Akhir Tragis Bocah Ciamis Hilang Tiga Hari di Sungai Citanduy
Sorajabar.com - Kabar duka menyelimuti warga Ciamis. Seorang bocah berusia lima tahun, Arkenan, yang sebelumnya dikabarkan hilang selama tiga hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Citanduy. Penemuan tragis ini mengakhiri pencarian intensif yang melibatkan berbagai pihak, membawa kesedihan mendalam bagi keluarga dan seluruh komunitas yang mengikuti perkembangan kasus ini dengan cemas.
Arkenan, warga Perum Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, dilaporkan hilang sejak Selasa (10/3/2026) malam. Insiden naas itu terjadi saat Arkenan sedang bermain di pinggir saluran air di depan rumahnya, di tengah guyuran hujan deras yang melanda wilayah tersebut. Diduga kuat, bocah malang itu terpeleset dan jatuh ke saluran air yang saat itu mengalir deras. Arus yang kuat kemudian menyeretnya hanyut ke Sungai Ciluncat, sebelum akhirnya terbawa lebih jauh ke aliran Sungai Citanduy. Hilangnya Arkenan segera menjadi perhatian utama, memicu kekhawatiran dan solidaritas dari seluruh warga Ciamis.
Pencarian Intensif Selama Tiga Hari
Begitu kabar hilangnya Arkenan menyebar, upaya pencarian berskala besar segera dilancarkan. Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas, BPBD Ciamis, TNI, Polri, PMI, relawan, dan masyarakat setempat, dikerahkan untuk menyisir setiap sudut sungai dan bantaran di sekitar lokasi kejadian. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan derasnya arus sungai menjadi tantangan serius bagi tim pencari. Berbagai metode digunakan, mulai dari penyisiran darat hingga menggunakan perahu karet, dengan harapan dapat menemukan Arkenan dalam keadaan selamat.
Selama tiga hari penuh, tim terus bekerja tanpa henti, menghadapi medan yang sulit dan penuh risiko. Keluarga dan warga terus menaruh harapan, berdoa agar Arkenan dapat segera ditemukan. Kehilangan seorang anak selalu menjadi mimpi buruk bagi orang tua, dan situasi ini memicu empati yang besar dari seluruh elemen masyarakat di Ciamis dan sekitarnya.
Ditemukan Tak Bernyawa di Leuwi Cariang
Titik terang, meski tragis, akhirnya muncul pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah tiga hari pencarian yang melelahkan, jasad Arkenan ditemukan di Sungai Citanduy, tepatnya di Leuwi Cariang (Bulak Biru), Kelurahan Benteng. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,6 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang. Jasad bocah tersebut ditemukan menyangkut di batang pohon di aliran sungai, menandakan perjuangan berat yang dihadapinya saat terseret arus.
Tim SAR Gabungan segera melakukan evakuasi jasad korban. Menggunakan ambulans PMI, jasad Arkenan kemudian dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD Ciamis untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan penemuan jasad tersebut. Pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat untuk memastikan identitas korban. "Ya benar sudah ditemukan. Pak RW di Lembah Medina sudah meyakinkan dengan ciri-ciri anak tersebut yang hilang. Seperti hanya memakai celana pendek dan dari ciri giginya. Tapi kami masih menunggu pihak keluarga satu lagi untuk memastikannya," ujar Ani Supiani saat ditemui di RSUD Ciamis. Setelah identitas dipastikan, jenazah akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Pelajaran Penting dan Kewaspadaan
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua akan bahaya yang mengintai di sekitar saluran air dan sungai, terutama saat musim hujan dan debit air meningkat. Pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, khususnya balita, di dekat area berpotensi bahaya tidak bisa diremehkan. Kejadian serupa kerap terjadi di berbagai daerah, menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh anggota masyarakat, serta edukasi tentang keselamatan di lingkungan perairan.
- Selalu awasi anak-anak saat bermain di dekat sungai atau saluran air.
- Hindari bermain di pinggir sungai saat hujan deras atau air meluap.
- Edukasi anak-anak tentang potensi bahaya di lingkungan perairan.
Momen ini juga menunjukkan betapa kuatnya solidaritas warga Ciamis dan kesigapan tim SAR dalam setiap operasi kemanusiaan. Meski berujung duka, upaya bersama ini setidaknya memberikan kepastian bagi keluarga Arkenan.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar