x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih

Sorajabar.com - Pembangunan memang kerap membawa dampak, baik positif maupun, sayangnya, terkadang negatif bagi sebagian pihak. Di tengah gegap gempita proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah digalakkan pemerintah di seluruh penjuru Indonesia, sebuah kisah pilu datang dari Kabupaten Pangandaran. Nenek Cani, seorang lansia berusia 80 tahun, warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, kini harus menghadapi kenyataan pahit: rumah sederhana yang telah menjadi tempat berteduh selama belasan tahun berpotensi tergusur demi proyek pembangunan koperasi tersebut.

Kisah Pilu Nenek Cani: Bertahan di Tanah Desa Selama Belasan Tahun

Rumah kayu dengan dinding bilik yang nampak usang itu menjadi saksi bisu perjalanan hidup Nenek Cani selama kurang lebih 15 tahun. Berdiri di atas lahan seluas 10x6 meter, ia mengaku telah menempati lokasi tersebut sejak tahun 2011, membangunnya bersama almarhum suaminya. "Sudah lama, sejak tahun 2011 saya tinggal di sini dibangun bersama almarhum suami," tutur Nenek Cani dengan nada pasrah pada Rabu (14/3/2026).

Bukan tanpa alasan Nenek Cani memilih tinggal di tanah milik desa ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya memiliki tanah pribadi, namun lokasinya yang jauh dari permukiman penduduk membuatnya terpaksa memilih lahan di depan jalan kabupaten ini demi kemudahan akses dan interaksi Sosial. "Gaduh taneuh nyalira tapi jauh dari pemukiman (punya tanah sendiri cuma jauh dari penduduk tinggal)," ungkapnya.

Kini, di usianya yang senja, ia harus menghadapi kemungkinan kehilangan satu-satunya tempat berlindung. Pihak desa telah memanggilnya untuk membicarakan rencana pembangunan KDMP ini. Dengan kondisi yang renta dan tanpa daya, Nenek Cani hanya bisa pasrah. "Pasrah aja dibongkar juga," katanya.

Harapan dan Dilema di Tengah Proyek Nasional

Proyek Koperasi Desa Merah Putih memang merupakan inisiatif nasional yang penting untuk meningkatkan perekonomian desa. Namun, di balik ambisi besar tersebut, ada harapan kecil dari seorang nenek. Meskipun pasrah, Nenek Cani tetap memohon agar ada sedikit kelonggaran. "Kalau bisa digeser lah, kan tanah desa ini luas. Bukan hanya di sini saja," harapnya.

Permohonan ini bukan tanpa dasar. Laporan menyebutkan bahwa luas keseluruhan tanah desa tersebut mencapai sekitar 100 bata lebih, sementara lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan KDMP diperkirakan "hanya" sekitar 30 x 20 meter. Dengan luas lahan yang masih memadai, Nenek Cani berharap pembangunan bisa disesuaikan agar tidak sampai menggusur rumahnya.

Suara Keluarga dan Janji Pemerintah Desa

Anak Nenek Cani, Sapnan (52), turut merasakan kegelisahan ibunya. Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali lokasi pembangunan dengan melihat kondisi ibunya yang sudah sangat lanjut usia, seorang janda, dan tidak memiliki penghasilan tetap. "Kasihan ibu saya sudah lansia, janda, tidak ada usaha. Untuk kebutuhan sehari-hari saja dibiayai anak," jelas Sapnan. Ia juga menambahkan bahwa selama menempati lahan desa, keluarganya rutin membayar kontribusi sebesar Rp70 ribu per tahun kepada pihak desa, menunjukkan adanya itikad baik selama ini.

Menanggapi situasi ini, Kepala Desa Ciparakan, Sarji, membenarkan bahwa persiapan lahan untuk pembangunan KDMP sudah dijadwalkan. Ia mengakui sempat ada kendala di lapangan, di mana beberapa warga ragu untuk memulai pembongkaran karena adanya kemungkinan pihak ketiga yang meminta agar pembongkaran tidak dilakukan. "Sebelumnya permasalahan dengan penghuni rumah sudah beres, sudah ada komitmen, sudah menyadari," ujarnya.

Sebagai solusi, Pemerintah Desa Ciparakan berencana mengusulkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi Nenek Cani setelah proses pembongkaran dilakukan. Ini tentu menjadi secercah harapan di tengah ketidakpastian yang dialami Nenek Cani dan keluarganya, meski langkah ini baru dapat terealisasi setelah rumahnya dibongkar.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih
  • Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih
  • Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih
  • Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih
  • Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih
  • Kisah Pilu Nenek Cani Terjepit Proyek Koperasi Merah Putih

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW