Buka Puasa Sehat Ala Rasulullah Tips Dr Zaidul Akbar
Sorajabar.com - Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, penting juga untuk memperhatikan asupan makanan saat berbuka agar tubuh tetap bugar dan sehat. Dokter umum sekaligus praktisi Kesehatan sunnah, Dr. Zaidul Akbar, sering membagikan panduan berbuka puasa yang tidak hanya sehat, tapi juga sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pendekatan beliau menekankan pentingnya mendahulukan makanan alami yang mudah dicerna oleh lambung, demi kesehatan jangka panjang dan energi yang optimal setelah seharian berpuasa.
Dr. Zaidul Akbar menegaskan bahwa urutan berbuka puasa yang benar merupakan kunci. Ini bukan sekadar tentang mengisi perut, melainkan memastikan organ pencernaan kita tidak kaget dan dapat memproses nutrisi dengan efektif. Dengan mengikuti sunnah Nabi, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga manfaat kesehatan yang luar biasa. Mari kita selami lebih dalam resep-resep sehat dan urutan berbuka puasa ala Rasulullah yang direkomendasikan oleh Dr. Zaidul Akbar.
Prioritas Utama Lambung Sehat: Buka Puasa Ala Rasulullah SAW
Menurut Dr. Zaidul Akbar, urutan berbuka puasa paling utama adalah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu dimulai dengan kurma basah atau ruthab. Kurma basah memiliki kandungan air dan gula alami yang sangat tinggi, sehingga cepat diserap tubuh dan segera mengembalikan energi setelah berpuasa. Ini adalah cara paling lembut untuk membangunkan sistem pencernaan yang telah beristirahat seharian penuh.
“Kenapa kurma basah? Karena kurma basah kandungan airnya masih cukup tinggi, tapi yang paling penting kandungan gulanya jenis gula yang cepat sekali terserap oleh tubuh kita,” ungkap Dr. Zaidul Akbar dalam kanal YouTube resminya. Kecepatan penyerapan ini sangat krusial untuk mencegah lambung kaget dan memberikan dorongan energi instan yang dibutuhkan.
Jika kurma basah tidak tersedia, kurma kering atau tamr bisa menjadi alternatif yang baik karena tetap mengandung gula alami yang bermanfaat. Namun, bila keduanya tidak ada, barulah berbuka dengan air putih. Dr. Zaidul Akbar menekankan bahwa urutan ini harus didahulukan sebelum makanan atau minuman lain. Tujuannya adalah agar tubuh menerima asupan paling ringan dan mudah diserap terlebih dahulu, mempersiapkan lambung untuk menerima asupan selanjutnya secara bertahap.
Variasi Menu Sehat Setelah Buka Sunnah
Setelah mengikuti sunnah Nabi dengan kurma atau air, Anda bisa melanjutkan dengan beberapa pilihan menu sehat lainnya yang juga direkomendasikan:
- Kurma dengan Mentega Hewani Alami
Selain dimakan langsung, kurma juga dapat dikombinasikan dengan lemak sehat seperti mentega hewani alami (grass-fed butter). Kombinasi gula alami dan lemak ini membantu pelepasan energi lebih stabil dan tahan lama setelah berbuka. Dr. Zaidul Akbar menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengonsumsi kurma dengan mentega. “Ketika dia dikombinasikan dengan lemak hewan yang sehat, itu memberikan kekuatan yang luar biasa buat tubuh,” jelasnya. Menu ini dapat dikonsumsi setelah tahap awal berbuka sunnah dilakukan, lalu tubuh dapat dilanjutkan menerima buah atau makanan lain secara bertahap.
- Air dan Daging Kelapa Muda
Kelapa muda adalah minuman alami yang sangat dianjurkan saat berbuka karena kaya elektrolit dan asam amino esensial. Kandungan ini sangat membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa, sekaligus mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Baik kelapa muda maupun kelapa tua tetap bermanfaat selama airnya segar dan dagingnya baik. “Kelapa itu sumber asam amino yang sangat luar biasa yang fungsinya untuk detoksifikasi,” ungkap Dr. Zaidul Akbar. Agar lebih ramah lambung, ia menyarankan air kelapa dapat ditambahkan sedikit garam mineral. Campuran madu, jeruk, atau alpukat juga bisa ditambahkan sesuai selera untuk menambah cita rasa dan nutrisi.
- Air Madu Plus Garam Mineral
Minuman sederhana berupa air putih yang dicampur madu murni dan sedikit garam mineral juga sangat dianjurkan sebagai minuman berbuka puasa. Kombinasi ini memberikan cairan, mineral, dan gula alami sekaligus, sangat efektif membantu pemulihan tubuh setelah berpuasa. “Air madu plus garam gini resep gampang mudah mengatasi pusing-pusing menjelang buka puasa,” ungkapnya. Untuk kesegaran ekstra, Anda bisa menambahkan perasan jeruk nipis.
- Air Tajin Hangat
Air tajin adalah air rebusan nasi yang kental dan kaya sari beras. Minuman tradisional ini dikenal sangat lembut di lambung sehingga cocok dikonsumsi untuk buka puasa. Air tajin hangat dengan sedikit garam atau madu dapat membantu menenangkan lambung sebelum makanan utama dikonsumsi. Dr. Zaidul Akbar menyebut air tajin sangat baik untuk kondisi lambung, terutama jika ditambahkan rumput laut. “Apalagi air tajin plus rumput laut. Rumput laut ada kolagen. Kolagen akan perbaiki asam lambung kita,” tambahnya.
Pantangan Saat Berbuka Puasa Agar Lambung Tetap Prima
Selain menu yang dianjurkan, Dr. Zaidul Akbar juga mengingatkan sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa. Setelah seharian berpuasa, lambung berada dalam kondisi kosong dan sensitif, sehingga membutuhkan asupan yang ringan terlebih dahulu.
“Jangan masukkan makanan-makanan yang berat dicerna ketika sedang berbuka agar lambungnya tidak kaget. Dihindari dulu yang bersifat iritatif seperti pedas, bertepung dan berminyak,” paparnya. Makanan pedas, gorengan, makanan tinggi minyak, serta produk olahan dan kemasan sebaiknya ditunda hingga lambung beradaptasi. Dengan memulai berbuka dari kurma atau air sesuai sunnah, lambung memiliki waktu untuk menyesuaikan sebelum menerima makanan utama.
Mengikuti panduan Dr. Zaidul Akbar ini akan membantu Anda menjaga kesehatan pencernaan dan mendapatkan energi optimal sepanjang Ramadhan. Dengan pilihan menu berbuka yang tepat, ibadah puasa Anda pun akan terasa lebih ringan dan penuh berkah.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar