Pasar Cijerah Bandung Kini Modern dan Nyaman, Revitalisasi Berhasil!
Sorajabar.com - Warga Bandung, khususnya di kawasan Cijerah, kini dapat menikmati pengalaman berbelanja yang jauh lebih baik. Pasar tradisional yang menjadi jantung perekonomian lokal ini telah bertransformasi total. Pasar Cijerah kini tampil dengan konsep modern dan fasilitas yang lengkap.
Revitalisasi ini telah mengubah wajah Pasar Cijerah secara drastis. Dari pasar tradisional biasa, kini ia menjadi pusat perbelanjaan yang bersih dan nyaman. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pasar bagi pedagang maupun pembeli.
Peresmian Pasar Cijerah Cerah dilakukan pada Minggu, 15 Februari 2026, menandai babak baru bagi pasar ini. Setelah delapan bulan masa pembangunan, pasar dua lantai ini siap melayani masyarakat. Pasar ini mampu menampung hingga 350 kios pedagang.
Keberadaan pasar modern ini tentu menjadi angin segar bagi aktivitas ekonomi warga. Ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan infrastruktur publik. Pasar Cijerah diharapkan menjadi percontohan bagi pasar-pasar lain di Berita Jawa Barat.
Wajah Baru yang Dinanti Pedagang dan Pembeli
Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana, menyampaikan antusiasme para pedagang. Mereka sudah lama menantikan kesempatan untuk menempati ruang baru di Pasar Cijerah Cerah. Fasilitas yang lebih baik menjamin kenyamanan berdagang.
Proses revitalisasi yang berlangsung selama delapan bulan ini terbilang sangat cepat. Awalnya, target pengerjaan direncanakan selama satu tahun penuh. Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi, proyek ini dapat diselesaikan lebih awal.
Pasar ini sekarang dilengkapi dengan fasilitas modern yang memadai. Tersedia MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang bersih dan terawat. Area parkir kendaraan juga telah disediakan di lantai satu dan dua, memudahkan akses bagi pengunjung.
Aditya Wicaksana menegaskan bahwa pasar ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal. Para pedagang kini dapat berinteraksi dengan pembeli di lingkungan yang lebih tertata. Ini akan menciptakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi semua pihak.
Mayoritas komoditas yang akan dijual di Pasar Cijerah Cerah meliputi sayuran segar, daging, dan kebutuhan pokok rumah tangga lainnya. Ketersediaan beragam produk ini akan memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Pasar ini menjadi destinasi utama untuk belanja harian.
Inovasi Pengelolaan Sampah Mandiri
Salah satu masalah klasik di pasar tradisional adalah pengelolaan sampah yang kurang optimal. Namun, Pasar Cijerah Cerah hadir dengan solusi inovatif untuk mengatasi persoalan ini. Perumda Pasar Juara memberikan perhatian khusus pada aspek kebersihan dan lingkungan.
Aditya menjelaskan bahwa Pasar Cijerah kini memiliki sistem pengolahan sampah secara mandiri. Ini merupakan langkah maju dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar. Sistem ini dirancang untuk efisiensi dan keberlanjutan.
Sampah yang dikumpulkan di pasar ini tidak boleh tercampur dengan sampah warga dari luar area pasar. Aturan ketat ini diterapkan agar pengelolaan sampah lebih terfokus. Hanya sampah yang berasal dari aktivitas pasar yang akan diproses di sini.
“Di sini untuk pengolahan sampahnya Alhamdulillah sudah ada,” ungkap Aditya. “Biasanya di wilayah pasar itu kan ada beberapa kecamatan yang ikut menitipkan sampah di situ. Namun di sini tidak, hanya tinggal 2 RW dan itu juga sudah terjadi pengolahan mandiri,” tambahnya, menunjukkan keberhasilan sistem.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasar-pasar lain di Kota Bandung. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat. Ini juga mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Investasi dan Rencana Revitalisasi Pasar Lainnya
Proyek Revitalisasi Pasar Cijerah menelan investasi sekitar Rp 20 miliar. Perumda Pasar Juara menggandeng pihak ketiga untuk mewujudkan transformasi ini. Kerjasama ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan swasta.
Konsep kerja sama yang diterapkan adalah Build, Operate, Transfer (BOT) atau Kerja Sama Operasi (KSO). Mitra pihak ketiga akan mengelola pasar ini selama 20 tahun. Setelah itu, pengelolaan akan kembali sepenuhnya kepada Perumda Pasar Juara.
Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, menyambut baik revitalisasi ini. Ia berharap kerja sama dengan pihak ketiga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Evaluasi dan pengawasan ketat harus terus dilakukan.
“Saya berharap ini tidak terjadi. Jadi dari pertama kita harus sudah menyiapkan apa yang harus betul-betul dievaluasi,” ujarnya. “Kan pasar lain banyak tuh kelemahannya. Mudah-mudahan tidak terjadi di sini, sehingga jadi bisa percontohan nanti di Kota Bandung,” harap Rieke.
Setelah sukses dengan Pasar Cijerah, Perumda Pasar Juara tidak berhenti sampai di sini. Mereka memiliki rencana besar untuk merevitalisasi pasar-pasar lainnya di Kota Bandung. Ini adalah bagian dari visi untuk modernisasi pasar tradisional.
Dalam waktu dekat, Perumda Pasar akan bergerak untuk merevitalisasi Pasar Ciroyom. “Target kita sih, mudah-mudahan habis dari sini kita langsung dan sekarang ini lagi berjalan juga Pasar Ciroyom,” kata Aditya. Pasar Cihaurgeulis juga masuk dalam daftar prioritas yang diharapkan bisa segera direvitalisasi.
Untuk Pasar Ciroyom, Perumda Pasar berencana mengerjakannya secara langsung. Berbeda dengan Cijerah yang melibatkan pihak ketiga, Ciroyom akan dikelola sepenuhnya oleh Perumda Pasar Juara. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam pendekatan revitalisasi.
Revitalisasi pasar-pasar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik bangunan. Namun juga meningkatkan kesejahteraan pedagang dan kenyamanan pembeli. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk menciptakan pasar tradisional yang modern dan berdaya saing.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

.jpg)
Posting Komentar