x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran

Sorajabar.com - Pantai Pangandaran, permata pariwisata Jawa Barat yang selalu ramai dengan pesonanya, kini sedang menghadapi ujian. Bukan karena bencana alam, melainkan akibat ulah manusia yang kurang bertanggung jawab. Sebuah proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang seharusnya menjadi solusi vital untuk sanitasi, kini justru menjadi pemandangan tak sedap, terbengkalai, dan mencoreng estetika salah satu destinasi Wisata unggulan ini.

Situasi ini jelas menimbulkan keresahan, tidak hanya bagi wisatawan tetapi juga bagi masyarakat dan para pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidupnya di sana. Bagaimana tidak, lokasi proyek yang vital ini terletak di antara Pos 1 dan Pos 2 Pantai Pangandaran, area yang selalu padat pengunjung.

Keindahan Pangandaran Ternoda Proyek Mangkrak

Saat ini, area proyek IPAL di Pangandaran masih ditutup dengan pagar seng. Kondisi ini membuat kawasan yang seharusnya indah dan menawan menjadi kumuh dan tidak terawat. Lebih parah lagi, di lokasi proyek yang belum rampung itu, terlihat jelas genangan dan luapan air limbah, mencerminkan kegagalan fungsi instalasi yang seharusnya mengolahnya. Bayangkan, sebuah destinasi wisata kelas dunia justru dihadapkan pada pemandangan tak sedap yang berpotensi merusak citra dan kenyamanan pengunjung.

Proyek IPAL percontohan ini, yang dibiayai oleh APBD tahun 2025 dengan anggaran fantastis sebesar Rp600 juta, seharusnya sudah berfungsi optimal sejak akhir tahun lalu. Namun, realitas di lapangan jauh dari harapan. Dana yang tidak sedikit itu kini terancam sia-sia, dan tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas sanitasi di Pangandaran terhambat.

Jeritan Pedagang dan Dampak Ekonomi Lokal

Salah satu pihak yang paling merasakan dampak buruk dari proyek mangkrak ini adalah para pedagang lokal. Adit, seorang pedagang yang biasanya menjajakan dagangannya di area pantai, mengungkapkan kekesalannya. “Saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin saja saya tidak bisa berjualan karena lapak dagangan terhimpit pagar proyek,” keluhnya pada Senin (2/3/2026).

Kondisi ini tentu sangat merugikan para pedagang, terutama pada momen-momen liburan penting yang menjadi ladang rezeki mereka. Adit menambahkan bahwa belakangan ini, tidak ada lagi aktivitas pekerja yang terlihat di lokasi proyek. Bahkan, ia menyaksikan sendiri sebagian struktur konstruksi sempat ambruk akibat terhempas ombak saat air laut pasang, menambah daftar panjang kegagalan dalam proyek ini. Lebih ironisnya, tidak ada papan informasi proyek yang terpasang, menunjukkan minimnya transparansi kepada publik mengenai proyek bernilai ratusan juta rupiah ini.

Para pedagang sangat berharap proyek ini segera diselesaikan, terutama menjelang libur Lebaran mendatang. Momen Idulfitri adalah puncak keramaian di Pantai Pangandaran, dan jika kondisi proyek masih seperti ini, kerugian yang ditanggung pedagang akan semakin besar.

Bupati Turun Tangan Ancam Sanksi Tegas

Keresahan ini rupanya juga sampai ke telinga Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami. Beberapa waktu lalu, Bupati sempat meninjau langsung lokasi proyek dan meluapkan kekesalannya di akun media sosial. Dalam unggahannya, Bupati memberikan teguran keras dan menginstruksikan agar pembangunan IPAL tersebut wajib diselesaikan sebelum libur hari raya Idulfitri. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak proyek mangkrak ini terhadap citra dan persiapan Pangandaran menyambut hari besar.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, membenarkan adanya keterlambatan. “Iya pengerjaan IPAL tersebut seharusnya selesai pada tahun 2025,” ucap Nanang. Ia menjelaskan bahwa akibat keterlambatan ini, pihak pelaksana proyek IPAL dikenakan denda keterlambatan (adendum) selama 50 hari. “Kalau telat dalam pengerjaan pasti dikenakan denda,” tegasnya.

Masa Depan Sanitasi dan Pariwisata Pangandaran

Meskipun ada denda dan teguran, yang paling penting adalah penyelesaian proyek ini secepatnya. IPAL bukan sekadar Infrastruktur biasa, melainkan tulang punggung sanitasi yang vital untuk kelestarian Lingkungan dan kenyamanan wisatawan di Pangandaran. Keterlambatan ini tidak hanya merugikan anggaran negara, tetapi juga mengancam kesehatan lingkungan dan citra pariwisata Pangandaran di mata dunia.

Pemerintah daerah dituntut untuk bertindak lebih tegas dalam pengawasan dan memastikan proyek ini benar-benar tuntas sesuai jadwal. Jangan sampai keindahan alami Pangandaran, yang telah menarik jutaan wisatawan, harus ternoda oleh kelalaian dalam pengelolaan proyek. Harapan besar kini tertumpu pada komitmen semua pihak agar IPAL ini segera berfungsi optimal, demi Pangandaran yang bersih, sehat, dan lestari.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran
  • Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran
  • Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran
  • Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran
  • Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran
  • Miris Proyek IPAL Mangkrak Coreng Cantiknya Pangandaran

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW