x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket

Sorajabar.com - Jawa Barat tak pernah kehabisan cerita, dan hari ini, Selasa (31/3/2026), menjadi saksi bisu beragam peristiwa yang menguras emosi hingga mengancam isi dompet. Dari misteri hilangnya seorang remaja di Gunung Guntur yang berakhir dengan cerita 'dikejar hantu', harapan baru untuk Kebun Binatang Bandung, hingga jeritan para produsen tahu yang terdampak perang nun jauh di Timur Tengah. Sorajabar.com merangkum berbagai kejadian penting yang mewarnai Bumi Pasundan.

Misteri Hilangnya Remaja Garut di Gunung Guntur yang Bikin Merinding

Sebuah kisah yang menggemparkan datang dari Garut, saat seorang remaja berinisial MR (warga Garut) ditemukan dalam kondisi linglung tanpa busana di Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (29/3) malam. Sebelumnya, MR dilaporkan hilang saat mencari serangga jenis tongeret di kaki Gunung Guntur bersama dua saudaranya. Peristiwa ini bermula saat ketiganya mencari serangga yang digunakan untuk bahan kosmetik di perbukitan Sanghiang.

Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Ate Ahmad Hermawan, menjelaskan bahwa MR terpisah dari saudaranya di sebuah kebun cabai. Setelah pencarian yang melibatkan tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, relawan, dan warga, MR ditemukan jauh dari lokasi awal, bahkan di kecamatan yang berbeda. Kondisinya saat ditemukan sangat membingungkan, berbicara sendiri, dan menatap kosong. Saksi mata juga menyatakan MR melantur, banyak membahas hal mistis seperti hantu. Namun, saat dimintai keterangan oleh polisi, MR justru mengaku hilang karena dikejar geng motor.

Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan akan tetap dilakukan secara ilmiah, sementara keluarga dan aparat desa berencana membawa MR ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan medis dan kejiwaan lebih lanjut. Kisah ini menambah deretan misteri yang menyelimuti keindahan sekaligus kengerian Gunung Guntur.

Kabar Baik dari Bandung Zoo: Siap Dibuka dan Gaji Karyawan Aman

Setelah sekian lama menjadi sorotan, nasib Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menemui titik terang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan optimis menyatakan bahwa sebagian besar persoalan yang menghambat operasional kebun binatang ini sudah tuntas 90 persen. Fokus utama kini beralih pada aspek pengelolaan dan kepemilikan agar kebun binatang dapat kembali beroperasi secara aman dan profesional.

Kabar gembira juga datang untuk para pekerja yang sempat terombang-ambing ketidakpastian. Dedi Mulyadi memastikan gaji mereka kini ditanggung oleh Pemerintah Kota Bandung, dengan pembayaran dimulai tanggal 25 April. Tak hanya itu, tunggakan gaji yang belum terbayarkan akan dicicil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai hari Jumat. Kondisi satwa pun dipastikan aman, dengan jaminan kebutuhan pakan dan nutrisi yang cukup, bahkan mendapat dukungan dari Bank Jabar Peduli. Bagi Dedi, Bandung Zoo adalah sarana edukasi penting yang harus segera dibuka kembali. Meski demikian, proses seleksi pengelola baru akan dilakukan secara kompetitif untuk memastikan profesionalisme ke depan.

Peristiwa Tragis di Ciamis dan Sukabumi

Di tengah hiruk pikuk Berita lainnya, dua insiden tragis juga mewarnai Jabar. Di Ciamis, suasana pagi yang tenang mendadak berubah panik ketika Nana Juhana (47) terperosok ke dalam sumur tua sedalam 10 meter saat sedang menebang pohon bambu di Dusun Wetan Desa Cimari. Beruntung, ia berhasil diselamatkan oleh tim gabungan Damkar dan BPBD Ciamis dengan hanya mengalami luka ringan. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati di sekitar sumur yang tidak terpakai.

Sementara itu, di Sukabumi, seorang pria lansia sebatang kara, Rully P Ahmadsyah (68), ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya di Kelurahan Jayaraksa. Warga sempat mendengar teriakan 'Allahu Akbar' sebelum korban ditemukan terlungkup. Rully dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi. Meski ditemukan banyak bungkus obat di kamarnya, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Syamsudin SH. Pihak keluarga di Bekasi telah dihubungi dan dalam perjalanan menuju Sukabumi.

Ekonomi Terpukul Perang Timur Tengah: Harga Tahu Bandung Meroket

Dampak konflik global kini terasa hingga dapur-dapur produksi tahu di Cibuntu, Kota Bandung. Muhamad Zamaludin, seorang perajin tahu, mengungkapkan bahwa harga bahan baku kedelai dan plastik pembungkus melonjak tajam. Harga tahu per papan naik dari Rp60 ribu menjadi Rp62 ribu, akibat harga kedelai impor yang menembus Rp10.600 - Rp10.700 per kilogram, jauh di atas harga normal Rp8 ribu.

Zamaludin menyebut kenaikan ini tak lepas dari dampak perang di Timur Tengah yang merembet ke rantai pasok global. Ia bahkan memprediksi harga akan kembali naik jika harga BBM ikut melonjak, berpotensi mencapai Rp65 ribu per papan. Para perajin terpaksa memutar otak, ada yang menaikkan harga, ada pula yang terpaksa mengurangi ukuran produk. Para pedagang eceran seperti Yanto juga merasakan dampaknya dan berencana menyesuaikan harga jual dari Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu per bungkus. Ini menunjukkan betapa rentannya ekonomi lokal terhadap gejolak global.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket
  • Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket
  • Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket
  • Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket
  • Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket
  • Horor Gunung Guntur, Zoo Bandung Bangkit, Harga Tahu Meroket

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW