Lebaran 2026: Strategi Polda Jabar Jamin Mudik Lancar Jaya!
Sorajabar.com - Momen Mudik Lebaran selalu menjadi perhatian utama, khususnya bagi jutaan pemudik yang akan melintasi jalanan Jawa Barat. Menjawab tantangan ini, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar telah menyiapkan strategi pengamanan komprehensif untuk arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama tidak hanya di Tol Trans Jawa, tetapi juga jalur-jalur arteri vital. Kesiapan ini bertujuan untuk memastikan setiap perjalanan pemudik berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga tujuan.
Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal dalam melakukan persiapan. Simulasi dan evaluasi mendalam telah dilakukan demi mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi di lapangan. "Kita sudah simulasikan pengamanan rekayasa lantas di Tol Trans-Jawa di wilayah Polda Jawa Barat," kata Raydian di Mapolda Jabar, Kamis (5/3/2026).
Strategi Pengamanan di Tol Trans Jawa: Kolaborasi 7 Polres
Pengamanan di ruas Tol Trans Jawa yang melintasi Jawa Barat akan melibatkan kekuatan besar, yakni enam hingga tujuh Polres jajaran. Mereka akan berkoordinasi dalam sebuah tim khusus bernama 'Rayon 2'. Kolaborasi ini sangat krusial untuk memastikan setiap segmen tol mendapatkan perhatian penuh, mengingat panjangnya ruas jalan tol yang harus dijaga.
Kombes Pol Raydian menjelaskan, berbagai cara bertindak (CB) atau skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengatasi kepadatan kendaraan. Hal ini termasuk penerapan:
- Contraflow sepenggal: Penerapan satu atau lebih lajur tambahan yang berlawanan arah dengan lalu lintas normal, digunakan untuk mengurai kepadatan di titik-titik tertentu.
- One-way nasional sepenggal: Pemberlakuan sistem satu arah secara parsial pada ruas tertentu untuk memaksimalkan kapasitas jalan saat puncak arus mudik atau balik.
- Pemanfaatan lajur 1, 2, 3: Optimalisasi penggunaan seluruh lajur tol, termasuk pembukaan lajur bahu jalan jika diperlukan dan diizinkan, untuk meningkatkan kapasitas jalan.
Rekayasa lalu lintas ini akan difokuskan pada segmen penting, mulai dari Kilometer (KM) 47 hingga KM 65 atau 70. Penekanan pada koordinasi dan sinkronisasi menjadi kunci, agar seluruh Kasat Lantas di Polres jajaran dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kakorlantas secara tepat dan efektif. "Arahan dari atas, SOP dari Pak Kakorlantas harus ditepati karena di dalam Tol Trans Jawa arahannya seluruh dari Kakorlantas untuk pembukaan dan rekayasa lalu lintas," tegas Raydian.
Kesiapan Jalur Arteri: Pengalaman Rutin yang Ditingkatkan
Tidak hanya Tol Trans Jawa, Ditlantas Polda Jabar juga telah menyiapkan skenario pengamanan lalu lintas di jalur-jalur arteri. Ini mencakup arteri di jalur selatan Priangan Timur dan jalur arteri Puncak. Kedua jalur ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama saat musim liburan.
Menariknya, pengelolaan lalu lintas di jalur arteri seperti Puncak dan Priangan Timur sudah sering dilaksanakan setiap akhir pekan. Pengalaman rutin ini menjadi modal berharga bagi Polda Jabar. "Kita sudah siapkan tiga skenario, yang dua itu arteri, arteri di jalur selatan Priangan Timur dan arteri di Puncak," jelas Raydian.
Meskipun demikian, evaluasi terus-menerus melalui Tactical Floor Game (TFG) dilakukan untuk menemukan hal-hal yang belum terdeteksi. Harapannya, dengan persiapan yang matang dan pengalaman yang sudah ada, pelaksanaan pengamanan mudik Lebaran 2026 di jalur arteri dapat berjalan lebih baik dan lancar dari sebelumnya.
Polda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemudik, untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan sukses tanpa hambatan berarti.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar