Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga

Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga

Sorajabar.com - Malam yang seharusnya tenang berubah mencekam bagi warga Kampung Bojong Keusik, Majalaya. Hujan ringan tiba-tiba disusul dengan terjangan air bah yang menyerbu permukiman mereka. Tanggul Sungai Cisunggalah jebol, memicu kepanikan luar biasa di tengah gelapnya dini hari Kamis, 12 Februari 2026.

Kejadian mengerikan ini memaksa ratusan jiwa berhamburan menyelamatkan diri dari amukan alam. Berita bencana ini cepat menyebar, menggambarkan kerusakan rumah dan lumpuhnya aktivitas warga. Dalam suasana chaos tersebut, muncul kisah luar biasa seorang pemuda yang mempertaruhkan nyawanya.

Malam Mencekam di Majalaya

Suasana sunyi di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung pecah seketika. Tanggul Sungai Cisunggalah tidak mampu menahan debit air, lalu jebol diterjang arus. Air bah meluap deras, menerjang rumah-rumah warga tanpa ampun.

Banyak warga yang tengah terlelap dalam tidur nyenyak mendadak terbangun. Mereka panik, bergegas mengevakuasi diri dan keluarga tercinta dari ancaman banjir. Peristiwa ini terjadi sangat cepat, meninggalkan trauma mendalam bagi banyak orang.

Salah satu warga yang merasakan langsung keganasan banjir adalah Kia Muhram Kurniawan (22). Bagian dapur rumahnya yang persis di dekat sungai, hancur diterjang luapan air. Lumpur pekat memenuhi setiap sudut rumahnya, menciptakan pemandangan yang memilukan.

Kia menceritakan, ia baru saja pulang sekitar pukul 23.00 WIB dan bersiap untuk tidur. Informasi awal menyebutkan banjir hanya di jalan depan gang rumahnya. Ia kemudian bergegas keluar untuk menyelamatkan peralatan bengkel usahanya.

Perjuangan Melawan Arus Bah

Saat di jalan, banjir sudah mencapai ketinggian betis orang dewasa. Kia bersama ibunya segera menyelamatkan barang-barang penting di bengkel mereka. Namun, ia kemudian menyadari ada yang lebih serius terjadi di belakang rumahnya.

Air dari arah gang rumahnya terlihat semakin deras dan mencurigakan. Setelah diperiksa, ternyata tanggul Sungai Cisunggalah di belakang rumahnya telah jebol. Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, mengubah total situasinya.

Tanpa berpikir panjang, Kia langsung menerjang air dan berlari menuju rumahnya. Ia harus menyelamatkan adiknya yang masih tertidur pulas di dalam. Meskipun sempat terbawa arus, ia bertekad kuat untuk melindungi adiknya.

Sesampainya di rumah, adiknya sudah terbangun namun masih tampak mengantuk. Kia dengan sigap langsung mengevakuasi adiknya ke kamar di lantai dua. Arus air di dalam rumah memang lebih tenang, namun ketinggiannya sangat mengkhawatirkan.

Air di dalam rumah mencapai leher Kia, sekitar dua meter tingginya. Ia tidak bisa menapak di lantai, melainkan harus berpijak pada lemari dan kulkas yang terendam. Momen ini menjadi saksi bisu keberaniannya di tengah kepungan bahaya.

Perjuangan Kia tidak berhenti sampai di situ saja, ia juga berjibaku menolong kerabatnya. Sepasang suami istri, kakak dari ayahnya, terjebak di tengah kepungan air. Mereka berteriak minta tolong, dan Kia tak ragu untuk membantu.

Ia berhasil mengeluarkan kedua kerabatnya dari kepungan air yang terus meninggi. Setelah berhasil mengevakuasi semuanya, mereka memutuskan untuk mengungsi. Titik aman yang dituju adalah area bengkel di depan gang.

Perjalanan keluar rumah juga bukan hal yang mudah. Kia sempat terpental arus banjir saat membawa adiknya keluar. Arus di luar rumah ternyata jauh lebih deras dibandingkan di dalam yang relatif tenang.

Dampak dan Ancaman Berulang

Derasnya air bah menghantam keras rumah tetangga sebelum berbelok menghancurkan dapur milik Kia. Air dan lumpur kemudian dengan cepat merendam seluruh isi rumah mereka. Banjir ini meninggalkan jejak kerusakan yang parah.

Air baru benar-benar surut sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB dini hari. Namun, permukiman warga masih dipenuhi lumpur pekat yang tebal. Proses pembersihan pasca-banjir akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Kia menambahkan, jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah memang kerap terjadi di wilayah tersebut. Namun, titik yang sekarang ini diterjang banjir merupakan kejadian pertama kalinya. Ini menunjukkan bahwa ancaman banjir bisa datang dari berbagai sudut.

Kisah heroik Kia Muhram Kurniawan menjadi cerminan semangat perjuangan di tengah musibah. Solidaritas antarwarga juga terlihat nyata, meskipun terkadang mereka harus menyelamatkan diri masing-masing. Pemerintah daerah diharapkan segera mencari solusi permanen untuk masalah tanggul jebol ini.

Kisah ini mengingatkan kita akan kekuatan semangat kemanusiaan saat dihadapkan pada bencana. Keberanian Kia Muhram Kurniawan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa di tengah keputusasaan, selalu ada harapan dan aksi heroik.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga
  • Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga
  • Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga
  • Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga
  • Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga
  • Pemuda Majalaya Heroik Terjang Banjir 2 Meter Demi Selamatkan Keluarga

Posting Komentar