Aksi Heroik Polisi Cianjur Selamatkan Pemudik Kehabisan Bensin
Sorajabar.com - Perjalanan mudik seharusnya menjadi momen penuh suka cita, namun bagi Apis Setiawan, seorang pemudik asal Jakarta, pengalaman pulangnya dari Cianjur selatan justru berubah menjadi petualangan tak terduga. Bukan karena macet parah atau kejahatan, melainkan karena sepeda motornya kehabisan bahan bakar di tengah jalan yang sepi. Kisah ini menjadi bukti nyata kesigapan aparat kepolisian dalam melayani masyarakat, bahkan di luar tugas kriminalitas.
Malam Terjebak di Cianjur Selatan Tanpa Bensin
Apis Setiawan, warga Jatinegara, Jakarta Barat, pada Minggu (22/3), baru saja mengantarkan teman dari istri saudaranya ke wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Setelah menunaikan tugasnya, ia pun langsung bergegas kembali ke Ibu Kota. Namun, malam mulai menyelimuti dan tantangan mulai muncul.
Sekitar pukul 21.30 WIB, Apis berusaha mencari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah Pagelaran untuk mengisi ulang tangki motornya. Nahas, SPBU tersebut sudah tutup. Berharap menemukan SPBU lain, ia memaksakan diri melanjutkan perjalanan menuju SPBU Sukanagara. Namun, lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak padanya; SPBU kedua itu juga telah tutup.
"Niatnya hendak isi bahan bakar di SPBU daerah Pagelaran Cianjur, tetapi ternyata tutup. Saya coba paksakan melanjutkan perjalanan ke SPBU Sukanagara, tapi ternyata juga tutup. Begitu mau cari SPBU lagi, ternyata bensinnya sudah habis, motor mati," ujar Imran, kerabat Apis, yang menceritakan kembali kejadian pilu yang menimpa saudaranya.
Dalam kegelapan malam, Apis yang sendirian di lokasi sepi tidak bisa berbuat banyak. Motornya mogok total, meninggalkannya dalam situasi yang serba salah. Keluarganya di Jakarta, yang khawatir dengan kondisi Apis, akhirnya mengambil inisiatif. Mereka menghubungi layanan darurat kepolisian, Call Center 110, untuk meminta bantuan.
Respons Kilat Polisi Sukanagara Jadi Penolong
Kekhawatiran keluarga Apis sirna seketika berkat respons cepat dan sigap dari kepolisian. Begitu laporan masuk melalui Call Center 110, jajaran Polsek Sukanagara langsung bergerak. Dua anggota segera diterjunkan untuk mendatangi lokasi Apis yang terjebak di tengah jalan.
"Iya begitu menghubungi langsung direspon dan ada yang mendatangi saudara saya. Kemudian membantu mencarikan bensin. Setelah itu, Mas Apis melanjutkan perjalanan. Sekarang sudah sampai rumah dengan selamat," kata Imran dengan nada lega. Ia mengaku sangat mengapresiasi kecepatan dan keramahan petugas yang membantu saudaranya.
Imran menambahkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya menghubungi layanan darurat 110. "Makanya saya telepon kepolisian. Ini baru pertama kali hubungi 110, dan responnya ternyata ramah serta cepat. Saya berterima kasih karena akhirnya saudara saya pulang dengan selamat," tuturnya, menekankan betapa pentingnya layanan darurat yang efektif.
Bantuan Maksimal Hingga Bensin Dibayarkan Petugas
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan prosedur penanganannya. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Sukanagara. "Petugas langsung berkoordinasi dengan anggota di Polsek Sukanagara untuk membantu masyarakat tersebut. Dua anggota diterjunkan untuk membantu," kata Kapolres.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan Apis dan sepeda motornya dalam kondisi kehabisan bahan bakar. Tanpa ragu, mereka segera memberikan bantuan. Karena SPBU terdekat sudah tutup, anggota kepolisian tersebut berinisiatif mendorong (menyetut) sepeda motor Apis sejauh kurang lebih dua kilometer untuk mencari bahan bakar eceran atau pom mini yang masih buka.
"Anggota langsung memberikan bantuan dengan mendorong (setut) sepeda motor sejauh kurang lebih 2 kilometer. Kemudian karena SPBU tutup, jadi mencari bensin eceran atau pom mini, dan akhirnya dapat," jelas Kapolres. Tak hanya sampai di situ, bentuk pelayanan prima dari kepolisian bahkan melebihi ekspektasi. Bahan bakar yang dibutuhkan Apis juga dibelikan langsung oleh petugas.
Setelah tangki terisi, Apis pun dapat melanjutkan perjalanannya kembali ke Jakarta dengan aman dan lancar. Kejadian ini menjadi contoh nyata bagaimana kepolisian tidak hanya berfokus pada penanganan tindak kriminal, tetapi juga sigap dalam memberikan bantuan darurat kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Untuk biaya bensinnya juga dibelikan oleh anggota. Ini sebagai bentuk pelayanan kami pada masyarakat, di tengah arus balik lebaran ini. Jangan ragu untuk menghubungi 110 jika ada kebutuhan apapun, tidak hanya melaporkan tindak kriminal tapi silakan butuh bantuan apapun dalam keadaan darurat hubungi. Kami pasti segera mendatangi untuk memberikan layanan," pungkas AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengajak masyarakat untuk tidak segan memanfaatkan layanan 110.
Kisah Apis adalah pengingat bahwa di setiap perjalanan, terutama saat mudik, insiden tak terduga bisa saja terjadi. Namun, dengan adanya layanan publik yang responsif seperti Call Center 110 dan petugas yang berdedikasi, setiap masalah bisa diatasi. Ini sekaligus menjadi pesan positif tentang kehadiran negara di tengah kesulitan warganya.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar