Mengungkap Rahasia Ramadan Unik di Ciamis Tarawih Jam 2 Pagi
Sorajabar.com - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam, terutama di lingkungan pondok Pesantren. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebuah tradisi unik nan menginspirasi telah turun-temurun dijalankan di Pondok Pesantren Darussalam. Jika kebanyakan umat muslim melaksanakan salat Tarawih setelah Isya, para santri di sini justru melaksanakannya di penghujung malam, sekitar pukul 02.00 WIB menjelang waktu sahur. Tradisi inilah yang membentuk ritme ibadah dan keseharian para santri menjadi begitu istimewa dan penuh makna.
Tarawih Dini Hari Sebuah Tradisi Turun-Temurun
Keseharian santri di Ponpes Darussalam Ciamis selama Ramadan dimulai jauh sebelum fajar menyingsing. Kayla Azka Nadhifah (15), seorang santriwati asal Sukadana Ciamis, membagikan pengalamannya. "Biasanya kami dibangunkan sekitar jam dua dini hari untuk salat tarawih berjamaah. Setelah itu langsung bersiap sahur di asrama masing-masing," cerita Kayla. Bagi sebagian orang, bangun dini hari untuk salat mungkin terasa berat di awal, namun bagi Kayla dan santri lainnya, ini adalah bagian dari rutinitas yang membentuk kedisiplinan dan kekhusyukan.
Setelah menunaikan Tarawih dan menyantap hidangan sahur, kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah. Pagi hari di pesantren pun tak kalah padat. Para santri mengikuti kuliah subuh yang penuh ilmu, kemudian bersiap untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar di madrasah, yang durasinya dipersingkat selama bulan Ramadan agar santri lebih fokus pada ibadah.
Dari Kajian Subuh Hingga 'One Day One Al-Qur'an'
Waktu Zuhur menjadi jeda penting untuk salat berjamaah, diikuti dengan program tadarus Al-Qur'an bersama di aula. Ponpes Darussalam memiliki program menarik yang dikenal sebagai "One Day One Al-Qur'an". "Di sini biasanya ada program tadarus one day one Al-Qur'an, jadi sehari membaca Al-Qur'an, tergantung kemampuan masing-masing santri membagi jumlah juznya," jelas Kayla. Ini adalah upaya untuk membiasakan santri berinteraksi lebih intens dengan kitab suci, melatih keistiqamahan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Adnan Ramadhani (17), santri lainnya, menambahkan bahwa tadarus Al-Qur'an menjadi kegiatan rutin yang hampir selalu dilakukan setelah salat berjamaah. "Biasanya setelah salat wajib ada kultum singkat, lalu dilanjutkan tadarus. Untuk hafalan tidak dibatasi, tergantung kemampuan santri. Alhamdulillah ada yang bisa khatam sekali bahkan dua kali selama Ramadan," ujar Adnan. Pengalaman ini menunjukkan dedikasi para santri dalam menghidupkan syahrul Qur'an atau bulan Al-Qur'an.
Menjelang sore, suasana pesantren diramaikan dengan pengajian yang membahas akhlak seorang muslim, membekali para santri dengan nilai-nilai luhur. Tak hanya ibadah, santri juga dapat menikmati momen ngabuburit yang seru di bazar khusus yang dikelola oleh mereka sendiri. Beragam makanan khas dan jajanan menarik disajikan, menambah semarak Ramadan di pesantren.
Usai berbuka puasa, aktivitas kembali terpusat pada ibadah, dimulai dari salat Magrib berjamaah, dilanjutkan salat Isya, dan pengajian malam hingga sekitar pukul 21.00 WIB sebelum akhirnya para santri beristirahat untuk mengumpulkan energi kembali bagi Tarawih dini hari berikutnya.
Filosofi di Balik Ibadah Malam yang Bikin Melek
Pimpinan Muda Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Defikri Natadiwangsa, menjelaskan filosofi di balik tradisi Tarawih dini hari ini. "Ramadan di sini kami fokuskan sebagai syahrul Qur'an atau bulan Al Qur'an. Jadi setelah setiap salat wajib, para santri diwajibkan membawa Al Qur'an dan melaksanakan tadarus," kata Defikri. Penekanan pada Al-Qur'an ini menjadi fondasi utama kegiatan pesantren selama bulan berkah.
Defikri juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Tarawih pada dini hari bukan tanpa alasan. "Tarawih dini hari ini salah satu upaya memakmurkan Ramadan, baik siang maupun malam. Kami ingin membiasakan santri bangun malam agar terbiasa melaksanakan salat tahajud," pungkasnya. Ini adalah upaya strategis untuk menanamkan kebiasaan Qiyamul Lail atau salat malam, yang memiliki keutamaan besar dalam Islam, sebagaimana yang juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Selain tadarus harian, pesantren juga mengadakan kegiatan tasmil Al-Qur'an setiap pekan. Dalam kegiatan ini, para hafiz atau penghafal Al-Qur'an akan membacakan hafalannya di hadapan santri lainnya. "Setiap Kamis biasanya ada tasmil Qur'an, santri yang hafal membaca di depan, yang lain mendengarkan. Ini sekaligus menjadi motivasi agar santri lebih semangat mengkaji dan mengamalkan Al Qur'an," jelas Defikri. Total santri di Ponpes Darussalam Ciamis mencapai sekitar 1.200 orang, dengan sekitar 800 santri yang rutin mengikuti kegiatan berjamaah, sisanya mungkin sedang menjalani ujian.
Pengalaman Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis adalah cerminan dari dedikasi dan komitmen dalam menghidupkan bulan suci dengan cara yang unik dan mendalam. Tradisi Tarawih dini hari tidak hanya menciptakan kekhusyusan tersendiri, tetapi juga membentuk karakter santri yang disiplin, cinta Al-Qur'an, dan terbiasa dengan ibadah malam yang penuh berkah.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar