Gerak Cepat Cimahi Sulap Alun-alun Kumuh Jadi Bersih Berseri
Sorajabar.com - Pagi itu, hiruk-pikuk tampak berbeda di kawasan Alun-alun Cimahi. Bukan karena riuhnya pedagang atau ramainya pengunjung, melainkan kesibukan luar biasa dari puluhan petugas yang sigap menyikat setiap jengkal permukaan batu andesit. Tumpukan sampah sisa bazar Ramadan yang berserakan, dari bekas makanan hingga bungkus plastik, kini menjadi target utama operasi bersih-bersih besar-besaran. Pemandangan semrawut itu harus lenyap seketika, sebab Alun-alun Cimahi akan menjadi saksi bisu bagi ribuan jemaah yang akan menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Situasi ini terjadi menjelang momen suci Idulfitri 1447 Hijriah, di mana Alun-alun Cimahi dijadwalkan menjadi pusat penyelenggaraan Salat Id pada hari Sabtu (21/3/2026). Melihat kondisi yang tidak ideal pasca-bazar Ramadan, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, segera mengambil tindakan. Ia memimpin langsung pasukan gabungan yang terdiri dari petugas Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga pemadam kebakaran, bahu-membahu dengan satu misi: mengembalikan Alun-alun Cimahi pada wujudnya yang bersih dan nyaman.
Sinergi Bersihkan Sisa Bazar Ramadan Demi Kenyamanan Jemaah
“Jadi banyak sisa-sisa sampah bekas bazar Ramadan di sini. Hari ini kita bersihkan karena besok mau dipakai sebagai tempat Salat Idulfitri,” ujar Adhitia saat ditemui di lokasi pada Jumat (20/3/2026). Permukaan jalan yang terbuat dari batu andesit menjadi fokus utama pembersihan. Tumpahan minyak, bekas makanan, dan bungkusnya yang dibuang sembarangan telah menempel, menciptakan kotoran yang tidak hanya merusak estetika tetapi juga berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah.
Tim gabungan bekerja keras menyikat noda membandel dan mengangkut sampah-sampah yang memenuhi area. Semangat gotong royong terpancar jelas, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas terbaik bagi warganya yang akan merayakan hari kemenangan. “Kita menyambut hari yang fitri ini dengan sebaik mungkin, kita korve, supaya semuanya bersih dan nyaman. Sudah clean and clear, siap digunakan besok,” tambah Adhitia dengan optimisme.
Diperkirakan, ribuan jemaah akan memadati Alun-alun Cimahi. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, jemaah biasanya sudah mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB, mengisi setiap sudut lapangan dengan sajadah dan takbir yang menggema. “Ribuan pastinya ya, karena kan kita pusatkan di sini selain tentunya kegiatan Salat Idulfitri di setiap lapangan dan masjid di kawasan permukiman,” kata Adhitia.
Idulfitri Inklusif Pertama di Masjid Agung Cimahi
Dalam kesempatan itu, Adhitia juga menyinggung tentang perbedaan penentuan hari raya Idulfitri di kalangan masyarakat. “Alhamdulillah hari ini juga sudah ada saudara kita dari Muhammadiyah yang melaksanakan Salat Idulfitri. Mari kita sikapi sebagai rasa saling menghargai dan menghormati perbedaan kita mengenai penentuan hari raya Idulfitri,” pesannya, menyerukan persatuan di tengah keberagaman.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap penyandang disabilitas, Salat Idulfitri di Masjid Agung Cimahi tahun ini akan menjadi lebih inklusif. Untuk pertama kalinya, khutbah Salat Id akan melibatkan juru bahasa isyarat. Inisiatif mulia ini memastikan bahwa penyandang tuna rungu yang hadir tidak hanya sekadar duduk mengikuti salat semata, tetapi juga dapat memahami dan meresapi pesan-pesan khutbah yang disampaikan.
“Dan besok juga di Masjid Agung Cimahi ini kita menyelenggarakan salat Idulfitri inklusif pertama ya, karena akan dihadirkan juga juru bahasa isyarat. Jadi nanti yang ceramah akan diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat untuk teman-teman kita yang menyandang disabilitas,” ujar Adhitia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan akses bagi semua lapisan masyarakat. Upaya ini menunjukkan bahwa perayaan Idulfitri di Cimahi tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar