x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup

Sorajabar.com - Dunia terus berputar, dan tren-tren baru selalu muncul dari berbagai penjuru bumi. Kali ini, perhatian kita tertuju pada sebuah fenomena yang sedang hangat diperbincangkan di Jepang: meditasi dengan cara berbaring di dalam peti mati. Mungkin terdengar menyeramkan atau tabu bagi sebagian orang, namun praktik unik yang dikenal sebagai coffin-lying ini justru disebut-sebut sebagai metode refleksi diri yang mendalam, bahkan mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap hidup dan kematian.

Awal Mula Tren yang Mengguncang Jepang

Fenomena meditasi di dalam peti mati ini bermula dari inisiatif tak biasa sebuah rumah duka di Prefektur Chiba. Mereka menawarkan pengalaman kontemplatif ini sebagai cara untuk memahami siklus kehidupan. Tak butuh waktu lama, konsep ini menyebar luas dan berkembang menjadi layanan komersial yang diminati oleh masyarakat, khususnya kalangan muda yang mencari ketenangan batin dan perspektif baru dalam menghadapi eksistensi diri.

Meskipun peti mati identik dengan budaya Barat dan seringkali dikaitkan dengan kesedihan, Jepang memiliki filosofi serupa yang telah ada secara turun-temurun, yaitu kuyō atau upacara peringatan. Tradisi ini mengajarkan penghormatan terhadap kehidupan sekaligus penerimaan atas kefanaan manusia. Inilah yang membuat praktik meditasi di dalam peti mati tidak sepenuhnya dianggap tabu, melainkan sebagai sebuah cara inovatif untuk memahami makna hidup melalui kesadaran akan batas-batas keberadaan.

Sensasi Meditasi di Peti Mati: Biaya dan Pengalaman

Popularitas tren ini semakin meroket setelah perusahaan bernama Grave Tokyo memperkenalkan peti mati dengan desain yang jauh dari kesan suram. Mereka menghadirkan peti mati dengan warna-warni cerah dan nuansa yang lebih positif, mengubah stigma kematian menjadi sesuatu yang bisa direnungkan dengan pikiran terbuka. Salah satu tempat yang kini menjadi ikon praktik ini adalah spa di Tokyo, Meiso Kukan Kanoke-in. Di sini, peserta dapat memilih berbagai jenis peti mati sesuai karakter masing-masing, bahkan dengan desain yang unik dan estetis, menambahkan sentuhan personal pada pengalaman spiritual mereka.

Untuk merasakan sensasi meditasi unik ini, pelanggan biasanya membayar sekitar Rp 217.000 untuk sesi selama 30 menit. Ada beberapa pilihan yang bisa diambil untuk menyesuaikan pengalaman:

  • Peti Mati Terbuka atau Tertutup: Peserta bisa memilih tingkat kenyamanan dan intensitas pengalaman yang diinginkan.
  • Melodi 'Penyembuhan' atau Keheningan Total: Sebuah video yang diproyeksikan di langit-langit bisa menjadi pilihan untuk menemani meditasi, atau peserta bisa memilih keheningan total untuk fokus penuh pada refleksi diri.

Mengarungi Kematian untuk Merayakan Kehidupan

Mikako Fuse, perancang Grave Tokyo dan pembuat peti mati kustom, adalah salah satu tokoh di balik filosofi ini. Ia berkeyakinan bahwa pendekatan imajinatifnya terhadap perlengkapan pemakaman dapat membantu orang melihat kematian sebagai sesuatu yang cerah dan tidak begitu menakutkan. Lebih dari itu, tujuannya adalah sebagai pengingat mengapa hidup itu sangat berharga dan layak untuk dijalani sepenuh hati.

Pada tahun 2024, Fuse bahkan mengadakan lokakarya di sebuah universitas di Kyoto, mengundang mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pengalaman peti mati. Tujuannya jelas: untuk mengubah gagasan mereka tentang kematian dan mendorong 'keinginan untuk hidup'. Responnya sangat positif. Beberapa mahasiswa yang mencoba pengalaman ini mengungkapkan bahwa simulasi tersebut adalah kesempatan berharga untuk merenungkan diri, menata ulang kekhawatiran, dan bahkan merasakan ketakutan akan kematian menghilang. Yang paling menakjubkan, pengalaman itu justru membuat mereka merasakan keinginan yang lebih kuat untuk hidup.

Para pendukung praktik berbaring di peti mati ini berpendapat bahwa "latihan kematian" secara khusus dapat memberikan dampak besar pada Kesehatan Mental dan bahkan mengurangi pikiran bunuh diri. Fuse menekankan pentingnya gagasan "kematian yang dapat dibalikkan".

"Saya telah melihat banyak orang yang berpartisipasi dalam pengalaman berbaring di peti mati Grave Tokyo yang telah mengurangi atau meredakan pikiran mereka tentang kematian," kata Fuse.

"Sebelum memilih kematian yang tidak dapat dibalikkan, saya ingin mereka mengalami kematian yang dapat dibalikkan," tambahnya, menegaskan bahwa pengalaman ini bukanlah tentang memuja kematian, melainkan tentang menghargai setiap detik kehidupan yang masih ada.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup
  • Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup
  • Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup
  • Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup
  • Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup
  • Meditasi Unik Peti Mati Jepang Menguatkan Semangat Hidup

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW