x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima

Sorajabar.com - Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan dengan terobosan kebijakan pemerintah daerahnya. Di tengah bayang-bayang krisis energi global dan tuntutan efisiensi, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengambil langkah berani dengan mengubah drastis pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukan sekadar fleksibilitas biasa, namun ini adalah strategi komprehensif untuk beradaptasi, menghemat energi, sekaligus menjaga performa pelayanan publik. Mulai dari penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat hingga gerakan tanpa mobil, Bogor menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan efisiensi birokrasi.

WFH Setiap Jumat: Langkah Cerdas Hadapi Krisis Global

Mulai setelah libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor akan merasakan perubahan signifikan dalam rutinitas kerja mereka. Setiap hari Jumat, mereka akan melaksanakan tugas dari rumah atau Work From Home (WFH). Kebijakan ini, yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 000.8.3/578-ORG tertanggal 27 Maret 2026, bukanlah keputusan tanpa dasar. Bupati Rudy Susmanto secara lugas menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kinerja ASN tetap optimal, sembari berkontribusi nyata dalam penghematan energi di tengah tekanan krisis global yang terus membayangi, terutama di sektor energi.

Perubahan ini merefleksikan kesadaran pemerintah daerah akan pentingnya adaptasi dan inovasi. Dengan mengurangi mobilitas dan penggunaan fasilitas kantor pada satu hari kerja penuh, diharapkan terjadi penurunan signifikan dalam konsumsi listrik, air, dan bahan bakar kendaraan dinas.

Revolusi Hemat Energi: Dari Kantor Hingga Jalan Raya

Kebijakan penghematan energi di Kabupaten Bogor tidak berhenti pada WFH semata, melainkan merangkum serangkaian aturan yang lebih mendetail dan holistik. Pemkab Bogor benar-benar mengutak-atik setiap aspek penggunaan energi di lingkungan kerja ASN:

  • Pengaturan Suhu AC: Setiap pendingin ruangan di kantor diwajibkan untuk diatur minimal pada suhu 24 derajat Celsius, sebuah standar yang telah terbukti lebih efisien.
  • Optimasi Pencahayaan: Lampu yang tidak digunakan harus dimatikan, dan pemanfaatan cahaya alami didorong semaksimal mungkin, mengurangi ketergantungan pada penerangan buatan.
  • Penghematan Sumber Daya Lain: Penggunaan air dan alat tulis kantor juga ikut ditekan, menumbuhkan budaya hemat di setiap lini.

Tidak hanya di dalam gedung, gerakan hemat energi ini juga merambah ke pola mobilitas ASN. Pemkab Bogor mengatur jadwal transportasi dengan sangat cermat:

  • Carpooling (Senin, Selasa, Kamis): Pada hari-hari ini, ASN dianjurkan untuk menggunakan kendaraan bersama atau carpooling, mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan.
  • Hari Tanpa Mobil (Rabu): Hari Rabu ditetapkan sebagai hari tanpa mobil pribadi, mendorong ASN beralih ke transportasi publik, sepeda motor, sepeda, atau bahkan berjalan kaki. Ini adalah upaya untuk mengurangi emisi dan kemacetan secara signifikan.

Bupati Rudy Susmanto menambahkan, "Kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan ASN, mulai dari hal sederhana seperti pengaturan penggunaan listrik hingga perubahan pola transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan." Ini adalah pernyataan komitmen untuk keberlanjutan.

Layanan Publik Tetap Prioritas Utama, Disiplin Tak Pernah Padam

Meski ada perubahan signifikan dalam pola kerja, Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu sedikit pun. "Pelayanan publik adalah prioritas utama," tegasnya. Oleh karena itu, unit layanan esensial tetap wajib beroperasi penuh, dan seluruh ASN harus tetap menjaga standar pelayanan yang prima kepada masyarakat. Sektor-sektor vital seperti rumah sakit, transportasi, keamanan, hingga penanggulangan bencana tetap berjalan normal dari kantor, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi tanpa hambatan.

Disiplin kerja juga menjadi penekanan utama. WFH bukan berarti menurunkan disiplin, justru ASN dituntut lebih profesional, bertanggung jawab, dan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sistem absensi dan pelaporan kinerja melalui aplikasi SiCantik tetap wajib dilakukan. Selain itu, dalam kondisi tertentu, ASN juga harus siap kembali ke kantor jika diperlukan, menunjukkan fleksibilitas namun dengan tanggung jawab penuh.

Visi Jangka Panjang untuk Bogor yang Berkelanjutan

Bagi Bupati Rudy, kebijakan ini jauh melampaui sekadar efisiensi jangka pendek. "Kami ingin kebijakan ini menjadi bagian dari gerakan bersama, tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga sebagai kontribusi daerah dalam menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan lingkungan," tutupnya. Ini adalah sebuah visi jangka panjang untuk Kabupaten Bogor yang lebih hijau, efisien, dan tangguh menghadapi masa depan.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima
  • ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima
  • ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima
  • ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima
  • ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima
  • ASN Bogor Kini WFH Jumat Demi Hemat Energi Layanan Prima

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW