x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan

Sorajabar.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, sebuah pemandangan mengharukan terhampar di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Di sanalah, di sebuah 'Saung Belajar Lansia' yang sederhana, terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang khusyuk dari puluhan peserta Pesantren Kilat Ramadan. Lebih dari sekadar ajang belajar, kegiatan yang digagas Rumah Zakat ini adalah bukti nyata bahwa semangat menimba ilmu tak mengenal batas usia, bahkan di angka senja sekalipun.

Program 'Desa Ramah Lansia' Rumah Zakat ini berhasil mengumpulkan sekitar 45 peserta dari berbagai penjuru RW di Desa Tegalurung. Mereka duduk melingkar, sebagian besar sudah fasih membaca Al-Qur'an dengan lancar, sementara sebagian lainnya dengan sabar mengeja huruf demi huruf melalui buku Iqro. Pemandangan ini seolah menjadi oase spiritual, mengingatkan kita akan pentingnya mendekatkan diri pada kitab suci, kapanpun dan di usia berapapun.

Pesantren Kilat Ramadan Khusus Lansia: Semangat Tak Padam

Hampir separuh dari peserta pesantren kilat ini telah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik. Mereka bergiliran membaca satu per satu dalam kelompok-kelompok kecil, memamerkan kefasihan yang patut diacungi jempol. Namun, semangat yang sama besarnya juga terpancar dari mereka yang masih harus belajar dari tahap dasar. Dengan Iqro di tangan, mulai dari jilid satu hingga enam, mereka dengan tekun menunggu giliran untuk dibimbing langsung oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Lastri Mulyani.

Antusiasme para lansia ini benar-benar luar biasa. Meski harus memulai dari nol, tak ada sedikit pun raut malu atau putus asa. Justru, yang terlihat adalah gairah yang membara untuk bisa melafalkan kalamullah. Lastri Mulyani menjelaskan bahwa banyak dari lansia ini memang tidak sempat mempelajari Al-Qur'an di masa muda mereka. Oleh karena itu, Pesantren Kilat Ramadan ini menjadi jembatan berharga bagi mereka untuk lebih akrab dengan Al-Qur'an.

Kisah Haru di Balik Lantunan Suci: Kasniti dan Catu

Salah satu peserta yang paling menginspirasi adalah Kasniti, nenek berusia 75 tahun. Dengan suara pelan dan terbata-bata, sehari-hari ia berprofesi sebagai pengumpul barang rongsokan, namun di saung ini, ia adalah seorang murid yang haus ilmu. "Selama hidup belum pernah bisa ngaji. Makanya setiap bulan puasa selalu ikut Pesantren Kilat supaya bisa belajar mengaji sedikit-sedikit," tuturnya dengan jujur. Di usianya yang tak lagi muda, Kasniti tak merasa canggung belajar dari awal. Baginya, ada kesempatan untuk belajar adalah anugerah.

Berbeda dengan Kasniti, ada Catu Uripah (69) yang juga memiliki cerita unik. Catu mengaku tidak mampu membaca maupun menulis huruf Latin. Namun, ketika tiba giliran membaca Al-Qur'an, ia begitu fasih dan lancar. "Kalau baca tulis latin saya tidak bisa. Tapi kalau mengaji alhamdulillah bisa sampai khatam. Selama Ramadan ini sudah dua kali khatam Al-Qur'an," ungkapnya penuh syukur. Kisah Catu adalah pengingat bahwa kemampuan seseorang tidak selalu terikat pada standar konvensional.

Pesantren Kilat Ramadan ini sendiri berlangsung selama sepuluh hari, dari tanggal 2 hingga 12 Maret 2026, dan merupakan penyelenggaraan kelima. Bagi peserta yang sudah lancar, mereka ditargetkan bisa khatam hingga empat kali dalam sepuluh hari. Selain belajar mengaji, setiap hari mereka juga mendapatkan tausiah singkat dari ustaz yang berbeda-beda, menambah bekal rohani di bulan suci.

Inovasi Sedekah Sampah Dukung Kegiatan Positif

Tak hanya fokus pada aspek spiritual, program ini juga dilengkapi dengan inisiatif yang cerdas: Sedekah Sampah. Para lansia diajak untuk membawa botol plastik bekas yang kemudian dikumpulkan dan dijual. Hasil penjualan sampah ini kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendanai berbagai kegiatan para lansia. "Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Lewat botol plastik pun bisa berbagi dan membantu kegiatan bersama," pungkas Lastri.

Belajar Tak Kenal Usia, Inspirasi dari Indramayu

Dari Kasniti, Catu, dan puluhan lansia lainnya di Tegalurung, Indramayu, kita bisa memetik hikmah yang mendalam. Mereka membuktikan bahwa belajar adalah sebuah perjalanan seumur hidup, dan tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu. Semangat mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus belajar, tumbuh, dan mendekatkan diri pada nilai-nilai kebaikan. Kisah ini adalah cerminan keteguhan hati dan keinginan yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terlepas dari segala keterbatasan usia.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan
  • Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan
  • Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan
  • Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan
  • Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan
  • Indramayu Berbinar Lansia Mengaji, Usia Bukan Halangan

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW