Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya

Sorajabar.com - Bencana longsor yang menerjang Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Januari lalu, meninggalkan duka mendalam bagi banyak warga. Salah satunya adalah Yati Rohayati, seorang wanita berusia 47 tahun dari Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu. Yati, yang kini harus mengandalkan uluran tangan donatur, menjadi simbol ketegaran di tengah cobaan berat.

Ketika kami menemuinya di Kantor Desa Pasirlangu, Yati terlihat memegang erat dua kantung plastik berisi telur, bantuan dari salah satu donatur. Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk kepedulian yang kini menopang hidupnya. Rumah dan lahan perkebunan bunga hias miliknya, sumber penghidupan keluarga, lenyap tak bersisa, ditelan longsoran dari Gunung Burangrang. Ia bersama suami dan kedua anaknya kini terpaksa mengontrak rumah, mencoba merajut kembali kehidupan yang porak-poranda.

Pukulan Bertubi: Kehilangan Harta dan Sanak Saudara

Tak hanya kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian, Yati juga harus menghadapi kenyataan pahit lain: kehilangan tetangga dan sanak saudara yang turut menjadi korban. Suasana tentram dan nyaman yang selama puluhan tahun ia nikmati di Kampung Pasir Kuda kini tinggal kenangan. Kehidupan berubah drastis, diselimuti nuansa sendu yang tak terperi.

“Seperti sekarang bulan puasa, biasanya bareng-bareng sama keluarga besar sekarang berpencar. Terus biasanya tarawih bareng juga, sekarang enggak bisa. Jadi itu sedihnya, kalau hilang harta ya kita masih bisa cari, Allah mungkin memberi ada rezekinya. Tapi sekarang enggak bisa kumpul sama keluarga karena banyak yang jadi korban,” tutur Yati, sesekali terisak mengingat kepedihan yang ia alami. Kata-katanya mencerminkan duka yang dalam, bahwa kehilangan materi masih bisa diusahakan, namun kehilangan kebersamaan dengan keluarga adalah luka yang sulit terobati.

Modal sebesar Rp10 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ia terima menjadi penopang sementara. Namun, dengan hilangnya lahan pertanian bunga yang selama ini menjadi andalan, Yati merasa tak memiliki sumber pemasukan tetap. “Insya Allah sebetulnya bisa cukup, mengandalkan yang dikasih Pak Dedi Mulyadi saja Rp10 juta. Tapi kan sudah enggak ada kerjaan, lahan juga habis. Sebelumnya bertani bunga,” keluhnya, menunjukkan kekhawatiran akan masa depan ekonominya.

Asa di Tengah Bantuan yang Mengalir

Beruntung, di tengah kesulitan, donasi dan kepedulian dari berbagai pihak terus mengalir. Bantuan tersebut menjadi secercah harapan bagi Yati dan para penyintas lainnya untuk terus bertahan dan membangun kembali. Salah satunya datang dari EggMpire Token, sebuah peternakan telur di Kabupaten Bandung Barat.

“Ya ini bentuk kepedulian kami terhadap korban terdampak longsor Cisarua. Semoga apa yang kami berikan ini bisa memberikan dampak buat mereka yang terdampak,” kata Julius Robinson, perwakilan EggMpire Token. Pihaknya menyalurkan 500 kilogram telur serta seribu pohon untuk ditanam di lahan bekas longsor (300 di Desa Tugumukti dan 700 di Desa Pasirlangu). Bantuan pohon ini tidak hanya sebagai simbol pemulihan, tetapi juga langkah penting untuk mitigasi bencana di masa depan, mencegah kejadian serupa terulang.

Harapan Yati untuk Masa Depan

Dengan semua bantuan yang ada, Yati tetap melangitkan harapannya. Ia sangat berharap agar rumahnya bisa segera dibangun kembali, atau jika harus direlokasi, ia berharap lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal asalnya. Lebih dari itu, Yati sangat mendambakan kepastian untuk kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan yang stabil.

“Ya berharapnya bisa segera dibangun rumahnya, cuma belum ada informasi lagi sampai sekarang. Kalau relokasi juga ya jangan terlalu jauh, terus bisa dapat kepastian buat kerja supaya ada penghasilan lagi,” ujarnya, menunjukkan kerinduan akan kemandirian dan kehidupan normal. Kisah Yati adalah cerminan dari banyak penyintas longsor Cisarua yang kini berjuang untuk bangkit, menghadapi tantangan berat dengan ketabahan luar biasa.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya
  • Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya
  • Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya
  • Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya
  • Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya
  • Perjuangan Yati Penyintas Longsor Cisarua: Kehilangan Segalanya

Posting Komentar