Detik-detik Mencekam Bandung Reklame Raksasa Runtuh Hantam Mobil!
Sorajabar.com - Sabtu siang lalu, suasana di kawasan Buahbatu, Kota Bandung, mendadak berubah mencekam. Hujan deras disertai angin kencang menjadi saksi bisu insiden mengerikan yang hampir merenggut nyawa Riswan, seorang tukang parkir yang setiap hari bertugas di area Mie Gacoan Buahbatu. Dua reklame raksasa, monster visual di pinggir jalan, tiba-tiba ambruk, menimpa sejumlah kendaraan dan warung warga, menyisakan puing dan trauma.
Detik-detik Mencekam di Buahbatu
Pukul 13.00 WIB, saat hujan mulai menggila, kengerian itu dimulai. Riswan, yang sedang beristirahat di posnya, menyaksikan langsung bagaimana reklame di depan toko B-Quick tumbang terlebih dahulu. Tak lama berselang, reklame di depan Mie Gacoan menyusul, bergemuruh menghantam bumi. "Tadi kejadiannya jam 1an, pas lagi hujan. Tiba-tiba ini langsung rubuh," kenang Riswan kepada media.
Beruntung bagi Riswan, posisinya kala itu terlindungi oleh sebuah truk yang ikut tertimpa reklame. Sebuah berkah di tengah musibah. "Saya lagi di pos, jadi langsung rubuh gitu aja. Kalau enggak ketahan sama truk mah saya bisa ketindih, a," ucapnya, dengan nada syukur yang mendalam. Jalan Terusan Buahbatu pun sontak lumpuh, ditutupi oleh rangka besi raksasa, menyebabkan kemacetan panjang yang tak terhindarkan.
Kesaksian Para Korban dan Kerugian Materiil
Insiden ini memang tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiil yang ditimbulkan tidaklah kecil. Setidaknya empat kendaraan ringsek tertimpa tiang dan badan reklame. Salah satunya adalah Suzuki Katana D 1849 VC milik Fadli, yang baru saja menikmati hidangan bersama keluarga usai pulang dari Ujungberung.
"Tadi nyampe sini sebelum Zuhur. Panas awalnya mah, terus enggak lama hujan deras," cerita Fadli. Saat sedang asyik bersantap, pengumuman dari pengeras suara Mie Gacoan membuatnya terkejut: mobilnya tertimpa reklame. Ia pun bergegas mengecek dan mendapati Suzuki Katana oranye kesayangannya sudah remuk.
Korban lain adalah Yudha Satria, pemilik Daihatsu Sigra D 1336 YCO, yang mobilnya rusak di bagian kaca depan dan bumper. "Udah ngobrol sama manajemennya tadi, alhamdulillah mau tanggung jawab. Yang penting saya mah ada kompensasi, karena rusaknya lumayan," tutur Yudha, menyuarakan harapannya agar pihak terkait segera memberikan ganti rugi.
Tuntutan Korban dan Respon Pihak Berwenang
Beyond the immediate compensation, Fadli juga menyuarakan kekhawatiran yang lebih besar. Ia berharap Pemerintah Kota Bandung serius meninjau kembali perizinan reklame di seluruh wilayah. "Cuma saya harapnya ini ditinjau lagi izin reklamenya. Untung aja sekarang enggak ada korban jiwa, kalau ada mah kan gimana," tegasnya. Sebuah desakan yang sangat relevan mengingat potensi bahaya yang mengancam keselamatan publik.
Tak lama setelah insiden, satu unit crane dikerahkan untuk mengevakuasi puing-puing reklame yang menutup jalan. Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri, mengonfirmasi bahwa ada tiga reklame yang tumbang pada hari itu. Dua di Jalan Soekarno-Hatta dan satu di Jalan Buahbatu, lokasi insiden yang disaksikan Riswan. Meskipun belum ada kepastian penyebab, Hendri menduga kuat cuaca buruk, yakni hujan deras dan angin kencang, menjadi pemicu utama.
Pentingnya Pengawasan Izin Reklame demi Keselamatan Publik
Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa urusan perizinan reklame berada di bawah kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pihak terkait, baik pemilik reklame, pemerintah daerah, maupun masyarakat, akan pentingnya standar keamanan dan pengawasan ketat terhadap konstruksi reklame, terutama di kawasan komersil yang padat aktivitas. Evaluasi berkala terhadap kekuatan struktur, kondisi material, dan dampak Cuaca Ekstrem seharusnya menjadi prioritas utama. Jangan sampai insiden serupa kembali terulang, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa yang tak terhingga.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar