnya benturan yang terjadi.
Korban pemotor, Wisnu (30), yang ditemui di IGD RSUD Palabuhanratu, menceritakan pengalaman traumatisnya. Saat itu, Wisnu sedang dalam perjalanan pulang menuju Citepus setelah menjemput anaknya yang masih berusia 5 tahun. "Saya lagi turun, biasa turun, tiba-tiba mobil (mengambil) kanan. Jadi ya sudah, tabrakan langsung. Mobilnya tiba-tiba sudah masuk ke jalur kanan," ungkap Wisnu dengan nada lirih. Ia sama sekali tidak menduga mobil dari arah berlawanan akan tiba-tiba mengambil jalur miliknya.
Akibat benturan keras tersebut, Wisnu mengalami luka serius, termasuk dugaan patah tulang kaki dan cedera pada jari tangan. Pipi kirinya juga terluka akibat terkena bumper kanan mobil. Beruntungnya, sang anak yang masih balita hanya mengalami luka lecet ringan. "Anak alhamdulillah cuma lecet sedikit, saya sendiri sempat tidak sadar, tahu-tahu sudah di Puskesmas," lanjut Wisnu, menunjukkan betapa parahnya dampak kecelakaan itu baginya.
Pengakuan Sopir: Lelah dan Mengantuk
Di sisi lain, sopir mobil Toyota Calya yang tak disebutkan namanya mengakui bahwa ia kehilangan kendali karena faktor kelelahan. Ia mengaku sedang dalam perjalanan panjang dari Jakarta menuju wilayah Cisolok atau Bayah, hendak mengantar saudara. "Dari Palabuhanratu mau ke Bayah, ke Gunung Batu, antar saudara. Berangkat tadi jam 9 pagi dari Pulo Gadung," ujarnya, menjelaskan kronologi perjalanannya yang melelahkan.
Sopir tersebut menambahkan bahwa kondisi jalan sebenarnya cukup lancar. Namun, rasa kantuk yang datang tiba-tiba membuatnya 'ngalenyap' atau kehilangan kesadaran sesaat, sehingga mobilnya berpindah jalur. "Tiba-tiba kita ngantuk, ngalenyap. Sadar-sadar sudah kena, sudah di selokan. Saya tanggung jawab sepenuhnya, tadi juga sudah bicara dengan korban secara kekeluargaan," tuturnya, menunjukkan penyesalan dan kesediaannya untuk bertanggung jawab.
Pentingnya Keselamatan dan Kewaspadaan di Jalan
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi segera melakukan olah TKP. Kasubnit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Aiptu Dudung, membenarkan kronologi awal bahwa mobil hilang kendali ke kanan jalan setelah melintasi tikungan. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kendaraan mengalami kerusakan parah dan korban luka masih dalam perawatan medis di RSUD Palabuhanratu.
Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang bahaya mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk. Kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan waktu reaksi, yang sangat krusial saat berkendara. Jika Anda merasakan kantuk saat di perjalanan, sebaiknya segera menepi untuk beristirahat sejenak atau mencari tempat aman untuk tidur sebentar. Ingatlah, keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan. Jangan biarkan rasa kantuk merenggut nyawa atau menyebabkan kerugian bagi orang lain.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar