Dokter Ungkap Biang Kerok Maag Akut & Diare Pasca Lebaran
Sorajabar.com - Momen Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan, silaturahmi, dan tentunya, aneka hidangan lezat yang menggugah selera. Mulai dari opor ayam yang gurih, rendang yang kaya rempah, hingga kue kering aneka rupa dengan sentuhan cokelat dan keju yang manis. Namun, di balik kelezatan dan kemeriahan tersebut, ada satu hal yang sering terlupakan dan bisa berujung pada masalah Kesehatan serius: pola makan yang tidak terkontrol.
Tak jarang, seminggu setelah Lebaran, banyak kasus pasien yang harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena penyakit maag atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang kambuh secara akut. Bukan hanya itu, gangguan Pencernaan lain seperti diare juga menjadi momok yang tak kalah mengkhawatirkan. Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara menghindarinya?
Waspada Cokelat dan Keju: Pemicu GERD Kambuh Pasca Lebaran
Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Ari Fahrial Syam, mengungkapkan bahwa dua jenis camilan yang sangat populer saat Lebaran, yaitu cokelat dan keju, bisa menjadi biang kerok kambuhnya GERD. "Cokelat dan keju dapat memicu gangguan pada klep kerongkongan atau low esophageal sphincter," jelas Prof Ari. Gangguan pada klep ini akan mendorong terjadinya refluks asam lambung, menyebabkan sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, hingga rasa pahit di mulut.
Bayangkan saja, setelah sebulan penuh berpuasa, sistem pencernaan kita perlu adaptasi kembali. Lalu, tiba-tiba langsung diserbu makanan tinggi lemak dan gula seperti cokelat dan keju dalam jumlah berlebihan. Tentu saja ini menjadi beban berat bagi lambung dan klep kerongkongan. Oleh karena itu, Prof Ari sangat menganjurkan untuk membatasi konsumsi kedua jenis makanan ini. "Saya ingatkan kurangi cokelat dan keju ya agar kita terhindar dari GERD," tegasnya.
Bagi Anda yang sudah memiliki riwayat GERD, sangat penting untuk lebih berhati-hati. Jika serangan akut GERD terjadi, jangan tunda untuk segera mencari pertolongan medis. "Dan untuk pasien yang sudah mengalami atau mendapat serangan akut GERD, berobat ke IGD dan jangan lupa minta kepada dokternya untuk tambahan obat anti asam lambung beberapa hari ke depan," tambahnya, menekankan pentingnya penanganan cepat dan tepat.
Diare dan IBS Mengintai Akibat Pola Makan Pedas
Selain GERD, Prof Ari juga menyoroti risiko gangguan pencernaan lain yang kerap muncul setelah Lebaran, yaitu diare. Fenomena ini seringkali terjadi karena perubahan drastis dalam pola makan, khususnya bagi mereka yang gemar makanan pedas. Setelah sebulan penuh menahan diri, banyak orang langsung kembali mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak, yang dapat merangsang usus dan memicu diare.
"Dalam beberapa hari pertama di Bulan Syawal ini mulailah kita mengonsumsi makanan yang pedas-pedas dan ini akan merangsang terjadinya diare," sambung Prof Ari. Kondisi ini bahkan kerap dikaitkan dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS), sebuah gangguan fungsional kronis pada usus besar. IBS ditandai dengan berbagai gejala tidak nyaman seperti nyeri perut berulang, kembung, serta perubahan pola buang air besar yang tidak teratur.
Mengingat risiko ini, jika Anda termasuk penggemar makanan pedas, ada baiknya untuk mengonsumsinya secara bertahap. Memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beradaptasi adalah kunci. "Oleh karena itu, kalau memang hobi makan cabai itu ada pada teman-teman sekalian, maka kita harus melakukannya secara bertahap," pungkasnya.
Tips Menjaga Pencernaan Tetap Sehat Selama dan Setelah Lebaran
- Batasi Cokelat dan Keju: Nikmati secukupnya, jangan berlebihan untuk menghindari refluks asam lambung.
- Konsumsi Pedas Bertahap: Jika terbiasa makan pedas, mulailah dengan porsi kecil dan tingkatkan secara perlahan.
- Perbanyak Serat: Sayur dan buah-buahan membantu menjaga kesehatan usus dan mencegah sembelit atau diare.
- Minum Air Putih Cukup: Hidrasi yang baik sangat penting untuk fungsi pencernaan optimal.
- Hindari Makanan Berlemak Tinggi: Makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan bisa memicu gangguan pencernaan.
- Makan Teratur dan Porsi Kecil: Jangan langsung "balas dendam" dengan makan porsi besar. Makanlah porsi kecil namun lebih sering.
- Kelola Stres: Stres dapat memperburuk gejala GERD dan IBS. Cari waktu untuk relaksasi.
Dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat merayakan Lebaran dengan hati gembira dan perut tetap nyaman. Jangan biarkan euforia Lebaran berujung pada masalah kesehatan yang mengganggu.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar