x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!

Sorajabar.com - Jawa Barat tak pernah sepi dari berbagai peristiwa menarik dan penting. Hari ini, Selasa (3/3/2026), beragam kabar menghiasi pemberitaan, mulai dari peringatan cuaca ekstrem, penemuan mayat yang menggemparkan, sengketa lahan sekolah yang tuntas, insiden penagihan utang yang viral, hingga fluktuasi harga kebutuhan pokok. Sorajabar.com merangkum berbagai Berita paling menyita perhatian warga Jabar agar Anda tak ketinggalan informasi terkini.

Waspada Bibit Siklon 90S Mengintai Jawa Barat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S. Berdasarkan analisis BMKG pada Selasa (3/3/2026) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi bibit siklon ini terpantau berada di sekitar 11.6°LS 106.9°BT, tepatnya di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat. Kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 25 knot (46 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1003 hPa. Dalam 12 jam terakhir, terpantau adanya peningkatan aktivitas konvektif yang signifikan, terutama di sekitar pusat sistem.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa persebaran aktivitas konvektif meluas di wilayah selatan pesisir Pulau Jawa, mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Kondisi lingkungan yang mendukung Bibit Siklon Tropis 90S ini antara lain aktifnya MJO dan gelombang atmosfer, suhu muka laut yang hangat (30-32°C), serta kelembapan udara yang tinggi. Meskipun demikian, adanya vertical wind shear yang tinggi dan intrusi udara kering dari barat daya dapat sedikit menghambat pertumbuhannya. BMKG memprediksi bahwa dalam 24-48 jam ke depan, potensi Bibit 90S untuk meningkat menjadi siklon tropis berada dalam kategori sedang-tinggi, namun diprakirakan akan melemah kembali dalam 72 jam.

Penemuan Mayat Pria dan Wanita Gegerkan Padalarang

Warga Kampung Pamucatan, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) digemparkan dengan penemuan dua mayat berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Kedua korban ditemukan di dalam sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah kosong pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Penemuan ini berawal dari informasi yang diterima polisi dari Satreskrim Polres Bogor mengenai dua korban pencurian dengan kekerasan di wilayah mereka.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan mayat ini ditunjukkan oleh pelaku yang telah diamankan oleh Polres Bogor. Setelah melakukan penelusuran, polisi menemukan kendaraan tersebut dengan dua mayat di dalamnya. Kedua korban diidentifikasi sebagai Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal, warga Kampung Citeko Lapang, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Diduga, pelaku sengaja membuang jenazah jauh dari lokasi kejahatan untuk menghilangkan jejak. Kedua mayat kini telah dibawa ke Kabupaten Bogor untuk proses autopsi, dan penanganan perkara sepenuhnya ditangani oleh Satreskrim Polres Bogor.

Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung Tuntas, Sah Milik Negara

Kasus sengketa lahan SMAN 1 Bandung yang telah lama bergulir kini menemui titik terang. Mahkamah Agung (MA) akhirnya menolak upaya kasasi yang diajukan oleh Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK), yang sebelumnya mengklaim kepemilikan lahan tersebut. Ketua Tim Advokasi Smansa Bandung, Arief Budiman, membenarkan informasi penolakan kasasi melalui e-court Biro Hukum Pemprov Jawa Barat.

Sebelumnya, PLK mengajukan gugatan ke PTUN Bandung pada November 2024, yang sempat dimenangkan oleh mereka pada April 2025, membatalkan dokumen kepemilikan Pemprov Jabar. Namun, Pemprov Jabar tidak menyerah dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta, sekaligus menyurati Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas MA untuk supervisi. PTTUN Jakarta kemudian mengabulkan banding Pemprov Jabar dan menganulir putusan PTUN Bandung. Dengan ditolaknya kasasi PLK oleh MA, Arief Budiman menegaskan bahwa lahan SMAN 1 Bandung secara hukum telah sah menjadi milik negara, mengakhiri sengketa yang berkepanjangan ini.

Pasutri Dicegat 'Mata Elang' di Pasteur Bandung, Tiga Pelaku Ditangkap

Sebuah insiden menegangkan terjadi di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, ketika sepasang suami istri (pasutri) yang tengah mengendarai mobil dipepet dan dipaksa berhenti oleh sekelompok penagih utang atau 'mata elang'. Video aksi intimidatif ini kemudian viral di media sosial, menunjukkan sang istri merekam detik-detik saat mobil mereka dikepung dan digedor-gedor oleh sekelompok pria yang beberapa di antaranya tampak mencurigakan.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton menyatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Pengemudi dipepet oleh dua motor dan kemudian disamperin oleh debt collector yang memaksa keluar dari mobil dengan alasan mengecek kendaraan yang bermasalah. Karena ketakutan, korban menghubungi keluarga dan kepolisian. Respons cepat dari Polsek Cicendo membuat kelompok 'mata elang' bubar. Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Unit Resmob Polda Jabar kemudian melakukan penyelidikan intensif dan berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku pemaksaan tersebut. Mobil korban, berpelat luar Bandung (plat T), memang diindikasikan memiliki tunggakan, namun cara penagihan yang intimidatif tetap tidak dibenarkan.

Harga Daging Sapi di Bandung Capai Rp160 Ribu per Kilo

Memasuki pekan kedua Ramadan, harga daging sapi di Kota Bandung mulai merangkak naik. Di Pasar Kosambi, harga daging sapi terpantau mencapai Rp150-160 ribu per kilogram, sebuah lonjakan yang sudah terasa sejak sepekan terakhir. Aji, salah seorang pedagang daging sapi, menyebut kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan konsumen selama bulan puasa. Ia memprediksi tren kenaikan ini akan bertahan hingga Lebaran, namun menjamin stok daging tetap melimpah.

Menyikapi hal ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satreskrim Polrestabes Bandung dan Pemkot Bandung melakukan pemantauan langsung di Pasar Kosambi. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengklarifikasi bahwa harga daging sapi sebenarnya masih relatif stabil di angka Rp130 ribu hingga Rp140 ribu untuk paha belakang yang tidak dibersihkan lemaknya. Harga Rp160 ribu muncul karena adanya layanan tambahan dari pedagang untuk membersihkan lemak sehingga daging yang dijual adalah daging murni. Sementara itu, komoditas pokok lainnya seperti bawang putih (Rp38 ribu/kg), bawang merah (Rp41 ribu/kg), cabai rawit, beras (medium Rp13.500, premium Rp14.900), daging ayam (Rp40.500/kg), dan telur masih terpantau stabil.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!
  • Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!
  • Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!
  • Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!
  • Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!
  • Geger Jabar Hari Ini: Siklon, Mayat Misterius, Daging Mahal!

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW